Connect with us

Event

‘Sundown Run 2019’ Efektif Kenalkan Produk Keuangan Bagi Milenial

Published

on

Tirto Segara sesaat sebelum melepas 3000 pelari dalam acara Sundown Run 5 K di halaman Mal Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu

Kabarhiburan.com, Jakarta – Lari merupakan cabang olahraga yang mudah, meriah dan murah, sehingga mampu memikat hati siapa saja untuk berpartisipasi.

Seperti pada Financial Expo & Sundown Run 2019 yang merupakan Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2019, cabang olahraga ini pun dijadikan sarana efektif untuk sosialisasi dan pengenalan aneka produk perbankan.

Bersamaan dengan gelaran Financial Expo 2019 yang dipusatkan di Mal Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, panitianya juga mengajak lebih dari 3000 pelari untuk berpartisipasi dalam kegiatan Sundown Run 5 K. Acara ini mengambil garis start dan finish di halaman Mal Epicentrum, Kuningan Jakarta, Sabtu (19/10).

Lomba lari sore kali ini didukung pula oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) dan beberapa perusahaan jasa perbankan dan keuangan.

Anggota Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tirta Segara, bertindak sebagai pengibar bendera start. Sontak para masyarakat peserta yang didominasi kaum milenial mulai bergerak untuk merebut hadiah uang total Rp 126 juta.

Tirta Segara mengatakan bahwa kegiatan Sundown Run 2019 menjadi alat dan media yang paling efektif untuk sosialisasi untuk meningkatkan inklusi keuangan (pengguna jasa keuangan dan perbankan).

Kegiatan ini juga jadi media yang bagus untuk mengenal lebih detail jasa keuangan yang baik dan benar meski diselimuti dengan kegiatan olahraga.

“Kegiatan olahraga ini digemari oleh anak muda sehingga dengan mengikuti kegiatan fun run (lari santai) ini anak muda yang ikut gabung di sini juga mengerti apa itu jasa keuangan dan perbankan dan manfaatnya bagi dirinya,” ujar Tirta Segara.

Ungkapan senada disampaikan Wani Sabu selaku ketua penyelenggara Fin Expo dan Sundown Run 2019. Pihaknya rutin menggelar Sundown Run 5 K  setiap tahunnya. Untuk tahun ini, mereka menekankan pemahaman tentang produk keuangan kepada generasi milenial.

Menurut Wani Sabu, kalau hanya sekadar talkshow dan seminar saja, seringkali tidak akan dilirik anak muda, makanya dengan diselenggarakannya Sundown Run 2019.

“Kami berharap anak muda yang ikut dalam kegiatan ini. Selain tubuhnya sehat, dia juga mengenal dan memahami produk keuangan yang mungkin selama ini mereka pakai,” harap Wani Sabu. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Ucie Sucita: “Alhamdulillah, Jadilah Aku Pembunuh Bayaran Berdarah Dingin.”

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Mata Ucie Sucita berbinar saat menerima ucapan selamat dari penonton dan sesama pemain, usai menuntaskan gladi resik Pementasan Teater Mahakarya WS Rendra: Panembahan Reso yang berlangsung di Teater Ciputra Artpreneur, Jakarta, Jumat (24/1) malam.

Di panggung yang sama, Ucie dan seluruh pendukung Pementasan Teater Mahakarya WS Rendra: Panembahan Reso, akan kembali tampil pada Sabtu (25/1) malam.

Ucie memang tengah menikmati serunya berakting di pentas teater, sebagai sebuah pencapaian baru dalam karirnya sebagai artis.

“Bagiku main teater merupakan sebuah pengalaman baru yang harus aku lakukan, sekaligus kebanggaan bagiku sebagai penyanyi dangdut. Tahu, kan, idealisnya teater, seperti apa? Beda banget dari main sinetron atau FTV,” ujar Ucie membandingkan.

Di teater, maka setiap dialog harus benar-benar hafal hingga ke titik dan koma. Enggak boleh improve. Sudah begitu suara dan intonasi pun harus stabil.

“Karenanya, aku deg-degan sih, sebenarnya. Apalagi pementasan ini bukan teater biasa. Ini karya sang maestro, WS Rendra,” ujar Ucie yang mendapat lawan main Sha Ine Febriyanti dan Whani Darmawan.

Biasanya Cekikikan

Pada pementasan teater perdananya, Ucie memerankan tokoh Siti Asasin, si pembunuh bayaran berdarah dingin. Ucie juga menjadi kekasih gelap Ratu Dara yang diperankan oleh Sha Ine Febriyanti. Peran ini dipilihkan oleh sutradara Hanindawan bagi Ucie.

“Katanya, aku lebih cocok jadi pembunuh bayaran. Alhamdulillah, jadilah aku pembunuh bayaran berdarah dingin yang berpengalaman selama 10 tahun. Ha ha ha.”

Ucie mengaku tidak pernah membayangkan akan memerankan sosok antagonis nan sadis.

“Aku yang biasanya cekikikan, tiba-tiba harus menjadi sosok yang dingin terhadap semua orang dan menyandang sebutan pembunuh bayaran. Disinilah tantangannya, gimana caranya aku tetap cool meski orang pada tertawa. Aku harus menahan diri agar tidak ikut tertawa,” jelas Ucie.

Meski demikian, pelantun lagu Digenjot Cinta ini mengaku senang mendapat tantangan tersebut. Apalagi perannya sebagai pembunuh bayaran, penting sekali dalam tubuh cerita Panembahan Reso.

“Hanya saja, ceritanya sudah banyak dipotong dari durasi 7 jam menjadi kurang dari 3 jam saja. Pemotongan tersebut membuat banyak adegan Siti Asasin yang tidak muncul. Inilah yang bikin aku kurang puas, karena kurang lama berada di panggung,” ujar Ucie setengah protes.

“Tapi, bisa dimaklumi sih. Zaman sekarang sudah tidak banyak orang yang betah duduk selama 7 jam. Belum lagi, orang-orang sekarang lebih suka sosmed,” imbuh Ucie, yang tengah menggarap single terbarunya. Sayangnya, Ucie masih merahasiakan judul single yang dimaksud.

“Pokoknya, tunggu kejutannya pada tahun ini,” ujar Ucie berpromosi. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Hadir Lebih Segar, Indosiar Gelar Kompetisi Dangdut, LIDA 2020

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Penggemar dangdut di Tanah Air bersiaplah menjadi saksi lahirnya Duta Dangdut Terbaik Tanah Air. Indosiar menggelar LIDA 2020, yakni ‘Program Pencarian Bakat dengan Peserta dari Provinsi Terbanyak’ versi Museum Rekor Indonesia (MURI).

Kompetisi ini akan dibuka oleh perkenalan 70 Duta Provinsi terpilih dalam Konser Bhinneka Tunggal Ika, Kamis (23/1) pukul 20.00 WIB.

70 peserta dari 34 provinsi ini berusia antara 14 hingga 25 tahun telah mengalahkan lebih dari 16.000 peserta audisi di seluruh Indonesia. Kini hingga 3 bulan ke depan, mereka akan beradu penampilan terbaik di panggung LIDA 2020 dan bermetamorfosis from zero to hero lewat bakat yang dimiliki, untuk merebut hadiah uang total 1 Miliar Rupiah dan piala bergilir.

Direktur Programming SCM, Harsiwi Achmad mengatakan bahwa LiDA 2020 menjadi semakin menarik dan terasa berbeda oleh kehadiran Dewan Juri Millenial Berkualitas di Tim Putih. Mereka adalah para bintang jebolan program pencarian bakat di Indosiar, seperti Lesti DA, Fildan DA, Reza DA dan Weni DA.

“Kehadiran mereka semakin mempertegas bahwa para bintang jebolan pencarian bakat di Indosiar mampu berkembang menjadi bintang yang eksistensinya sudah tidak diragukan lagi,” ujar Harsiwi Achmad dalam Press Briefing LIDA 2020 di Function Hall Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (23/1).

Tim Putih akan didampingi oleh dewan juri Tim Merah, yang terdiri dari penyanyi dangdut senior di industri musik Tanah Air. Sebut saja, Soimah, Inul Daratista, Rita Sugiarto, Nassar, Dewi Perssik, Zaskia Gotik dan Nita Thalia.

Seperti Dewan Juri yang dibagi menjadi dua tim, 70 duta dangdut pun dibelah menjadi Grup Putih dan Grup Merah. Masing-masing grup akan tampil bergantian. Konser LIDA 2020 mulai bergulir pada Jumat (24/1), menampilkan Konser Top 70 Grup 1 Merah dan seterusnya.

Konser tersebut akan dikawal oleh wajah baru pula. Dialah Rara LIDA, bintang dangdut yang kini hadir sebagai pembawa acara bersama Irfan Hakim, Ramzi dan Gilang Dirga.

Selama berkompetisi, 70 duta provinsi akan mendapat pembekalan dari para coach, yakni Adibal untuk olah vokal, Dedi Puja untuk koreografi dan Bunda Romy sebagai psikolog. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Rani Ramadhina Memberi Insiprasi dan Raih Penghargaan

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sosialita Rani Ramadhina menerima Piagam Penghargaan untuk Kategori ‘Best Women In Social’, di Jakarta pada Jumat (17/1/2020). Penghargaan ini berasal dari Majalah Penghargaan Indonesia.

Rani Ramadhina menerima penghargaan ini karena dinilai berhasil menginspirasi dan mendorong wanita Indonesia agar terus berinovasi di bidang fashion dan mode sesuai perkembangan zaman.

Selain Rani, tampak sekitar dua puluh tokoh masyarakat yang berprestasi mendapat penghargaan dengan berbagai kategori yang diberikan Majalah Penghargaan Indonesia.

“Saya enggak nyangka, kok saya bisa terpilih. Rupanya Majalah Penghargaan Indonesia sudah terlebih dulu melakukan survey tentang kegiatan saya dan melakukan wawancara dengan masyarakat di sekitar saya,” ujar wanita cantik ini usai menerima penghargaan di bilangan Jakarta Selatan.

Rani menuturkan, penghargaan ini akan memotivasi dirinya untuk terus melakukan inovasi dan mendorong semua perempuan, agar tidak berhenti meningkatkan kualitas diri, melakukan yang terbaik untuk masyarakat.

“Penghargaan tersebut sudah melalui tahap penyeleksian yang dilakukan  oleh tim juri untuk menilai kelayakan dari peraih penghargaan ini,” ujar Rani

“Belakangan ini saya berupaya memanfaatkan media sosial untuk terus memberikan informasi tentang bagaimana wanita harus tampil cantik dan fashionable, sesuai budaya kita di Indonesia. Bagi saya, untuk tampil cantik dan menarik, bisa kok tanpa harus berbiaya mahal,” pungkasnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending