Connect with us

Film

Sutradara Harry Dagoe Suharyadi Garap Tiga Film Sekaligus

Published

on

Harry Dagoe Suharyadi.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sineas Harry Dagoe Suharyadi bukan nama yang asing dalam perfilman Indonesia, selama 20 tahun belakangan. Berbagai karyanya telah meraih penghargaan di berbagai festival film Nasional maupun Internasional.

Baginya, film merupakan wadah untuk memberi kecerdasan kepada masyarakat. Pesan inilah yang ingin disampaikan kembali oleh Harry Dagoe kepada penikmat film nasional melalui  3 film terbaru yang tengah digarapnya.

Satu diantaranya berupa film animasi berjudul Qasidah Berjanji. Dua lainnya merupakan film horor, berjudul Nginep dan Nimas Selendang Merah.

Harry Dagoe Suharyadi bersama para pendukung film ‘Nginep’.

Sebagian besar yang membintangi 3 judul film ini merupakan pemain muda berbakat di dunia akting, seperti pada film Nginep, menandakan Harry Dagoe telah memulai regenerasi di perfilman Indonesia.

“Seru juga menggarap 3 judul film dalam waktu bersamaan,” ujar Alumni Institut Kesenian Jakarta dalam acara selamatan ketiga film terbarunya, di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/11).

Harry Dagoe Suharyadi mengajak musisi Viky Sianipar dalam film animasi ‘Qasidah Berjanji’.

Ia menambahkan, film animasi Qasidah Berjanji akan dikemas ke dalam bentuk 3 dimensi, sudah dikerjakan sejak beberapa tahun silam. Harry juga melibatkan musisi Viky Sianipar sebagai penata musik dalam film animasi ini.

“Diharapkan akan siap tayang pada tahun 2021 mendatang,” ujar Harry Dagoe yang merencanakan film ini akan menginsiprasi anak-anak Indonesia.

Ia menambahkan, dirinya tidak akan bisa bekerja tanpa naskah. “Kebetulan pekerjaan ini datang hampir bersamaan. Untuk film Qasidah Berjanji dan Nginep, saya bertindak sebagai sutradara,” ujar Harry yang juga menggarap film Keira (2018).

Para pendukung film ‘Nimas Selendang Merah’.

Sementara itu, untuk film Nimas Selendang Merah, Harry Dagoe bertindak sebagai supervisi bagi duet sutradara Indonesia  dan Malaysia.

Nimas Selendang Merah mengangkat kesenian tradisional, sinden jaipongan di Jawa Barat, khususnya Subang. Syuting film akan berlangsung Subang, Majalengka dan Kuningan.

“Kita tidak syuting di Malaysia, tapi menggunakan pemain Malaysia dan sutradara Malaysia. Insya Allah, semua bisa terlaksana dengan baik,” pungkas Harry Dagoe Suharyadi. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Ikut Meramaikan Kosasih Day 2020, Sri Asih Tayang di LINE Webtoon

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Dalam rangka ikut merayakan Kosasih Day 2020, LINE Webtoon Official dari Bumilangit kembali menghadirkan sosok Sri Asih, lewat komik Sri Asih: Celestial Goddes.

Sri Asih merupakan karakter jagoan pertama yang terbit dalam sejarah komik Indonesia, ciptaan Bapak Komik Indonesia, RA. Kosasih.

Kehadiran Sri Asih: Celestian Goddes diharapkan bakal menyusul sukses Virgo and the Sparklings yang sudah diterjemahkan ke 21 bahasa oleh para fans internasional.

Sri Asih: Celestial Goddess akan diterbitkan mingguan melalui platform baca komik gratis Line Webtoon, menceritakan seorang perempuan bernama Alana yang sedari kecil sering melihat makhluk gaib.

Kehidupannya sebagai remaja biasa mendadak berubah, saat teman-temannya dilanda bahaya. Dia kini menjadi sesosok dewi yang siap menyelamatkan dunia dari energi jahat.

Jagoan perempuan pertama Indonesia ini harus belajar menyesuaikan diri antara tugas sekolah, menguasai selendang ajaib, berlatih terbang dan menghadapi sosok kegelapan yang selalu mengintai.

Cerita digalang oleh Archie the RedCat dan digambar oleh Devita Krisanti,  duo komikus muda bertalenta ini menampilkan Sri Asih  dalam konsep dan desain yang baru dan kekinian.

Is Yuniarto selaku General Manager Bumilangit Comic Media mengatakan, Webtoon Sri Asih: Celestial Goddess hadir pada momentum istimewa, 4 April 2020, yakni perayaan 101 tahun hari kelahiran Sang maestro komik Indonesia, RA. Kosasih.

Tahun lalu, Sri Asih yang diperankan oleh Pevita Pearce muncul pertama kali dalam film Gundala. Film Sri Asih garapan sutradara Upi, saat ini sedang dalam tahap pra produksi. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Film

Putus Hubungan dengan Corona, Bioskop di Jakarta Tutup Sementara

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup sementara sejumlah tempat hiburan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Salah satu yang ditutup adalah bioskop, sejak Senin (23/3).

Keputusan penutupan sementara tempat hiburan disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam jumpa pers pada Jumat (20/3/2020).

Anies mengatakan untuk membatasi gerak masyarakat tidak cukup hanya menutup kawasan wisata saja. Menurutnya, penting apabila kegiatan hiburan ditutup.

“Penutupan kegiatan wisata milik pemerintah sudah dilakukan pekan lalu, mulai pekan ini kita harap dunia usaha untuk bersama-bersama, karena kalau hanya dikerjakan sebagian, dan sebagian lain memilih interaksi, maka penyebaran berjalan terus. Mulai Senin kita akan melakukan peniadaan kegiatan hiburan,” kata Anies.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemprov DKI telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 60/SE/2020 yang menyatakan Pemprov DKI akan melakukan penutupan sementara kegiatan operasional usaha hiburan dan rekreasi selama dua pekan.

Bioskop adalah salah satu usaha hiburan yang ditutup sementara oleh Pemprov DKI. Penutupan berlangsung pada 23 Maret-5 April 2020.

Berikut kegiatan usaha yang wajib tutup selama dua pekan:
a. Klab Malam
b. Diskotek
c. Pub/Musik Hidup
d. Karaoke Keluarga
e. Karaoke Executive
f. Bar/Rumah minum
g. Griya Pijat
h. Spa (Sante Par Aqua)
i. Bioskop
j. Bola Gelinding
k. Bola Sodok
l. Mandi Uap
m. Seluncur
n. Area permainan ketangkasan manual,mekanik dan/atau elektronik untuk orang dewasa (***)

Continue Reading

Film

Si Mbok Iyem, Puwaniatun Meninggal Dunia

Published

on

By

Purwaniatun (youtube)

Kabarhiburan.com, Jakarta – Dunia hiburan Indonesia tengah berduka. Aktris sinetron dan FTV, Purwaniatun menghembus nafas terakhir pada usia 67 tahun di Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Senin (23/3) pagi.

Kabar dukacita ini dibenarkan oleh salah seorang cucunya, Gia yang dihubungi Senin siang.

“Iya, meninggal karena sakit pasca operasi, kanker rahim,” kata Gia.

Gia menambahkan, kondisi Purwaniatun melemah pasca operasi kanker pada akhir Januari 2020 lalu.

Sempat dirawat di ICU, neneknya itu akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Senin (23/3) sekitar pukul 10.33 WIB.

Semasa hidupnya, Purwaniatun seorang aktrin yang disiplin. Ia sering memainkan sosok Mba Pur atau Mbok Iyem, peran asisten rumah tangga streotipe dari Jawa Tengah.

Sejumlah sinetron yang pernah dibintanginya, antara lain, Monyet Cantik dan Serigala Ganteng, Asisten Rumah Tangga, Hidayah, Kawin Gantung dan sejumlah judul FTV.

Selamat jalan, Mbak Pur. Terima kasih sudah menghibur masyarakat Indonesia selama ini. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending