Connect with us

Event

Tiara atau Lyodra, Siapa The Next Indonesian Idol?

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Grand Final Indonesian Idol X berlangsung pada konser yang megah di studio RCTI+, Jakarta, Senin (24/2) malam hingga Selasa (25/2) dini hari.

Kedua pesertanya, Tiara Anugrah dan Lyodra Ginting telah berjuang memberikan penampilan terbaik selama 4 bulan untuk sampai di posisi ini, baik menyanyi solo maupun duet.

Mengusung tema Beauty and The Beats, Tiara dan Lyodra telah melewati 4 babak. Babak pertama yakni Duet Pembuka oleh Lyodra dengan Andmesh dalam lagu Jangan Ubah Takdirku.

Duet Lyodra Ginting dan Andmesh.

Mereka menciptakan duet yang indah, membuat Rossa, yang menggantikan posisi BCL di kursi juri, enggan berkomentar banyak.

“Malam ini saya tidak mau berkomentar banyak. Kalian sudah menjadi juara. Suara kamu indah sekali,” ujar Rossa.

Dilanjutkan dengan duet Tiara dan Denny Caknan membawakan lagu Kartonyono Medot Janji. Sontak seluruh penonton di studio ikut bergoyang.

“Tiara kamu keren. Ini lagu keren dan kamu punya kesempatan yang luar biasa, bisa duet sama penyanyi aslinya yang terkenal. Terus rendah hati dan terus belajar. Aku berharap kamu jadi diva muda,” pinta Anang.

Duet Tiara Anugrah duet Denny Caknan

Babak kedua, Final Challange “Tribute to Dewa 19”. Lagu Cintakan Membawamu yang dibawakan Lyodra sangat apik, sukses membuat seluruh penonton dibuat “baper”.

Tak mau kalah, Tiara dengan lagu Kangen membuat seluruh juri memberikan standing ovation. Tiara pun menyanyikan lagu ini hingga meneteskan air mata.

Ultimate Song menjadi babak ketiga bagi Tiara dan Lyodra. Tiara membawakan lagu Greatest Love of All dengan sangat apik, membuat Maia berjanji akan memberikannya sebuah lagu.

Berganti Lyodra membawakan I’d do Anything for Love yang membuat seisi studio semakin memanas.

Di akhir babak, mereka membawakan single kemenangan Gemintang Hatiku, yang diciptakan oleh Laleilmanino.

Penampilan Tiara dan Lyodra yang mengagumkan telah membuat juri bingung memberikan keputusan, siapa yang menjadi juara Indonesian Idol X.

Vote (kontestan) hingga minggu depan,” kata Daniel Mananta dan rekannya yang menjadi pembawa acara Indonesian Idol 2020.

Kemeriahan Grand Final Indonesian Idol X dilengkapi oleh kehadiran Raja Dangdut Rhoma Irama. Tak hanya lagu dangdut, Rhoma Irama juga menyanyikan lagu Hello yang dipopulerkan oleh Lionel Richie.

Penasaran siapa yang menjadi The Next Indonesian Idol 2020? Saksikan Result and Reunion Indonesian Idol X pada Senin, 2 Maret 2020 mendatang, live di RCTI. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Bantuan Presiden Joko Widodo Untuk Sanggar Humaniora

Published

on

By

Humaniora Foundation dan Rumah Singgah Bunda Lenny — kerap dikenal sebagai Sanggar Humaniora sering menerima bantuan dari masyarakat, dermawan dan para artis.

Setelah 25 tahun melayani, baru kali ini menurut pendiri Humanoira, Eddie Karsito, sanggarnya menerima bantuan dari orang nomer satu di negeri ini, Ir Haji Joko Widodo, Presiden RI. Bantuan paket sembako tersebut diterimanya melalui Kementerian Sosial,

“Terima kasih kepada bapak Ir. H. Joko Widodo, Presiden RI, dan bapak Juliari P. Batubara, Menteri Sosial RI, yang telah membantu paket sembako untuk warga binaan kami,” ujar Eddie Karsito di lokasi pembagian sembako di Sanggar Humaniora, Kranggan Permai Jatisampurna Kota Bekasi, Senin, (6/7/2020).

Sebelumnya, lembaga nirlaba ini juga menerima bantuan paket sembako dari Komunitas Sahabat Kartini, KSBN (Komite Seni Budaya Nusantara), maupun lembaga donor lainnya, serta dermawan perorangan.

Sumbangan dari Presiden tersebut, langsung dibagikan kepada ‘para yang berhak’, antara lain, pemulung, janda lanjut usia, serta para pekerja keras di sektor non-formal, seperti buruh bangunan, pekerja galian tanah, petugas kebersihan angkut sampah, pembantu rumah tangga (PRT), pedagang keliling, dan pengamen. Termasuk profesi lainnya yang sedang terdampak wabah Covid 19.

Menurut Eddie Karsito, saat ini ada 229 pemulung di bawah binaan Humaniora Foundation, yang sebagian dari mereka adalah para janda lanjut usia, dengan rentang usia 60 tahun hingga 96 tahun.

Selain itu Humaniora Foundation juga membina ratusan anak yatim, non-panti yang tersebar di dua rumah singgah, Bekasi (Jakarta), dan di Baleendah Bandung (Zar/KH)

Continue Reading

Event

Kemitraan Yang Mempunyai Nilai Ibadah Plus Antara Forwan Dan Soto Seger Boyolali Serta Roti Kekinian

Published

on

By

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Kabarhiburan.com, Depok. Hubungan mutualisme di segala line,  perlu diapresiasi. Apa lagi, hubungan kemitraan tersebut mempunyai nila plus ibadah, agaknya perlu dilestarikan kelanjutannya.

Begitulah yang terjadi antara Forum Wartawan Hiburan Indonesia ( Forwan)  dengan segala mitranya.

Termasuk, dengan dua produk kuliner,  Soto Seger Boyolali ( SSB) dan Ropi alias Roti Bikin Hepi digawangi oleh Hj Amanah —- turut serta  meramaikan  seremonial dan pembagian paket donasi bertajuk FORWAN Peduli Wartawan (FPW) Jilid 2,  digelar Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia di NUpro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (26/6/2020).

Gerai pusat SSB berada di Serpong. Cabangnya, berada di Lebakbulus, Pamulang, Karawang, Tasikmalaya, Jagakarsa, dan Madiun.

Menurut supervisor SSB, Yuyu keterlibatan SSB cabang Jagakarsa, dalam acara spesial ini, pihaknya menyediakan 100 cup dalam konsep prasmanan.

Ciri khas SBB Hj Amanah ini berkuah bening. Isinya bihun, tauge, daging ayam kampung atau sapi, serta diberikan potongan bawang goreng, seledri, jeruk nipis, dan sambal.

Kenapa disebut seger? “Karena kuahnya memang bercitra rasa seger. Bukan dari jeruk nipis tapi dari kaldu ayam atau sapi dengan bumbu-bumbu spesial, racikan sendiri,” ungkap Yuyu.

Harga seporsinya pun terbilang terjangkau. “Kalau SSB ayam ataupun daging Rp15 ribu belum dgn pajak 10%. Kalau campur Rp 10 ribu. Belum termasuk lauk pendampingnya seperti sate Rp 7000, dan lainnya,” ungkap Yuyu.

Lanjut Yuyu, pembeli bisa pesan online ataupun makan di tempat. Kalau makan di tempat  jumlahnya terbatas karena mengikuti SOP protokol kesehatan selama Pademi Covid-19 sesuai anjuran pemerintah.

Sementara Ropi, roti kekinian dalam kemasan warna kuning, menyediakan sekitar 200 pcs khusus untuk acara FORWAN bertema sosial ini.

Menurut Sutopo Budi Santosa, Pemilik Bisnis Ropi dan Soto Seger Boyolali Hj. Amanah, harga satuan Ropi Rp 6.000. “Kalau beli 2 pcs nya dapat diskon 2 ribu jadi cuma Rp10.000,” terangnya.

Peminat Ropi dari beragam kalangan dari anak-anak sampai orang tua. Cara mendapatkannya pun sangat mudah karena selain via online juga bisa datang langsung ke outletnya.

Kini, sudah memiliki 50 outlet yang tersebar di lima wilayah di Jakarta, lalu di  Depok, Bekasi, Tangerang, Serang, Karawang, Cikampek, dan Cibinong. ( Zar/KH)

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

Event

Meriahkan Galang Dana PWI Jaya ‘The Story of Artist’, Pasha: Bukan Sekadar Empati

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Menjabat Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah, sejak awal 2016, Sigit Purnomo Syamsudin Said yang akrab disapa Pasha tidak begitu saja melupakan para pekerja seni yang pernah akrab dalam perjalanan karir musiknya.

Rasa solidaritasnya pun langsung mengemuka ketika diajak tampil dalam pentas amal The Story of Artist, acara galang donasi PWI Jaya dan Asosiasi Pekerja Seni.

Pasha mengatakan, dirinya terdorong oleh rasa persaudaraan dan solidaritas terhadap pekerja seni yang terdampak pandemi Covid-19, sekaligus merupakan bagian upaya ikut berempati untuk meringankan beban pekerja seni, yang hampir 4 bulan menganggur karena order manggung sepi.

“Penghentian aktivitas hiburan dan panggung seni memang menjadi dilema bagi masyarakat dan pemerintah, karena isu covid ini. Pemerintah terpaksa mengambil kebijakan yang sangat berat, untuk memutus mata rantai virus ini, termasuk kota Palu,” ujar ikon grup band Ungu ini.

“Kondisi ini diakui sangat memukul masyarakat pekerja seni yang bekerja dari panggung ke panggung. Ini sangat dilematis, karena pemerintah di satu sisi harus memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya, di sisi lain ada situasi lain dimana pemerintah harus memikirkan keselamatan manusia terhadap serangan virus ini,” ungkap Pasha.

Untuk itu, Pasha mengucapkan terima kasih kepada jajaran PWI Jaya dan seluruh pihak terkait selaku pelaksana kegiatan History of Artist ini.

“Mudah-mudahan kegiatan ini, paling tidak bisa jadi penghibur, jadi alat bantu. Sekaligus solusi jangka pendek, khususnya untuk pekerja seni termasuk kru event untuk dapat membantu penghidupannya,” pinta Pasha.

“Terima kasih dan mudah-mudahan acara ini diberkati dan dilancarkan, sehingga kita bisa menjalankan tugas dan kewajiban sosial kita sebagai sesama warga bangsa,” ujar Pasha menambahkan.

Seperti diketahui, Pasha bersama Sandiaga Uno, Syahrul Yasin Limpo, Vina Panduwinata, Tantri Kotak, Iis Dahlia, Close Friends dan sejumlah musisi lainnya, akan tampil dalam  konser amal The Story of Artist yang digelar oleh PWI Jaya dan Asosiasi Pekerja Seni pada Sabtu, 18 Juli, pukul 15.00 -16.30 mendatang.

The Story of Artist dikemas dalam bentuk Live Streaming Program Konsep Virtual Interaktif #DARI RUMAHAJA.

Menampilkan dari  Stand Up Comedy, ngobrol bareng artis dan tokoh, penampilan pengisi acara Vina Panduwinata, Kotak, Iis Dahlia, dan Close Friends.

Acara virtual ini diharapkan mampu mengundang perhatian khalayak untuk menyaksikan konser dan berdonasi. Donasi bisa dilakukan dengan membeli merchandise selama konser berlangsung.

Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah mengatakan kegiatan ini akan dipergunakan untuk donasi bagi sekitar 1000 pekerja seni, baik musik, film, tari, dan seni lainnya.

“Lebih khusus lagi, donasi akan menyasar kepada para kru yang selama ini belum tersentuh bantuan atau donasi,” ujar Sayid. (Rls)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending