Connect with us

Lifestyle

Teh Bhumi, Minuman Kekinian Selama Ajang Asian Games 2018

Published

on

Widya Wiedagdo dan Nely I Almatsier

Kabarhiburan.com, Jakarta – Ajang Asian Games 2018 memberi peluang pada beragam produk  minuman dan makanan untuk promosi, seperti halnya Teh Bhumi. Produk teh berkualitas asal kota Solok, Sumatera Barat ini merupakan  kerjasama  PT Angkasa Pura dan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Menurut Widya Wiedagdo, Vice President Complience & Risk Management Angkasa Pura, membenarkan bahwa selama ajang Asian Games, Teh Bhumi paling banyak dicari konsumen karena keunikan rasa dan kesegarannya di mulut. Dapat diramu menjadi minuman kekinian yang menggoda selera.

“Seperti diketahui, Teh Bhumi mempunyai beberapa varian yang dapat dipadu dengan berbagai rasa, seperti  rasa keju, lemon, susu dan daun pandan.”, kata Widya saat dijumpai di Booth Teh Bhumi di Zona Kaka, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (31/8).

Booth Teh Bhumi selama ajang Asian Games 2018

“Produk teh Bhumi dibuat dari pucuk tanaman teh pilihan yang hanya tumbuh di dataran tinggi kawasan Gunung Kerinci, Solok Selatan, berkelembaban 18 derajat Celsius. Teh putih atau white tea yang dimiliki bhumi tidak sama dengan white tea lainnya. Ini   terbaik di kelasnya”, ujar Busines Development & Marketing Communication Manager Angakasa Pura Retail, Nely I. Almatsier.

Nely menambahkan bahwa teh Bhumi memiliki mengandung zat anti oksidan dan nitrogen yang tinggi, yang bermanfaat untuk membantu melancarkan peredaran darah.

“Selama ajang Asian Games, yang paling banyak dimintai adalah teh jenis Black Kaffir Lime dan Breakfats Tea. Sangat cocok untuk dinikmati dengan campuran keju, susu dan lainnya”, tambah Nely.

Teh Bhumi dikemas dalam kaleng  dengan berat 40 gram, dibanderol berkisar antara Rp 75 ribu hingga Rp 200 ribu. Sedangkan dalam kemasan gelas pada harga antara Rp15 Ribu hingga Rp20 ribu.

Melengkapi kemasan yang sudah ada, Teh Bhumi juga akan dikemas dalam bentuk sachet atau celup yang praktis penyajiannya.

“Rencananya, Teh Bhumi akan diekspor ke mancanegara, di benua Eropa. Kami tengah menjajagi kerjasama jaringan hotel sebagai komplimen di kamarnya,” ungkap Widya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Sparks Fashion Academy (SFA) Gelar Open House Bertema “Fashion Careers For The Future”

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Mengangkat tema “Fashion Careers For The Future” acara ini bertujuan untuk memberikan keyakinan kepada para fashion enthusiast untuk meraih peluang lebih sukses lagi dengan berbagai macam karir dan pengembangan bisnis di dunia fashion sesuai dengan misi SFA “Turning Fashion Into Business”.

“Lulus dari sekolah mode bukan hanya menjadi seorang Fashion Designer saja, ada berbagai ragam karir yang dibutuhkan secara luas di industri mode”, terang Floery D. Mustika, Founder dan CEO SFA di pembukaan acara.

“Seperti yang dijalani oleh siswa SFA setelah mereka lulus.  Mereka tersebar dalam berbagai karir, seperti menjadi Visual Merchandiser, Commercial Stylist, Fashion iIlustrator, Fashionpreneur dan banyak lainnya. Dan yang saat ini yang juga sedang di cari oleh para brand owner adalah Digital Content Consultant atau agency yang diperlukan untuk membuat konten fashion di media sosial. Melalui acara Open House ini, kami ingin membuka wawasan kepada para fashion enthusiast bahwa peluang karir di dunia fashion terbuka lebar”, tambahnya.

Fashion Careers For The Future di bahas lebih luas dalam sesi Fashion Sharing bersama Lenny Agustin, perancang mode Indonesia yang menjabarkan “The Future Of Fashion”. Kreatifitas dan potensi dunia fashion tidak akan pernah tenggelam, asal para pelaku fashion jeli dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Generasi muda saat ini sangat cepat adaptif dan lebih berani berbisnis yang di fasilitasi dengan digitalisasi, seperti marak munculnya otodidak Online Shop dan Merchandise Entreprenuer.

Diharapkan ini tidak menjadi trend sementara, tapi generasi muda pecinta fashion harus terus mengasah skill mereka dan membangun mental yang kuat agar apa yang mereka rintis menjadi masa depan karir atau bisnis fashion yang berjangka panjang dan legacy.

Lebih lanjut, Yanti Parapat – Co-Founder SFA, menjelaskan bahwa untuk lebih luas dapat dijangkau oleh para fashion enthusiast yang ingin terjun di dunia mode, SFA juga memperkenalkan konsep kelas “Anywhere and Everywhere” yang merupakan bentuk transformasi konsep kelas yang diadaptasikan dengan masa new normal. Kelas-kelas online atau virtual dikembangkan dengan konsep yang interaktif sehingga para fashion enthusiast yang berada di luar Jakarta dapat memanfaatkan kelas ini.

Kebutuhan kelas offline, atau kelas tatap muka juga dikembangkan SFA dengan menyebar ke beberapa lokasi yang mendekatkan jarak SFA kepada siswa, berkolaborasi dengan beberapa venue dan coworking space.

Salah satu yang digandeng SFA menjadi kolaborator konsep kelas ini adalah GoWork yang merupakan provider premium coworking space nomor satu di Indonesia yang telah tersebar di lebih dari 20 titik dalam 4 kota di seluruh Indonesia yang juga memiliki kesamaan nilai dengan SFA yakni “To help people to achieve their best”.

“Ini merupakan momentum yang sangat baik bagi kami dapat bekerjasama dengan SFA. Komitmen kami tidak hanya sebatas menghadirkan ruang kreatif atau creative space yang indah dan nyaman, namun juga diperlengkapi dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan anjuran Pemerintah di masa pandemi ini. Kelas pertama yang sudah kami buka terlebih dahulu yakni di GoWork fX Sudirman setiap hari Sabtu, namun tidak menutup kemungkinan untuk kami membuka kelas regular berikutnya di lokasi-lokasi GoWork lainnnya mengingat GoWork memiliki banyak lokasi, bahkan di area sub-urban dan di sepanjang jalur MRT Jakarta, yang mempermudah akses bagi para peserta.” ungkap Charlie Coulson, Event & Brand Activation Lead, GoWork.

Rangkaian acara Open House di tutup dengan kegiatan lanjutan yakni Virtual Fashion Workshops yang digelar SFA bersama Hotel Harris Vertu, agar Fashion Enthusiast dapat merasakan langsung program-program yang mendukung perkembangan karir dan bisnis di dunia mode.

Continue Reading

Lifestyle

Pahlawan Piala Thomas 1994 Hermawan Susanto, Buka Gerai Minuman Kekinian

Published

on

By

Hermawan Susanto (kanan) didamping Andrew Susanto.

Kabarhiburan.com – Setelah gantung raket alias pensiun dari lapangan bulutangkis, mantan atlet bulu tangkis harus memilih jalan demi menyambung hidup. Selain menjadi pelatih, tidak sedikit pula yang memilih berbisnis properi, peralatan olahraga, pijat kesehatan, bahkan bisnis kos-kosan dan sebagainya.

Hermawan Susanto (53), misalnya, kini malah merambah bisnis minuman. Lewat usaha waralaba, salah satu pahlawan Piala Thomas 1994 ini membuka gerai minuman kekinian di bawah bendera ‘Glek’.

“Di kala pandemi Covid-19 yang belum mereda, usaha ini bisa untuk cari tambah-tambah agar dapur tetap mengebul,” ungkap Hermawan yang akrab disapa Aim ini saat acara launching, baru-baru ini.

Di bisnis waralaba ini, Aim tak sendirian. Dia berpatungan dengan menggandeng pengusaha batik, Sukasno atau karib dipanggil Mas Kas.

Gerai tersebut berada di lokasi yang sangat strategis. Tepatnya di Jalan Raya Pondok Hijau Permai A2/9, persis di depan Patung Kuda, Pengasinan, Bekasi Timur.

Lokasi tersebut milik Aim. Dulu, pada 1989 lokasi tersebut menjadi tempat tinggal Aim sebelum kemudian pindah ke kawasan Cipinang, Jakarta Timur.

Jauh sebelumnya, Aim sebenarnya telah memiliki usaha. Yaitu berbisnis kos-kosan di sejumlah tempat di Jakarta Selatan, serta mengelola gedung olahraga miliknya di Jakarta Timur.

Tak hanya gerai minuman ‘Glek’. Di lokasi yang kini sudah dibangun menjadi deretan ruko tersebut, Aim juga membuka usaha cuci mobil-motor, jasa laundri, dan klinik psikologi.

“Di sini sekalian memanfaatkan ruko yang kosong. Biar pelanggan bisa santai sejenak nikmati minuman sambil menunggu mobilnya dicuci,” kata peraih medali perunggu Olimpiade Barcelona 1992 ini.

Untuk mengelola bisnis barunya tersebut, dipercayakan Aim kepada putra tunggalnya, Andrew Susanto.

“Biar dia mulai belajar berbisnis dan menerapkan ilmu yang didapat dari kampus,” sebut pria kelahiran Kudus (Jateng), 24 September 1967 itu.

Andrew memang sudah mengantongi ijazah strata-1 dari Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta. Bahkan kini meneruskan ke jenjang master di kampus yang sama.

“Ya saya pelan-pelan belajar untuk menerapkan ilmu yang saya dapatkan dati kampus dengan berbisnis minuman kekinian Glek ini,” tutur Andrew. (Tumpak S)

Continue Reading

Lifestyle

Kiat Sukses Sarah Alana Gibson Kelola Bisnis Kecantikan

Published

on

By

Sarah Alana Gibson (kanan) menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada Ibunda Rafsi (kiri).

Kabarhiburan.com – Mengelola bisnis kecantikan sambil mengarungi gelombang pandemi Covid-19, bukan hal yang mudah. Selain dihadapkan pada menurunnya jumlah pelanggan, pengelola juga sempat menutup pintu bisnisnya selama 2 bulan demi memutus penyebaran Covid-19.

Situasi seperti inilah yang dihadapi Alana Beauty Bar, yang berlokasi di kawasan Bangka Raya, Jakarta Selatan.

Beauty bar ini harus vakum selama 2 bulan karena Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Maret 2020. Ketika itu, usia Alana Beauty Bar yang lahir pada November 2019 tersebut, masih seumur jagung.

Masa berlaku PSBB yang simpang siur ketika itu, sempat membuat Sarah Alana Gibson, selaku pengelola Alana Beauty Bar, merasa ketakutan. Apalagi, ia melihat sendiri bisnis lainnya banyak berguguran.

Tidak ingin bernasib serupa, Sarah Alana Gibson pun memutar otak demi mempertahankan Alana Beauty Bar tetap eksis, sebagai tempat yang menyediakan treatment komplit dari ujung rambut hingga ujung kaki. Selain harus mempertahankan kekompakan timnya dengan tidak memberlakukan PHK.

“Misalnya, untuk menghindari kerumunan disini, kami menerapkan kebijakan By Phone Only, yakni karyawan hadir kalau sudah mendapat order dari costumer. Bila penting, kami mendatangi kediaman pelanggan,” ujar Sarah Alana Gibson yang juga selebgram ini.

Sarah Alana Gibson pun terlihat berseri-seri karena berhasil melalui masa sulit, sesuai harapannya. Sebagai wujud rasa syukurnya, Alana Beauty Bar merayakan ulang tahun pertama, Rabu (10/11).

“Yang saya syukuri, costumer masih datang walaupun situasi pandemi seperti sekarang. Ini membuat saya optimis, Alana Beauty Bar tetap bertahan melewati situasi sulit ini,” pinta Sarah yang merencanakan membuka cabang di kawasan Bintaro pada awal tahun 2021.

Dalam acara doa bersama yang berlangsung sederhana namun khidmat tersebut, Sarah melakukan pemotongan tumpeng, dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun oleh ibundanya, Rafsi.

“Kiatnya, kami selalu berupaya memenuhi kenyamanan dan kepuasan costumer dengan harga terjangkau. Itulah tujuan Alana Beauty Bar,” ujar Sarah menjawab pertanyaan wartawan.

Seperti diketahui, Alana Beauty Bar menawarkan pelayanan kecantikan yang lengkap. Sebut saja, slimming muka, facial glowing, spa rambut, nail art, dan masih banyak lagi. Semua pelayanan tersebut dirangkum dalam konsep bernuansa pink terkesan milenial. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending