Connect with us

Event

Talenta Baru Ramaikan Audisi The Voice Kids Indonesia di Yogyakarta

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sekitar 300 anak usia mulai 7 hingga 15 tahun, rela antre sejak pagi di Sahid Hotel Yogyakarta, Minggu (23/2). Mereka umumnya didampingi orang tua, ingin uji kemampuan menyanyi pada ajang pencarian bakat menyanyi di kalangan anak-anak, The Voice Kids Indonesia 2020.

Anak-anak ini rupanya terinspirasi pada sukses seorang putra Flores yang mengorbit sebagai bintang baru melalui program The Voice Kids Indonesia session sebelumnya.

Sepanjang berlangsungnya audisi, setiap anak berusaha meyakinkan tim juri audisi dengan penampilan panggung yang unik dan maksimal. Sebut saja Matthew (11), yang jauh-jauh datang dari Semarang. Ia berpenampilan lucu, namun memiliki kualitas suara, yang boleh diadu.

“Tadi sampai sini (Yogyakarta) jam 5 pagi. Aku ingin jadi penyanyi terkenal supaya buat mama papa bangga,” ujar Matthew yang pernah mengikuti The Voice Kids season sebelumnya namun gagal.

Selain dari Semarang, tidak sedikit pula yang datang dari Klaten, Sleman, bahkan Kediri (Jawa Timur). Semangat anak-anak ini patut diacungi jempol. Latief asal Sleman, kebetulan memiliki kekurangan fisik sebagai tuna netra, namun berkat kegigihan telah membawanya ke tahap Precast 2.

“Aku ditawarin di sekolah untuk ikut audisi ini. Aku langsung mau,” ujar Latief yang datang ditemani salah seorang gurunya.

Para peserta open audition Yogyakarta terlebih dulu menjalani proses seleksi tim juri lokal. Apabila lolos, selanjutnya mengikuti seleksi oleh tim GTV. Apabila dinyatakan lolos, mereka akan dihubungi oleh Tim The Voice GTV mengikuti Blind Audition di Jakarta.

Hasbi Assydiqi selaku Kord. Creative The Voice Kids Indonesia GTV mengatakan bahwa tahun 2020 The Voice Kids Indonesia kembali dengan coach baru dan  treatment berbeda.

“GTV mencari bakat-bakat baru untuk tampil di panggung The Voice Kids Indonesia 2020,” ujar Hasbi  yang menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu kota tujuan mencari talenta baru.

Rangkaian audisi The Voice Kids Indonesia akan berakhir di Jakarta pada pekan depan. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Bantuan Presiden Joko Widodo Untuk Sanggar Humaniora

Published

on

By

Humaniora Foundation dan Rumah Singgah Bunda Lenny — kerap dikenal sebagai Sanggar Humaniora sering menerima bantuan dari masyarakat, dermawan dan para artis.

Setelah 25 tahun melayani, baru kali ini menurut pendiri Humanoira, Eddie Karsito, sanggarnya menerima bantuan dari orang nomer satu di negeri ini, Ir Haji Joko Widodo, Presiden RI. Bantuan paket sembako tersebut diterimanya melalui Kementerian Sosial,

“Terima kasih kepada bapak Ir. H. Joko Widodo, Presiden RI, dan bapak Juliari P. Batubara, Menteri Sosial RI, yang telah membantu paket sembako untuk warga binaan kami,” ujar Eddie Karsito di lokasi pembagian sembako di Sanggar Humaniora, Kranggan Permai Jatisampurna Kota Bekasi, Senin, (6/7/2020).

Sebelumnya, lembaga nirlaba ini juga menerima bantuan paket sembako dari Komunitas Sahabat Kartini, KSBN (Komite Seni Budaya Nusantara), maupun lembaga donor lainnya, serta dermawan perorangan.

Sumbangan dari Presiden tersebut, langsung dibagikan kepada ‘para yang berhak’, antara lain, pemulung, janda lanjut usia, serta para pekerja keras di sektor non-formal, seperti buruh bangunan, pekerja galian tanah, petugas kebersihan angkut sampah, pembantu rumah tangga (PRT), pedagang keliling, dan pengamen. Termasuk profesi lainnya yang sedang terdampak wabah Covid 19.

Menurut Eddie Karsito, saat ini ada 229 pemulung di bawah binaan Humaniora Foundation, yang sebagian dari mereka adalah para janda lanjut usia, dengan rentang usia 60 tahun hingga 96 tahun.

Selain itu Humaniora Foundation juga membina ratusan anak yatim, non-panti yang tersebar di dua rumah singgah, Bekasi (Jakarta), dan di Baleendah Bandung (Zar/KH)

Continue Reading

Event

Kemitraan Yang Mempunyai Nilai Ibadah Plus Antara Forwan Dan Soto Seger Boyolali Serta Roti Kekinian

Published

on

By

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Kabarhiburan.com, Depok. Hubungan mutualisme di segala line,  perlu diapresiasi. Apa lagi, hubungan kemitraan tersebut mempunyai nila plus ibadah, agaknya perlu dilestarikan kelanjutannya.

Begitulah yang terjadi antara Forum Wartawan Hiburan Indonesia ( Forwan)  dengan segala mitranya.

Termasuk, dengan dua produk kuliner,  Soto Seger Boyolali ( SSB) dan Ropi alias Roti Bikin Hepi digawangi oleh Hj Amanah —- turut serta  meramaikan  seremonial dan pembagian paket donasi bertajuk FORWAN Peduli Wartawan (FPW) Jilid 2,  digelar Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia di NUpro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (26/6/2020).

Gerai pusat SSB berada di Serpong. Cabangnya, berada di Lebakbulus, Pamulang, Karawang, Tasikmalaya, Jagakarsa, dan Madiun.

Menurut supervisor SSB, Yuyu keterlibatan SSB cabang Jagakarsa, dalam acara spesial ini, pihaknya menyediakan 100 cup dalam konsep prasmanan.

Ciri khas SBB Hj Amanah ini berkuah bening. Isinya bihun, tauge, daging ayam kampung atau sapi, serta diberikan potongan bawang goreng, seledri, jeruk nipis, dan sambal.

Kenapa disebut seger? “Karena kuahnya memang bercitra rasa seger. Bukan dari jeruk nipis tapi dari kaldu ayam atau sapi dengan bumbu-bumbu spesial, racikan sendiri,” ungkap Yuyu.

Harga seporsinya pun terbilang terjangkau. “Kalau SSB ayam ataupun daging Rp15 ribu belum dgn pajak 10%. Kalau campur Rp 10 ribu. Belum termasuk lauk pendampingnya seperti sate Rp 7000, dan lainnya,” ungkap Yuyu.

Lanjut Yuyu, pembeli bisa pesan online ataupun makan di tempat. Kalau makan di tempat  jumlahnya terbatas karena mengikuti SOP protokol kesehatan selama Pademi Covid-19 sesuai anjuran pemerintah.

Sementara Ropi, roti kekinian dalam kemasan warna kuning, menyediakan sekitar 200 pcs khusus untuk acara FORWAN bertema sosial ini.

Menurut Sutopo Budi Santosa, Pemilik Bisnis Ropi dan Soto Seger Boyolali Hj. Amanah, harga satuan Ropi Rp 6.000. “Kalau beli 2 pcs nya dapat diskon 2 ribu jadi cuma Rp10.000,” terangnya.

Peminat Ropi dari beragam kalangan dari anak-anak sampai orang tua. Cara mendapatkannya pun sangat mudah karena selain via online juga bisa datang langsung ke outletnya.

Kini, sudah memiliki 50 outlet yang tersebar di lima wilayah di Jakarta, lalu di  Depok, Bekasi, Tangerang, Serang, Karawang, Cikampek, dan Cibinong. ( Zar/KH)

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

Event

Meriahkan Galang Dana PWI Jaya ‘The Story of Artist’, Pasha: Bukan Sekadar Empati

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Menjabat Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah, sejak awal 2016, Sigit Purnomo Syamsudin Said yang akrab disapa Pasha tidak begitu saja melupakan para pekerja seni yang pernah akrab dalam perjalanan karir musiknya.

Rasa solidaritasnya pun langsung mengemuka ketika diajak tampil dalam pentas amal The Story of Artist, acara galang donasi PWI Jaya dan Asosiasi Pekerja Seni.

Pasha mengatakan, dirinya terdorong oleh rasa persaudaraan dan solidaritas terhadap pekerja seni yang terdampak pandemi Covid-19, sekaligus merupakan bagian upaya ikut berempati untuk meringankan beban pekerja seni, yang hampir 4 bulan menganggur karena order manggung sepi.

“Penghentian aktivitas hiburan dan panggung seni memang menjadi dilema bagi masyarakat dan pemerintah, karena isu covid ini. Pemerintah terpaksa mengambil kebijakan yang sangat berat, untuk memutus mata rantai virus ini, termasuk kota Palu,” ujar ikon grup band Ungu ini.

“Kondisi ini diakui sangat memukul masyarakat pekerja seni yang bekerja dari panggung ke panggung. Ini sangat dilematis, karena pemerintah di satu sisi harus memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya, di sisi lain ada situasi lain dimana pemerintah harus memikirkan keselamatan manusia terhadap serangan virus ini,” ungkap Pasha.

Untuk itu, Pasha mengucapkan terima kasih kepada jajaran PWI Jaya dan seluruh pihak terkait selaku pelaksana kegiatan History of Artist ini.

“Mudah-mudahan kegiatan ini, paling tidak bisa jadi penghibur, jadi alat bantu. Sekaligus solusi jangka pendek, khususnya untuk pekerja seni termasuk kru event untuk dapat membantu penghidupannya,” pinta Pasha.

“Terima kasih dan mudah-mudahan acara ini diberkati dan dilancarkan, sehingga kita bisa menjalankan tugas dan kewajiban sosial kita sebagai sesama warga bangsa,” ujar Pasha menambahkan.

Seperti diketahui, Pasha bersama Sandiaga Uno, Syahrul Yasin Limpo, Vina Panduwinata, Tantri Kotak, Iis Dahlia, Close Friends dan sejumlah musisi lainnya, akan tampil dalam  konser amal The Story of Artist yang digelar oleh PWI Jaya dan Asosiasi Pekerja Seni pada Sabtu, 18 Juli, pukul 15.00 -16.30 mendatang.

The Story of Artist dikemas dalam bentuk Live Streaming Program Konsep Virtual Interaktif #DARI RUMAHAJA.

Menampilkan dari  Stand Up Comedy, ngobrol bareng artis dan tokoh, penampilan pengisi acara Vina Panduwinata, Kotak, Iis Dahlia, dan Close Friends.

Acara virtual ini diharapkan mampu mengundang perhatian khalayak untuk menyaksikan konser dan berdonasi. Donasi bisa dilakukan dengan membeli merchandise selama konser berlangsung.

Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah mengatakan kegiatan ini akan dipergunakan untuk donasi bagi sekitar 1000 pekerja seni, baik musik, film, tari, dan seni lainnya.

“Lebih khusus lagi, donasi akan menyasar kepada para kru yang selama ini belum tersentuh bantuan atau donasi,” ujar Sayid. (Rls)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending