Connect with us

News 11

Tifa Tour Optimis ‘SIPATUH’ Pulihkan Kepercayaan Jamaah Pada Biro Travel Umroh

Published

on

Kabarhiburan, Tangerang – Maraknya penipuan biro travel umroh sedikit banyak berdampak pada menurunnya omzet biro travel lainnya Biro Travel Tifa Tour (Umroh & Haji Khusus) hanya salah satu yang ikut merasakan penurunan jumlah pelanggan.

Vice President Tifa Tour Mochammad Arsyad mengatakan,  pada tahun 2011 hingga 2012, Tifa Tour pernah memberangkatkan 1000 jamaah setiap bulannya. Belakangan sempat berkurang banyak, menyusul berbagai kasus penipuan oleh biro travel.

“Sebagai pelaku usaha perjalanan umroh dan haji khusus tentu sangat merasakan dampaknya. Beruntung, Kementerian Agama RI   memberlakukan sistem SIPATUH (Sistem Informasi Pengawasan Terpadu). Alhamdulillah, kepercayaan jamaah kembali tumbuh,” ujar Mochammad Arsyad.

Arsyad menjelaskan hal tersebut usai melepas pemberangkatan jamaah umroh perdana di awal musim tahun 1440 Hijriah di Terminal 2, Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Rabu (31/10).

Mochammad Arsyad, Vice President Tifa Tour.

Sistem Informasi Pengawasan Terpadu atau dikenal dengan SIPATUH, yang  digagas dan diperkenalkan kementerian Agama  (Kemenag) sejak April 2018, bertujuan  meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah dan haji khusus.

Mochammad Arsyad  mengatakan bahwa melalui SIPATUH jemaah  akan memperoleh nomor registrasi pendaftaran sebagai bukti pendaftaran yang dilakukan sesuai peraturan.

Berdasarkan nomor registrasi tersebut, jemaah dapat memantau proses persiapan keberangkatan yang dilakukan oleh biro travel umrah, mulai dari pengadaan tiket, pemesanan akomodasi, hingga penerbitan visa.

“Pemberlakukan aplikasi ini tentunya meningkatkan keamanan jamaah dan menghindari penipuan biro travel yang seringkali merugikan masyarakat,” katanya.

Biro travel yang sudah terdaftar di Kemenag  telah mempunyai SIPATUH,  artinya biro tersebut dalam pengawasan kementerian agama selama beroperasi.

“Alhamdulillah Tifa Tour sudah terdaftar di Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) No 51 Tahun 2016. PPIU inilah yang membedakan biro travel yang telah mendapatkan izin resmi dengan yang belum mendapatkan izin Kemenag,” kata Mochammad Arsyad.

Dia menambahkan,  dengan adanya SIPATUH, Tifa Tour dilarang bergabung dengan biro travel lainnya yang tak mempunyai izin untuk memberangkatkan jamaah.  Sekaligus membangkitkan optimisme kelak jumlah jamaah Tifa Tour akan terus meningkat.

“Lambat laun masyarakat akan menyerahkan perjalanan umrohnya kepada biro travel yang terpercaya dan aman serta telah berizin resmi di Kemenag. Dengan sistem ini masyarakat tidak akan lagi takut dan ragu untuk beribadah umroh menggunakan biro travel. Sekaligus meningkatkan keamanan para jamaah,” ucapnya.

Suasana Tifa Tour memberangkatkan jammah umroh dari Bandara Soekarno Hatta, Rabu (31/10).

Pada awal musim tahun 1440 Hijriah ini, Tifa Tour memberangkatkan 409 jamaah umroh.

“Insya Allah pemberangkatan tahun depan,  Tifa Tour memasang target 700 orang jamaah umroh,” tambahnya.

Soal harga yang ditawarkan Tifa Tour, menurut Mochammad Arsyad, sesuai dengan harga standar penyelenggaraan umroh yang ditetapkan Kemenag, yakni  sebesar Rp 20 juta.

“Tifa Tour juga menawarkan harga Rp 29 juta  untuk satu orang di setiap perjalanan dengan fasilitas yang sesuai,” katanya. (Rachmawati/KH).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News 11

Orang Baik dan Bijak Itu Telah “Terbang” Untuk Selamanya. Selamat Jalan Jakob Oetama

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Pamulang. Rabu (9/9/2020) pukul 13.05 di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, pendiri Kompas Gramedia, Dr ( H.C) Jakob Oetama, menghembuskan nafas terakhir di usia 88 tahun, karena penyakit usia tua.

Lelaki kelahiran Magelang, 27 September 1931 — kerap di sapa JO ini sukses mendirikan ” kerajaan” bisnis dunia pers, meski langkah awal kariernya sebagai guru.

Dan perusahaannya beranak pinak, aneka produk koran, tabloid, majalah dan buku buku merajai suplai kebutuhan penikmatnya. Usahanya pun merambah ke dunia perhotelan yang tersebar di kota kota besar NKRI, juga pabrik seperti, pabrik tisu. Dan di dunia pendidikan, berdiri Universitas multi media.

Meski demikian, JO berpenampilan bersahaja — jika tak dibilang sederhana, ia lebih suka di sebut sebagai wartawan, ketimbang pengusaha, konglomerat yang sukses —- meski mempunyai karyawan lebih dari 20 ribu SDM.

Kini, orang baik yang bijak, pernah mendapatkan penghargaan bintang maha putera dari Presiden Soeharto telah berpulang untuk selama lamanya. Di makamkan Kamis ( 10/9. 2020) di Taman Makam Pahlawan, Kalibata secara militer, dengan komandan upacara mantan wakil Presiden, Yusuf Kalla.

Warisan yang ditinggalkan sebagai tokoh pers nasional, bukan sekadar “pena tajam”, lebih dari itu, yang selalu dijunjung tinggi oleh JO, tak lain kejujuran, integritas dan kemanusiaan.

Ini lah yang menjadi konsen JO via Kompas selama hidupnya, agar menularkan kebaikan demi kebaikan bagi masyarakat banyak.
Selamat jalan, Pak Jakob Oetama. Semoga penerus Kompas Gramedia tak kehilangan ‘kompas’ dan mampu menjawab tantangan zaman.
( Zar/KH)

Continue Reading

News 11

Aktivitas Humaniora Foundation dan Artis Pendukung

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Depok
Melalui aksi sosial “Misi Kemanusiaan Universal – Barang Bekas Menolong Sesama” Humaniora Foundation secara rutin mengumpulkan sumbangan barang bekas dari masyarakat dan barang milik artis. Sumbangan tersebut langsung disumbangkan dan sebagian dijual. Dari hasil penjualan dananya juga disalurkan untuk diberikan kepada para dhu’afa, fakir miskin, anak yatim, piatu, janda lanjut usia, dan pemulung.

Humaniora Foundation melalui Sanggar Humaniora membimbing ratusan siswa, pelajar mahasiswa, anak-anak dan remaja putus sekolah yang dididik informal melalui pendekatan seni peran dan budi pekerti secara gratis.

Melalui Rumah Singgah Bunda Lenny, Humaniora Foundation, telah melakukan aksi sosial ratusan kali, baik peduli sosial, santunan yatim dan dhua’fa, membantu korban bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, serta pelayanan pendidikan non-formal.

Humaniora Foundation membina ratusan pemulung, fakir miskin, dan anak yatim, non-panti yang tersebar di dua rumah singgah, Bekasi (Jakarta), dan di Baleendah Bandung.

Sejumlah artis dan selebriti yang pernah membantu yayasan ini, antara lain; Yati Surachman, Pong Hardjatmo, Ray Sahetapy, Iwan Burnani, Ageng Kiwi, Iwan Fals, Krisdayanti, Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier, Yuni Shara, Inul Daratista, Mayangsari, Nikita Willy, Anisa Bahar, Juwita Bahar, Tiara Bahar, Nini Karlina, Fitri Karlina, Della Puspita, Ratu Bidadari, Ratna Listy, Krisna Mukti, Ayu Azhari, Marshanda, Eddies Adelia, Iis Dahlia, Ike Nurjanah, Misye Arsita (almarhumah), Pretty Asmara (almarhumah), Mella Yong (almarhumah).

Pebrio A. Ryan, Dean Desvi, Lia Emilia, Renny Agustine, Five V. Rachmawati, Irma Darmawangsa, Lisda Oktavianti, Irfan Sebastian, Livi Andriany, Aksay, Ratna Pandita, Lia Bulmat Raeshard, Ferly Putra, Adeliyana Indahsari, Meca Alba, Ratu Eva, Chan Kwie, Iqbal Perdana, Roman D. Man, Alfian Kadang, Grup Vokal ‘LAKI’, Dina ‘Sabun Colek,’ Suryandoro, Eny Sulistyowati, Gebby Pareira & Qonita, Gubernur Band, pianis Dhikapatrick, ustadz Ferdy Husainy, ustadz Wahyudin Yuha, ustadz Rizal Fauzi, serta tokoh spiritual Panglima Langit, dan para donatur lainnya.

Beberapa lembaga manajemen artis, seperti Nagaswara Music, Artis Manajemen *Positif Art, Sanggar Swargaloka, Triardhika Production, Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), dan organisasi lainnya, juga pernah turut membantu kegiatan sosial yang dilaksanakan Humaniora Foundation.
(Zar/KH)

Continue Reading

News 11

Sekolah Kemanusiaan

Published

on

By

Kabarhiburan.com Depok
25 tahun usia Humaniora Foundation menjadi momentum bagi arah dan perkembangan lembaga ini untuk meningkatkan apresiasi kemanusiaan melalui program yang disebut Sekolah Kemanusiaan.

Sekolah Kemanusiaan menurut Eddie Karsito, selaku pendiri — adalah institusi non-formal, wadah asah, asih, asuh, melalui cara-cara kesenian. Programnya mengarah pada pembinaan mental spiritual, pendidikan budi pekerti, kepemimpinan, dan nasionalisme — kebangsaan.

Sekolah Kemanusiaan, adalah gerakan dan kajian populer dalam perspektif budaya; perilaku sosial, dan pandangan hidup. Belajar menjadi manusia seutuhnya; memanusiakan manusia.

Lembaga ini diharapkan oleh pendiri dan pengurusnya dapat melahirkan pandu budaya, ” Khususnya dari generasi millennial; kids zaman “now”; gaul, kekinian; smart IT, memiliki perspektif masa depan sebagai generasi yang aktif, kreatif, inovatif, profesional, mandiri, empati, dan keelokan budi pekerti,” harap aktor serba bisa yang pernah mendapat penghargaan sebagai Aktor Pemeran Pembantu Pria Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2008 ini.

Kegiatan pendidikan formal dan non-formal yang diselanggarakan oleh Humaniora Foundation secara gratis, menyelenggarakan berbagai kajian sosial budaya, dalam bentuk seminar, workshop, diskusi, pelatihan jurnalistik, pelatihan seni peran, maupun pendidikan sinematografi.

Hal ini pernah dikerjasamakan dengan RCTI dan institusi lainnya Humaniora Foundation menggelar ”Lomba Foto Masjid Waris Tamadun Islam (1996),” bekerjasama dengan Tabloid Hikmah memproduksi “Kuis Insan Cita TPI” (1995) dan “Kuis Ramadhan” SCTV (1996). Dengan Yayasan Ar-Rahmah menggelar “Tabligh Akbar” di Stadion Utama Senayan Jakarta (2001).

Tahun 2003 Humaniora Foundation ikut memprakarsai “Pameran Seni Rupa Film Indonesia” dalam rangka Hari Film Nasional bekerjasama dengan Komunitas Pecinta Film Indonesia, Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Tahun 2008 bekerjasama dengan PT. Cahaya Insan Suci menerbitkan buku “Menjadi Bintang – Kiat Sukses Jadi Artis Panggung, Film dan Televisi.”

Humaniora Foundation, melahirkan banyak sineas yang kini menempati posisi penting di industri perfilman dan pertelevisian di tanah air, baik sebagai aktor, aktris, penyanyi, musisi, penulis skenario, sutradara dan praktisi pertelevisian. Sebagian lainnya ada yang menjadi wartawan media cetak, radio dan televisi, pembawa acara, presenter dan pembaca berita televisi (Zar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending