Connect with us

Umum

TaniPreneur Berikan Beragam Kemudahan Bagi UMKM Bidang Pangan Indonesia

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Memasuki tahun kedua perjalanannya sebagai startup agritech di Indonesia, TaniHub dan TaniFund yang bernaung di bawah  Tani Group meluncurkan TaniPreneur.

Chief Executive Officer (CEO) Tani Group, Ivan Arie Sustiawan menjelaskan,  TaniPreneur adalah sebuah inisiatif yang ditujukan untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi para wirausahawan, sekaligus memajukan industri pertanian Indonesia.

“Inisiatif TaniPreneur ditujukan kepada individu yang berkeinginan untuk memiliki atau mengembangkan bisnis makanan dan minuman  dan ritel mereka sekaligus membuka jalur pemasaran hasil panen petani-petani lokal,” kata Ivan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Ivan menambahkan, dalam setiap pelaksanaan kegiatannya, TaniPreneur  selalu berpedoman pada social impact dan value creation.

Inisiatif TaniPreneur menaungi tiga program, dengan spesifikasi dan manfaat berbeda, yakni Restopreneur, Storepreneur dan Juicepreneur.

Ketiganya memberi aneka keuntungan, berupa suplai bahan baku segar dan berkualitas, konsisten dan  langsung dari petani lokal.

Sudah begitu, fasilitas pembayaran di hari kedelapan setelah suplai diantar, bebas biaya pengiriman melalui TaniXpress.

Tanipreneur juga memberi konsultasi gratis dengan pakar bisnis dan pakar kuliner yang bersertifikasi. Tersedia pula bantuan pemasaran melalui berbagai media sosial secara gratis.

“Kami ingin membantu mengangkat derajat para petani Indonesia, sekaligus menciptakan wirausaha baru yang akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” kata Ivan.  (Rachmawati AB/KH).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Umum

Inrate Siapkan Inovasi Baru Guna Memasuki Industri Pemeringkat

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Di tengah ombak digitalisasi yang berlangsung belakangan ini, maka rating program di dunia pertelevisian masih relevan sebagai tolok ukur yang konkret dan dinamika bisnis.

Karenanya, hanya ada satu lembaga tunggal yang sangat mendominasi, tidaklah sehat dalam sebuah iklim industri media dan pertelevisian.

Demikian disampaikan aktor dan produser senior Deddy Mizwar dalam Seminar Nasional yang mengangkat tema Ada Apa dengan TV Rating Indonesia, di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta, Selasa (13/11).

Dalam seminar yang digagas oleh Inrate yang merupakan anak usaha Telkom ini, Deddy mendorong perlunya ada lembaga lain sebagai pembanding yang juga bertugas melakukan riset untuk menilai sebuah prgram acara.

“Aturan main bisnis yang menghindari adanya monopoli tetap diselenggarakan selama dalam koridor yang tidak melanggar aturan-aturan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia),” ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini.

“Aturan main bisnis yang menghindari adanya monopoli tetap diselenggarakan selama dalam koridor yang tidak melanggar aturan-aturan KPI,” ujar mantan gubernur Jawa Barat itu.

Pendapat senada juga disampaikan oleh Achjuman Achjadi selaku Praktisi Dunia Rating Televisi.  Antara lain mengatakan bahwa dominasi tunggal lembaga pengukuran rating televisi, membuatnya luput dari kritik dan masukan publik.

“Idealnya, lembaga tersebut  dikontrol dan diawasi oleh asosiasi televisi swasta (ATVSI). Dengan demikian, catatan perbaikan seperti ini dapat ditangkap sebagai sebuah kesempatan oleh lembaga pembanding di bidang sejenis,” ungkap Achjuman.

Ia juga menyoroti pengukuran rating TV terrestrial, pay TV maupun TV digital yang selama ini berlangsung masih belum terintegrasi, alias berjalan sendiri-sendiri. Padahal, kebiasaan menonton sekarang dilakukan dengan banyak saluran.

Achjuman menganjurkan, agar pengukuran yang sifatnya masih silo perlu digabungkan menjadi single source.

“Lantaran di masa mendatang  TV rating masih relevan dan sangat diperlukan guna mendapatkan data yang bisa mewakili tren menonton dari audiens,” pungkasnya.

Pada akhir seminar, Hartana selaku CEO Inrate, sebuah lembaga pemeringkat anak usaha PT Telkom, menyatakan pihaknya telah menyiapkan inovasi untuk merambah dunia digital dan siap memasuki industri pemeringkat.

Inrate merasa sangat siap untuk memanfaatkan big data agar memberikan insight yang lebih mendalam mengukur rating televisi,” pungkas Hartana. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

News 11

Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia Lepas Relawan Kloter Ketiga Ke Lombok

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Banten – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Drs Nurul Falah Eddie Pariang, Apt, kemarin melepas keberangkatan apoteker relawan kloter ke 3 di bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Rabu (19/9).

Relawan apoteker tanggap bencana ini dikirimkan ke Lombok untuk membantu di rumah sakit, puskesmas dan posko kesehatan di wilayah yang terdampak gempa.

Nurul Falah mengatakan, relawan yang diberangkatkan kali ini adalah kloter ketiga. Terdiri dari 11 apoteker yang berasal dari Sumatra Utara, Riau, Lampung, Banten, Bali, Samarinda dan Gorontalo.

Rombongan ini menyusul kloter pertama dan kedua, yang sudah lebih dulu berangkat, masing-masing terdiri dari 11 apoteker yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Papua.

“Jadi ini adalah peran serta relawan apoteker dari seluruh Indonesia,” ungkap Nurul Falah kepada wartawan disela pelepasan relawan.

Ketua Umum PP. IAI, Nurul Falah memasang rompi kepada salah seorang apoteker relawan, sebelum diberangkatkan untuk bertugas di Lombok

Relawan kloter pertama bertugas pada 6 – 13 September, disusul kloter kedua pada 13 – 20 September. Selanjutnya kloter ketiga akan bertugas mulai  20 – 27 September.

Rencananya, PD Jawa Barat juga akan mengirimkan 4 relawan apoteker pada 25 September mendatang.

Nurul menambahkan, pemberangkatan relawan apoteker atas biaya PP IAI ini, merupakan bentuk kepedulian profesi apoteker atas penderitaan yang dirasakan saudara-saudara kita di Lombok, akibat gempa bumi yang mengguncang pulau tersebut sejak akhir Juli lalu.

Selama berada di Lombok, para apoteker disebar di sejumlah  fasilitas kesehatan di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat.

Kedua kabupaten ini menjadi terdampak gempa yang paling parah. Sebut saja, Puskesmas Gunung Sari, Posko Darurat Kekait, RS. Lapangan BSMI, RSUP Mataram, Puskesmas Nipah, Puskesmas Gangga, Puskesmas Kayangan, Posko Darurat Pemenang Timur dan Puskesmas Desa Santong.

Di fasilitas kesehatan tersebut, para apoteker melakukan kegiatan sebagaimana yang biasa dilakukan oleh profesi tersebut, yaitu penataan logistik dan pelayanan kefarmasian.

Mereka juga   melakukan trauma healing terhadap anak-anak serta upaya promosi kesehatan (promkes), seperti edukasi pola hidup bersih dan sehat, termasuk memberikan MPASI (Makanan pendamping ASI).

Sebelum mengirimkan relawan apoteker, PP IAI sudah mengirimkan bantuan melalui PD NTB, berupa dana dan barang seperti tenda, selimut, diapers dan pembalut.

“Beragam sumbangan tersebut berasal dari pengurus daerah, pengurus cabang dan apoteker secara pribadi yang dikumpulkan melalui Dompet Apoteker Peduli Lombok, yang dilakukan pada 6 Agustus hingga 21 Agustus silam. Donasi terkumpul sebanyak Rp 353.937.657,” ungkap Nurul.

Seiring berjalannya waktu, bantuan logistik yang masuk ke Lombok terus berdatangan dari berbagai penjuru, sehingga IAI kemudian memutuskan untuk mengirim relawan.

“Yang masyarakat Lombok butuhkan, bukan lagi sekadar logistik. Melainkan kehadiran para relawan yang secara fisik dan psikis akan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka, yang tengah mengalami trauma yang dalam dan berkepanjangan,” ungkap Nurul.

Kehadiran para apoteker di daerah bencana, ternyata mendapat apresiasi luar biasa dari tenaga kesehatan lain dan berbagai organisasi yang juga mengirimkan relawannya kesana.

Apoteker mampu mengatasi penataan logistik yang selama masa tanggap darurat sangat buruk. Logistik melimpah, namun tidak tertata dan terdokumentasi dengan baik. Akibatnya, pelayanan kefarmasian menjadi terhambat, sehingga pasien harus menunggu lebih lama sebelum menerima obat yang dibutuhkan.

Kehadiran apoteker juga membuat perbekalan farmasi, berupa obat-obatan dan alat kesehatan dapat tertata dan terdokumentasi dengan baik. Akhirnya, pelayanan kefarmasian pun menjadi lebih lancar.

Sejumlah organisasi yang hadir di lokasi bencana, berharap kelak dapat  menjalin kerjasama lebih erat dengan IAI dalam menangani kondisi darurat bencana, seperti di Lombok.

Rabu (19/9) silam telah berlangsung rapat koordinasi kegiatan relawan dan puskesmas. Acara  yang digelar di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara ini  dipimpin Kepala Dinas Kesehatan KLU, Khairul Anwar, SKM, Mkes.

Rapat ini menghasilkan beberapa rekomendasi. Di antaranya, meminta IAI untuk memberikan dukungan manajemen penyimpanan obat untuk semua puskesmas.

“Rapat yang dihadiri oleh para koordinator relawan ini menunjukkan, bahwa kehadiran apoteker sangat dibutuhkan disana,” tutup Nurul Falah. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Lifestyle

Hobi Berdandan di Masa Kecil, Sanova Kini Mengelola Klinik Kecantikan

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Hobi atau kegemaran yang merupakan kegiatan  untuk mengisi waktu luang dan  sarana rekreasi, ternyata dapat  menginspirasi terciptanya peluang bisnis menguntungkan. Sanova (28), pemilik Sanova Skin Care sudah melakukannya dan sukses.

Padahal dalam mengelola klinik kecantikannya, wanita kelahiran Pontianak ini bukan karena dirinya seorang dokter spesialis kulit, melainkan  terinsiprasi dari  kegemarannya berdandan sejak masih bocah.

“Saya memang senang dandan atau make up wajah sendiri sejak masih anak-anak,” ungkapnya.

Lantaran berangkat dari hobi pula, sehingga layanan yang diberikan kepada selalu penuh kecintaan atau kesenangan dan dilakukan dengan sepenuh hati, membawa Sanova Skin Care mulai dikenal masyarakat, meski mengandalkan promosi cuma dari mulut ke mulut dan  melalui internet klinik kecantikan milik Sanova ini semakin dikenal.

Belakangan, menjadikan Sanova Skin Care dipercaya sebagai salah satu rujukan perawatan kulit, di  kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Bisa dibilang, kami dikenal melalui pelanggan yang datang ke tempat kami. Mereka  puas dengan hasil pelayanan yang kami berikan, lalu  mengabarkan kepada teman dan keluarganya,” jelas Sanova yang terus melakukan inovasi dan aktif mengikuti tren kecantikan yang terus berkembang.

Bagi wanita cantik ini,  kecantikan merupakan sebuah momen yang perlu diabadikan. “Bahkan kalau bisa kita bisa yang menciptakan sesuatu tren baru. Bila penting, menyediakan berbagai peralatan penunjang demi kepuasan konsumen,” tambahnya.

Berangkat dari keyakinan tersebut, Sanova Skin Care menyediakan berbagai pilihan treatment untuk perawatan kulit. Sebut saja, Body Treatment,  Face Treatments, dan Special Treatments.

Face Treatments meliputi Glow Peel yaitu peremajaan kulit untuk memperbaiki kondisi kulit akibat berbagai masalah kulit, seperti warna kulit yang tidak rata atau vlek, dengan menggunakan bahan-bahan nabati, dengan proses pengelupasan yang alami.

Adapun Untuk Body Treatments meliputi Slimming Body Parts yaitu teknik pemecahan lemak atau sedot lemak tubuh yang padat dengan alat canggih teknologi, dermatology, sehingga tercapai bentuk badan ideal yang diinginkan serta lebih efektif apabila dikerjakan rutin, agar hasil yang didapatkan lebih maksimal.

Sedangkan Special Treatments meliputi Meso Slim yaitu teknik pelangsingan dengan obat-obat pelangsingan pada bagian yang ingin dikecilkan seperti lengan, perut, paha dan lain-lain.

“Soal harga untuk setiap treatment di klinik saya, harganya bervariatif mulai dari ratusan ribu hingga jutaaan tergantung treatment yang dijalankan,” ungkap Sanova yang menerima pelanggan yang datang sejak pukul 11.00 hingga 19.00 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto:Dok. Sanova Skin Care)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending