Connect with us

Musik

Sukses Bikin Lesti DA Terkesima, Iqhbal (Sumatera Barat) Diselamatkan Dewan Juri

Published

on

Senyum manis Lesti DA mengiringi sukses Iqhbal (Sumatera Barat)

Kabarhiburan.com – Para Duta Provinsi sangat mengharapkan dukungan pemirsa dalam menentukan langkah mereka menuju babak selanjutnya di panggung kompetisi LIDA 2021.

Minimnya dukungan, membuat Provinsi Banten harus kehilangan duta kesayangannya, Tatu, yang tersenggol dari Konser Top 56 Grup 3 Putih, pada Minggu (4/4).

Langkah buntu Tatu tersebut menyusul Ligea (Sumatera Selatan) yang tersenggol lebih dulu di Konser Top 56 Grup 2 Putih pada Kamis (1/4). Demikian pula Bila (Kalimantan Timur) yang tersingkir pada Konser Top 56 Grup 3 Merah, Sabtu (3/4).

Konser Top 56 Grup 3 Putih yang dipandu oleh Ramzi, Irfan Hakim, Gilang Dirga, Ruben Onsu, Rara LIDA, dan Jirayut,  dibuka dengan penampilan dari Iqhbal (Sumatera Barat) lewat lagu Kulepas Dengan Ikhlas.

Iqhbal yang juga berprofesi dokter itu menampilkan musikalitasnya dengan mamasukkan lirik dan musik daerah Sumatera Barat pada aransemen lagu yang dinyanyikannya.

Dewan Juri Reza DA, Fildan DA, Eko Tjandra hingga sang pemilik lagu, Lesti DA tidak segan memberikan standing ovation. Senyum Lesti DA juga mengembang selama Iqhbal membawakan lagu yang dipopulerkannya.

“Terima kasih Iqhbal sudah menyanyikan lagu ini dengan luar biasa. Pada akhir lagu tadi kamu berusaha menahan tangis dan sangat menghayati sekali lagu ini. Improvisasi juga keren sekali,” puji Lesti DA.

Sebaliknya, pada penampilan Tatu (Banten) lewat lagu Iming-Iming hanya mendapat standing ovation dari Eko Tjandra. Sedangkan Reza DA menyampaikan kritik.

“Tatu tadi menyanyinya sudah cukup bagus dan hanya aman saja. Tidak ada nilai lebih yang ditunjukkan Tatu di penampilannya tadi”, ujar Reza DA.

Nasib serupa Tatu juga melanda Melani yang berjuang menyanyikan lagu Lho Kok Marah. Gadis Sulawesi Selatan ini hanya meraih satu standing ovation dari Eko Tjandra.

Melani (Sulawesi Selatan)

“Ekspresi Melani tadi lucu sekali sesuai dengan lagunya. Hanya saja, kami terganggu dengan tempo kamu yang tidak sesuai dengan musiknya. Padahal tadi Lesti sudah berupaya kasih kode ke kamu,” ungkap Fildan DA.

Sementara Rita (Kalimantan Selatan) justru mampu mencuri perhatian Dewan Juri saat menyanyikan lagu Sasaran Emosi. Hasilnya, gadis asal Kalimantan Selatan ini meraih standing ovation dari Reza DA, Lesti DA, dan Eko Tjandra untuk memberikan standing ovation atas penampilannya.

“Lagu ini lumayan susah. Terima kasih, kamu mengingatkan saya ketika masih berjuang menyanyi dari panggung ke panggung. Aku menikmati penampilan kamu tadi. Saran saya, agar  selanjutnya kamu bisa tampil lebih ekspresif lagi. Jangan terlalu sering menunduk,” pinta Lesti DA.

Polling akhir menempatkan Melani (Sulawesi Selatan) di posisi teratas yang sekaligus memastikan diri untuk melaju ke babak selanjutnya. Sementara Rita (Kalimantan Selatan), Iqhbal (Sumatera Barat), dan Tatu (Banten) berada di posisi tiga terendah.

Dewan Juri pun sepakat untuk menyelamatkan Iqhbal (Sumatera Barat) menyusul Melani ke babak selanjutnya. Sementara pada polling kedua, Rita (Kalimantan Selatan) berhasil mengungguli Tatu (Banten).

Tatu (Banten)

Perjuangan Tatu (Banten) berakhir di babak Top 56 dan Provinsi Banten harus kehilangan satu Duta Provinsi perwakilannya.

Dukungan Pemirsa

Agar Duta Provinsi kebanggaan tetap bertahan di panggung LIDA 2021, pemirsa dapat memberikan dukungan kepada Duta Provinsi favoritnya melalui aplikasi Shopee sebagai official voting partner LIDA 2021.

Bisa juga dengan mengirimkan SMS ke 97288 dengan format: LIDA (spasi) Nama Duta dengan tarif Rp 2.200 per SMS. (Tumpak S. Foto-Foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Rilis Ulang ‘Kenangan Terindah’ Jadi Kado Terakhir Setia Band

Published

on

By

Pepeng dan Charly (Instagram:setiaband_id)

Kabarhiburan.com – Setia Band memutuskan pamit dari Trinity Optima Production, label yang menaungi selama ini. Sebagai salam perpisahan, Setia Band yang dimotori Charly van Houten dan Dedy Sudrajat alias Pepeng, merilis ulang single Kenangan Terindah.

Lagu Kenangan Terindah milik band Samsons (2014), ditulis oleh gitarisnya, Irfan Aulia. Kini, Setia Band mengemas ulang ke dalam nuansa musik Pop Melayu.

Yonathan Nugroho selaku Managing Director Trinity Optima Production menyebutkan bahwa berakhirnya kerja sama di antara mereka bukanlah sebuah perpisahan.

“Lebih dari 10 tahun Setia Band menjadi bagian dari keluarga Trinity Optima Production. Meski mereka tak lagi berada di bawah naungan kami, mereka tetap keluarga kami. Sukses terus untuk Charly dan Pepeng di mana pun kalian berada,” ujar Yonathan Nugroho dalam keterangan tertulis, Senin (26/7).

Sejak 2004 hingga saat ini,Trinity Optima Production menaungi Charly dan Pepeng dalam formasi ST12 dan Setia Band telah mewarnai industri musik Indonesia.

Setidaknya ada dua album yang ST12 hasilkan, yakni P.U.S.P.A. (2008) dan Pangeran Cinta (2010), dengan sejumlah lagu hits, seperti Cari Pacar Lagi, Jangan Pernah Berubah, Pangeran Cinta dan masih banyak lagi.

Sukses berlanjut, Setia Band melahirkan empat album, yakni Satu Hati (2012), Menggapai Istana Bintang (2015), Bintang Kehidupan (2017) dan Menanti Matahari Terbit (2019).

Disusul dengan beberapa lagu hits, seperti Asmara, Istana Bintang, Pengorbanan Cinta dan Bintang Kehidupan. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Bangganya Yura Yuniar Diajak Dewa 19 Menyanyikan Ulang Lagu “Kangen” dan “Risalah Hati”

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Yura Yunita dipercaya untuk menyanyikan kembali dua lagu legendaris milik Dewa 19, berjudul “Kangen” dan “Risalah Hati” yang dirilis pada tahun 1992 silam.

Kedua lagu tersebut sudah mempunyai ruang di hati para pecinta musik Indonesia, namun Ahmad Dhani dan Yura Yunita percaya kolaborasi mereka dapat menghasilkan versi terbaik dan memberikan efek magis.

“Saya yakin banget single “Kangen” versi Yura ini bisa mengalahkan lagu “Kangen” versi Alm. Chrisye dan Sophia Latjuba tahun 2000-an,” ujar Ahmad Dhani dalam keterangannya, Rabu (21/7).

Ahmad Dhani memuji Yura saat menyanyikan lagu “Kangen” dan “Risalah Hati” dengan iringan orkestra pimpinannya dan Guntur Pardjono Putra.

“Banyak orang yang pernah meng-cover lagu ini, tapi saya yakin Yura Yunita berhasil menyanyikan lagu ini dengan cara nyanyi dia yang unik, berbeda dari yang lain.” puji Ahmad Dhani.

Lagu “Kangen” dan “Risalah Hati” yang dinyanyikan Yura Yuniar, akan menjadi bagian dari rangkaian perhelatan selebrasi Dewa 19 ke 30 tahun, yang puncaknya pada 2022 mendatang.

Suami Mulan Jameela ini meyakini bahwa setiap karya musiknya, ia selalu menunjukkan keahliannya dalam bermusik. Begitu pula dalam kolaborasi ini, Ahmad Dhani ingin menunjukan keahliannya dalam mengolah lagu yang sudah familiar ini, menjadi sangat otentik khas Yura Yunita dengan kemampuan teknik vokalnya serta aransemen musik yang belum pernah ada sebelumnya di versi lain lagu-lagu ini.

Sentuhan aransemen musik orkestra di kedua lagu ini, adalah hasil pikir bersama antara Ahmad Dhani dan Yura Yunita.

Proses produksi kolaborasi ini berlangsung sekitar sebulan lamanya. Selama proses kolaborasi berlangsung, Yura Yunita mengaku banyak mendapatkan ilmu dari Ahmad Dhani tentang dedikasi dan integritas sebagai kunci untuk mampu bertahan selama 30 tahun bermusik.

Sementara itu, Yura Yunita mengaku sudah mengidolakan dan tumbuh besar dengan karya musik Dewa 19.

Wow. Sekarang official lagu “Kangen” dan “Risalah Hati” dinyanyikan sama aku. Kolaborasi ini diproduksi oleh Mas Dhani & Dewa19, tuh like a dream come true. Gak pernah nyangka dan bangga banget pastinya!” tutur Yura Yunita.

Yura Yunita juga memuji waktu perilisan kedua lagu ini di momentum yang tepat, dapat mewakili perasaan kita semua di masa yang penuh tantangan seperti saat ini. Saat dimana jarak menjadi sebuah keharusan, dan dimasa semua kata rindu semakin membuat kita tak berdaya menahan rasa ingin jumpa untuk melepas kerinduan yang terpendam.

“Lagu “Kangen” terutama, seakan membuat hati kita hangat selayaknya berada dalam dekapan orang terkasih,” ujar Yura Yuniar.

“Kangen “ dan “Risalah Hati” mulai bisa didengar pada Jumat, 23 Juli 2021, melalui semua layanan musik streaming. Semoga kedua lagu ini dapat melengkapi hati para pendengarnya. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Dewa Budjana Rilis Album ‘Naurora’ Kolaborasi dengan Musisi Dunia

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Sempat tiga kali tertunda, gitaris Dewa Budjana resmi merilis album solo bertajuk Naurora. Sebuah album terbaru berdurasi waktu sekitar 50 menit, yang memuat 5 lagu instrumentalia.

Album ini melibatkan sejumlah musisi dunia ke dalam album Naurora. Mereka adalah Simon Phillips (drummer Toto, The Who, Mick Jagger, Judast Priest, Jeff Beck), Dave Weckl (drummer Chic Corea electric band, Mike Stern), Jimmy Johnson (session bassist James Taylor, Allan Holdsworth), Ben Williams (bassist Pat Metheny), Carlitos Del Puerto ( bassist Chic Corea, Herbie Hancock, Quincy Jones, Bruce Springteen), Gary Husband (keys/drummer Allan Holdsworth, John Mc Laughlin, Level 42), Joey Alexander (piano prodigy), Mateus Asato, Imee Ooi (komposer/singer yang sangat dikenal untuk musik Budhis), Paul McCandless (pemain saksofon legendaris dari grup Oregon).

Naurora terambil dari kata ‘New’ dan ‘Aurora’, gitaris GIGI itu membayangkan album terbarunya akan membawa kita semua pada aurora baru nan indah, lepas dari himpitan pandemi.

“Saya anggap New Aurora, ini bermakna ragam cahaya baru yang akan muncul setelah melewati masa pandemi. Ternyata pandemi masih panjang,” kata Budjana dalam jumpa pers virtual, Senin (19/7).

Proses rekaman seluruh lagu dalam albumnya berlangsung sejak Agustus 2020. Masa pandemi membuat Dewa Budjana melakukan rekaman dengan cara berbeda dari album sebelumnya.

Ia melakukan rekaman secara bertahap. Setiap lagu melibatkan personel yang berbeda-beda.

“Biasanya keluar album langsung semua dengan digitalnya. Kalau ini saya lakukan bertahap, satu lagu dulu dikirim,” jelasnya.

Sebelumnya Budjana telah merilis tiga single yang terdapat dalam album Naurora yang dikerjakan sejak Agustus 2020. Tiga lagu yang dimaksud adalah Kmalasana pada Oktober 2020, Blue Mansion pada Desember 2020, disusul Swarna Jingga pada Maret 2021. Dua lagu lainnya, Sabana Shanti dan lagu Naurora dirilis bersamaan pada Juli 2021.

Lagu-lagu dalam Naurora terinspirasi dari perjalanannya menjelajahi puncak gunung di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dilakukan selama pandemi.

“Saya menemukan Sabana Shanti, saat menemukan di area sabana di Gunung Lawu, Jawa Tengah, yang serba kuning, setelah melewati area hutan yang gelap,” ujar Budjana yang menambahkan bahwa ‘Shanti’ bermakna kedamaian.

Ragam cahaya pada album Naurora tercermin dalam desain cover yang dikerjakan Tompi dan musik video garapan Jay Subiakto.

Mehsada Indonesia merilis Naurora di berbagai platform digital, selain menyediakan 200 CD edisi khusus bertanda tangan Dewa Budjana, jika membeli antara 23 Juni – 28 Juni 2021. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Trending