Connect with us

Event

Teater Pandora Pentaskan Karya Dunia, ‘Rumah Rahasia Perempuan’

Published

on

 

Yoga Mohamad (nomor dua dari kanan),  bersama sebagian pendukung Teater Pandora dalam cerita ‘Rumah Rahasia Perempuan’.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Teater Pandora terus membuktikan kualitasnya kepada masyarakat bahwa anak muda Indonesia bisa membuat teater dengan kualitas yang baik.

Terbaru, mereka mementaskan Rumah Rahasia Perempuan, yang mengangkat isu keluarga dengan problem kesehatan mental. Cerita ini diadaptasi dari naskah peraih The Pulitzer Prize tahun 2008, August: Osage County karya Tracy Letts.

Digelar selama tiga hari di Graha Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, mulai tanggal 1 hingga hari ini, 3 November 2018.

“Ini pertama kali naskah August: Osage County dipentaskan di panggung Indonesia. Tentu saja sudah kami sesuaikan dengan budaya Indonesia,” ujar sutradara Yoga Muhamad, saat ditemui di Graha Budaya TIM, Jumat (2/11) malam.

Yoga Mohamad menjelaskan, pihaknya menemukan banyak dari masalah kesehatan mental itu berasal dari permasalahan keluarga.

Pada banyak keluarga, masalah ini tidak pernah dibahas secara terbuka. Akhirnya banyak dari mereka yang terlepas dari keluarga. Menjadi pemurung atau lari ke hal-hal yang negatif.

Rumah Rahasia Perempuan menceritakan keluarga yang mengalami disfungsi karena ketiadaan seorang ayah. Cerita berpusat pada kehidupan lima orang perempuan dari tiga generasi dengan segala permasalahannya.

Martha, sang ibu berusia 58 tahun dengan problem kejiwaan dan kecanduan obat. Diana, Lisa, dan Mia, anak-anak Martha dengan problem keluarga, asmara, dan karir mereka masing-masing.

Sementara itu, Arlen, remaja berusia 16 tahun yang mewakili generasi millenial dengan problem pencarian jati diri dan pemberontakannya.

Sang Ibu dalam kesendiriannya itu hanya ditemani seorang pelayan bernama Anna, harus kembali bertemu dengan anak-anaknya yang telah lama pergi meninggalkan rumah.

Pertemuan ini hanya dimungkinkan setelah mereka mendapat kabar bahwa Martin, ayah mereka satu-satunya laki-laki dalam keluarga, menghilang.

Dalam pertemuan yang langka ini justru menguak berbagai rahasia dan masalah yang selama ini disembunyikan.

Empat perempuan dewasa, penuh rahasia, berkumpul kembali di rumah masa kecil mereka, dihadapkan pada dua pilihan. Bertahan dengan ibu mereka yang kacau atau pergi meninggalkan rumah. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Cindy Sedih Tidak Bisa Melaju ke Babak 6 Besar

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Persaingan di Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2020 kiat ketat. Apalagi kini telah memasuki babak 8 besar. Grup 2 menampilkan 4 kontestan, yakni Gita (Lombok), Rahman (Bogor), Cindy (Bone), dan Reka (Garut).

Mereka beradu yang terbaik dalam menyanyi di panggung MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (28/9) malam.

Kontes dibuka oleh Cindy, wanita cantik asal Bone, membawakan lagu Cinta Berpayung Bulan. Dilanjutkan dengan penampilan Gita (Lombok) dengan lagu Engkaulah Takdirku sukses membius dewan juri.

Peserta asal Bogor, Rahman juga tampil sempurna dalam lagu Jandaku.

“Rahman pas mebawakan lagu ini. Gak dimacem-macemin. Kamu ini pas banget. Kekuatan kamu di dangdut klasik,” ujar Iis Dahlia.

Kontes 8 besar grup 2 KDI 2020 ditutup dengan penampilan Reka (Garut) dengan lagu Nirmala.

Keempat kontestan telah menampilkan penampilan terbaiknya. Ruben Onsu dan Vega Darwanti selaku pembawa acara mengumumkan bahwa Cindy (Bone) harus terhenti menggapai mimpi menjadi Bintang Dangdut masa depan.

“Sedih karena Cindy tidak bisa melaju ke babak selanjutnya. Tapi masuk di top 8 Cindy merasa bersyukur. Cindy harus lebih semangat lagi dan lebih baik lagi,” ujar Cindy.

Minggu depan, 6 kontestan akan bersaing di babak 6 besar yang lebih seru, yakni Gita (Lombok), Rahman (Bogor), Reka (Garut), Wahid (Sidoarjo), Elsa (Tasikmalaya), dan Haviz (Dumai).

Ayo, dukung terus kontestan idola kalian melalui SMS dengan format ketik KDI (spasi) Nama Kontestan kirim ke 95151 dan melalui aplikasi RCTI+. Jangan lupa saksikan juga Kontes KDI berikutnya setiap Senin pukul 19.00 di layar MNCTV. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Selamat! Meli Nuryani dari Jawa Barat Rebut Juara Pertama LIDA 2020

Published

on

By

Sebagai juara pertama LIDA 2020, Meli berhak memboyong piala bergilir LIDA 2020 ke Provinsi Jawa Barat.

Kabarhiburan.com – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan Indosiar untuk menuntaskan ajang pencarian bakat menyanyi dangdut terbesar dengan hadiah dan peserta terbanyak, Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020 .

Acara yang mengenakan tagline Seni Menyatukan ini disiarkan secara langsung dari dari studio Emtek, Jakarta Barat, konsisten menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Pada situasi demikian, Meli Nuryani keluar sebagai juara Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020 dan Provinsi Jawa Barat resmi memboyong Piala Bergilir LIDA 2020.

Meli menjadi pemenang LIDA 2020, usai mengalahkan pesaingnya Gunawan Muharjan asal Maluku Utara dan Hari Putra dari Jambi pada Konser Kemenangan pada Senin (28/9) malam tadi.

Ketiganya saling mengalahkan dalam meraih perolehan SMS sejak Konser Grand Final pada Minggu (27/9).

Sebelumnya sampai kesana, mereka telah melalui proses seleksi ketat pada babak demi babak dan mengalahkan duta dangdut terbaik dari 34 provinsi, sejak 23 Januari 2020. Termasuk mengalahkan ribuan peserta saat audisi pada 15 Januari 2020.

Penampilan ketiga Duta Provinsi pada Konser Grand Final dan Konser Kemenangan pun dibanjiri pujian dari Dewan Juri, yang terdiri dari Soimah, Dewi Perssik, Inul Daratista, Lesti DA, Fildan DA dan Nassar.

Bahkan, Ruth Sahanaya yang berduet dengan mereka pada Konser Grand Final, mengaku kagum pada kualitas suara dan penampilan Meli, Hari dan Gunawan. “Ketiganya sudah jadi bintang,” puji Ruth Sahanaya.

Setelah memperlihatkan kembali rangkuman penampilan ketiganya sejak babak audisi, Ramzi, Irfan Hakim, Gilang Dirga, Rizky Billar, Rara LIDA, dan Jirayut DAA, mengumumkan urutan juara LIDA berdasarkan akumulasi perolehan polling SMS.

“Selamat kepada Meli (Jawa Barat), Juara LIDA 2020,” seru Irfan Hakim dan Ramzi disambut oleh Dewan Juri dengan sukaria.

Hasil akumulasi Polling SMS, Meli terpaut tipis dari Gunawan di urutan kedua. Meli berhasil mengumpulkan 35,91 persen, sedangkan Gunawan harus puas dengan 32,84 persen dan Hari menjadi juara ketiga mengumpulkan 31,25 persen.

Padahal di Konser Grand Final hasil polling sementara, Hari mengumpulkan 36,67 persen, lebih unggul dari Gunawan dengan 32,54 persen dan Meli dengan 30, 79 persen.

“Meli mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua Meli yang selalu kasih support dan doa untuk Meli,” ujar perempuan berusia 15 tahun tersebut sambil berurai air mata bahagia.

Sebagai juara pertama, Meli didaulat memboyong Piala Bergilir LIDA 2020, trophy, hadiah uang sebesar Rp 500 juta dan rekaman satu judul single. Gunawan mendapat hadiah uang sebesar Rp 300 juta dan hadiah uang sebesar Rp 200 juta untuk Hari Putra.

Protokol Kesehatan

Terkait pandemi Covid-19, Indosiar pun mewanti-wanti kepada seluruh pendukung Duta Provinsi agar tidak menggelar penyambutan para juara LIDA 2020, saat pulang ke provinsi asal masing-masing.

Mengenakan ‘face shield’ saat tidak menyanyi.

Anjuran tersebut disampaikan oleh pembawa acara Ramzy dan Irfan Hakim pada setiap kesempatan sepanjang Konser Kemenangan.

Seperti diketahui, Indosiar konsisten menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat sejak babak Top 6 pada 19 September 2020. Selama kompetisi berlangsung, maka seluruh pengisi acara wajib mengenakan face shield, kecuali Duta Provinsi saat menyanyi.

Demikian pula penyanyi latar dibatasi enam orang saja, kursi Dewan Juri diberi jarak, disediakan hand sanitizer dan disinfektan di dalam studio. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Meli (Jawa Barat), Hari (Jambi) dan Gunawan (Maluku Utara), Siapa Juara LIDA 2020?

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Kompetisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020 telah sampai pada babak penentuan yang berlangsung dua babak, yakni Konser Grand Final LIDA 2020 pada Minggu (27/9) dan Konser Kemenangan pada Senin (28/9) malam.

Konser disiarkan secara langsung dari studio Emtek, Jakarta Barat, dipandu oleh Ramzi, Irfan Hakim, Gilang Dirga, Rara LIDA, dan Jirayut DAA, mempertemukan 3 Duta Provinsi: Hari (Jambi), Meli (Jawa Barat) dan Gunawan (Maluku Utara).

Ketiganya sampai pada Konser Grand Final LIDA 2020, setelah menyisihkan 67 Duta Dangdut terbaik di 34 Provinsi di Indonesia, selain memenangkan persaingan saat audisi.

Pada konser Grand Final Minggu (27/9), masing-masing Duta Provinsi beradu kreatif dan mengembangkan tantangan Dewan Juri yang meminta mereka  berduet dengan Diva Pop  Ruth Sahanaya dan menyanyi solo.

Kedua tantangan tersebut bertujuan meraih sebanyak mungkin dukungan SMS dari pemirsa di Tanah Air, yang akan menentukan posisi mereka di tangga juara.

Juara pertama berhak memboyong piala bergilir LIDA 2020 ke provinsi tercinta dan hadiah uang sebesar Rp 500 juta. Sementara juara dua berhadiah uang sebesar Rp 300 juta dan Rp 200 juta bagi juara ketiga.

Lirik Bahasa Maluku

Kompetisi dibuka oleh penampilan duet Meli (Jawa Barat) dan Ruth Sahanaya, menyanyikan lagu Astaga, membuat seluruh Dewan Juri memberikan standing ovation. Meli juga sukses melambungkan namanya ke ranking teratas perolehan polling sementara.

Dewan Juri Inul Daratista dan Soimah mengatakan bahwa Meli sempat salah lirik lagu dan tampil kurang gereget.

“Masih ada kesempatan sekali lagi untuk Meli untuk memperbaiki,” ujar Inul Daratista.

Duet apik juga dihadirkan Gunawan (Maluku Utara) dan Ruth Sahanaya, saat menghadirkan lagu Keliru. Keduanya, bahkan membuat improvisasi nan manis di pertengahan lagu, berupa lirik bahasa Maluku, yang menghangatkan suasana kompetisi.

Seluruh Dewan Juri pun kembali memberikan standing ovation untuk Gunawan. Bahkan Soimah tidak ragu memuji penampilan Gunawan.

“Saya melihat penampilan kamu luar biasa bagus. Kelak, kalau sudah juara, terus bikin lagu. Penyanyi akan dikenang karena karyanya,” pinta Soimah yang diamini oleh Dewi Perssik.

Lagu Kaulah Segalanya persembahan Hari (Jambi) dengan Ruth Sahanaya semakin memeriahkan suasana kompetisi Grand Final. Seluruh Dewan Juri memuji Hari yang tampak intim dengan Ruth Sahanaya.

“Kamu bernyanyi dengan Mbak Uthe, chemistry-nya bagus banget. Tetaplah konsisten, professional dan rendah hati,” pinta Inul Daratista, yang diamini oleh Lesti DA dan Fildan DA.

Bunglon dan Kuda Hitam

Memasuki tantangan kedua, Meli tidak ingin membuat kesalahan sekecil apapun. Meli berhasil mendapatkan penampilan terbaiknya, saat membawakan lagu milik Rhoma Irama berjudul Buta Tuli. “Kamu juaranya,” teriak Fildan DA.

Nilai perolehan sementara para Duta Provinsi pada babak Grand Final, Minggu (27/9).

Aksi panggung Meli yang demikian sempurna, membuat nama Meli kembali menguat ke posisi  teratas perolehan nilai polling sementara.

Tak lama kemudian, Gunawan (Maluku Utara) ganti menguasai polling perolehan nilai, berkat penampilannya yang  mengesankan saat menyanyikan lagu asing, berjudul Zaroorat. Lagu dari India ini menceritakan kesedihan akibat ditinggal kekasihnya.

Demi menyampaikan pujiannya, Juri Fildan DA harus mendatangi Gunawan di atas panggung, lalu beradu improvisasi lagu Zaroorat.

“Kamu tampil bagus sekali. Maluku Utara pasti bangga padamu,” ujar Fildan yang dibenarkan Inul Daratista.

“Nyanyi apa saja, kamu bisa. Tarian, gerak dan vokalnya semakin bagus,” puji Inul yang menyebut Gunawan sebagai ‘bunglon’ dan ‘kuda hitam’.

Hari seakan mempertegas identitasnya sebagai putra Jambi, ketika menghadirkan  lagu dari Ranah Melayu berjudul Engkau Laksana Bulan dan lagu Bunga Nirwana.

Hasilnya, selain meraih standing ovation dari seluruh Dewan Juri, Hari juga mengembalikan namanya ke kursi teratas perolehan polling sementara, yakni Hari (36,67) disusul Gunawan (32,54) dan Meli (30,79).

Mereka akan kembali bertarung pada Konser Kemenangan, berlangsung live di layar Indosiar, pada Senin (28/9), pukul 19.00 WIB. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending