Connect with us

Uncategorized

Tindakan Operasi Selama 40 Menit, Sembuhkan Nyeri Hebat Selama 20 Tahun

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta Kemajuan teknologi kedokteran di Indonesia, khususnya bedah mikro saraf leher sudah demikian maju dan berkembang. Kini, keluarga pasien bisa menyaksikan tayangannya saat tindakan operasi berlangsung. Operasi tersebut sudah tidak menakutkan.

Perkembangan ini  disampaikan dr M. Sofyanto, Sp.BS dari Comprehensive Brain & Spine Center Surabaya, dalam media gathering bertema One Day Stand Up Next Day Go Home, di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (3/8).

Sofyanto bersama timnya dari Comprehensive Brain & Spine Center Surabaya, sudak banyak melakukan tindakan bedah mikro saraf leher di berbagai kota di Indonesia. Hanya saja, operasi  harus dilakukan di rumah sakit dengan dukungan fasilitas medis yang sudah memadai.

”Di National Hospital, dengan peralatan yang lebih lengkap, operasi bahkan hanya berlangsung sekitar 35 hingga 40 menit,” jelas Sofyanto mencontohkan.

Ia menjelaskan bahwa leher sebagai penyangga kepala, juga mengamankan tulang belakang, sumsum dan saraf dari pusat saraf di kepala menuju seluruh tubuh.

“Diantara ruas tulang belakang, ada lapisan bantalan yang menjamin pergerakan ruas tulang leluasa. Jika bantalan ini sampai rusak, maka ruas tulang akan langsung menekan  ruas tulang lainnya. Pergerakan leher pun ikut terganggu,” ujar Sofyanto.

Beban leher manusia yang hanya sekitar 3,5 kilogram, sehingga sekalipun terjadi kerusakan biasanya belum dirasakan sebagai gangguan. Paling cuma terasa pegal-pegal pada pundak, tiba-tiba lengan mengecil, atau tidak bisa menulis, gangguan buang air, bahkan gangguan seksual.

Sofyan mengatakan, pasien spondylosis cervical atau kecetit leher biasanya datang dalam kondisi sudah parah. Mereka mengeluhkan rasa nyeri yang menusuk-nusuk dan terbakar. Nyeri itu bahkan menjalar ke kepala, telinga, dan mata terutama saat malam hari. Dalam kondisi yang lebih buruk, pasien bahkan mengalami kelumpuhan.

Seperti yang dialami Siti Roniah Mindar. Ia menceritakan penderitaannya akibat kecetit leher selama 20 tahun. Gangguan yang awalnya dikira cuma “masuk angin” biasanya diatasi dengan pijat atau kerokan.

Setelah menjalani operasi dengan teknik anterior micro disectomy (AMD). Kini nenek dengan cucu itu sudah bebas dari nyeri leher dan bisa kembali beraktivitas.

Sofyanto menjelaskan, sejak lama  dikenal teknik fusion dalam operasi leher. Yakni, setelah dibedah, bantalan tulang dicor, dijadikan satu. Selama tiga bulan, pasien wajib pakai pelindung leher. Teknik fusion  dikenal sejak 20 tahun lalu.

“Sekarang sudah ada teknik mobile. Mengganti bantalan tidak perlu berdarah-darah. Semua keluarga pasien malah boleh nonton live di televisi ruang tunggu. Lubang bedah hanya 3 cm, diambil dekat garis leher biar tidak ada bekas,” ujarnya.

Teknik mobile dalam operasi leher  dikenal sejak 2008. Jumlah pasien yang menggunakan teknik ini sudah lebih dari 500 orang di berbagai kota Indonesia. Selama 15 tahun melakukan operasi, Sofyan mengaku belum menemukan keluhan dari mantan pasien.

“Alat bantalan itu dibuat untuk seumur hidup, bahannya dibuat di Prancis. Sebelum dimasukkan, dimensi bantalan akan diukur akurasinya hingga 0,25 mm. Kami bekerja dengan mikroskop. Operasi berjalan cepat, tanpa harus kontrol lagi. Meskipun saya larang, ada mantan pasien yang malah sudah naik motor seminggu setelah operasi,” tambahnya. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinetron

‘Badai Pasti Berlalu’ Kini Format Sinetron, Tayang Mulai 24 Mei 2021 di SCTV

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Usai Hari Raya Idul Fitri 2021, SCTV langsung memanjakan pemirsanya dengan 2 judul sinetron terbaru, yakni Badai Pasti Berlalu dan Keajaiban Cinta. Kedua sinetron tersebut akan menemui penontonnya mulai Senin, 24 Mei 2021 mendatang.

Badai Pasti Berlalu bermula dari cerita bersambung di Harian Kompas (1972). Penulisnya, Marga T menjadikannya novel berjudul sama pada 1974. Dengan mengadaptasi cerita novel pula, dijadikan film Badai Pasti Berlalu pada 1977, bahkan sempat diproduksi ulang pada 2007.

Ceritanya yang menarik pembaca dan penonton, membuat SCTV menghadirkan Badai Pasti Berlalu ke dalam format sinetron berjudul sama. Kali ini produksi SinemArt, garapan sutradara Indrayanto Kurniawan.

Sinetron Badai Pasti Berlalu menampilkan Stefan William, Caesar Hito dan Michelle Ziudith, akan tayang setiap hari pada pukul 19.30 WIB, mulai 24 Mei 2021 mendatang.

Ketiganya akan membawa kisah ikonik Badai Pasti Berlalu kepada penonton masa kini. Stefan William memerankan Leo, Michelle Ziudith sebagai Sisca dan Immanuel Caesar Hito memerankan sosok Helmi.

Dalam konferensi pers virtual pada Rabu (19/5), Michelle Ziudith menyebut karakter Sisca sangat feminin. Ia mengatakan cerita Badai Pasti Berlalu sudah ikonik, sehingga tidak mudah untuk membawa karakter Siska ke masa sekarang.

“Aku harus banyak diskusi dengan sutradara dan penulis cerita,” ujar Michelle Ziudith.

Sebaliknya, bagi Hito yang membawakan karakter Helmi, dianggap sebagai kehormatan bisa dilibatkan dalam cerita yang melegenda.

“Sebagai pemain, saya akan berusaha membawa kisahnya ke zaman sekarang,” ujar Hito berjanji.

Sementara itu, bagi Stefan yang memerankan karakter Leo dijadikan tantangan baru, mengingat sebelumnya selalu kebagian peran anak motor.

“Disini malah jadi dokter. Ini peran yang penting dalam cerita ini. Tantangannya pasti ada,” katanya.

Tren Kekinian

Di sisi lain, sutradara Indrayanto Kurniawan menegaskan dirinya akan membawa kisah Badai Pasti Berlalu yang berlangsung pada 1970-an untuk menjelma menjadi kisah masa kini serta mengikuti tren serta bahasa kekinian.

Indra bersama penulis skenario Hilman Hariwijaya perlu waktu selama 3 bulan untuk membangun cerita, termasuk meriset novel dan dua film Badai Pasti Berlalu.

Sesuai setting di novel yang merupakan pesisir pantai, Indrayanto akhirnya memilih pantai Labuan Bajo dan Pulau Komodo di Provinsi NTT sebagai lokasi syuting. Selanjutnya, melakoni syuting di sana selama sebulan.

Selama itu pula, para pemain dan kru produksi melakukan syuting dibarengi proses protokol kesehatan yang ketat, mengingat selama syuting berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Cinta Segitiga

Kisah drama cinta Badai Pasti Berlalu, bermula dari kesedihan Sisca (Michelle Ziudith) yang sedang patah hati ditinggal oleh kekasihnya, hingga akhirnya memutuskan untuk berlibur ke Labuan Bajo guna menenangkan diri dan memulihkan luka hatinya.

Tak disangka, Sisca justru bertemu dengan Helmi (Immanuel Caesar Hito), yang tengah mencoba membawa pulang adiknya Valen (Dinda Mahira) yang dalam keadaan hamil.

Salah paham, Sisca justru mencoba menolong Valen dan menghalangi Helmi. Melihat pertengkaran yang terjadi, Leo (Stefan William) ikut membantu Sisca untuk melepaskan Valen dari Helmi.

Singkat cerita, Leo yang terpesona dengan kecantikan Sisca pun menaruh hati dan mencoba memenangkan hati Sisca, yang sayangnya tak pernah digubris oleh Sisca.

Cerita terus berlanjut, akhirnya terungkap bahwa sosok yang menghamili Valen adalah ayah Sisca yaitu Pak Dicky (Teuku Ryan). Berusaha untuk menutupi kesalahannya Pak Dicky melakukan segala cara untuk melenyapkan Valen, hingga membuatnya meninggal dunia.

Helmi yang kemudian mengetahui bahwa Sisca adalah anak dari Pak Dicky mencoba membalaskan dendam melalui putri kesayangannya Sisca.

Berhasilkah Leo  memenangkan hati Sisca? Apakah Helmi membalaskan dendamnya? (Tumpak S. Foto-foto: Instagram:badaipastiberlaluu_ofc)

Continue Reading

Lifestyle

SeOn Hadirkan Konsep One Stop Solution Untuk Sekolah Berbasis Online

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta- Pandemi covid-19 yang hampir setahun belum mereda, menuntut lembaga sekolah melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring. Dalam konteks digitalisasi lembaga pendidikan, SeOn Indonesia menghadirkan platform sekolah gratis dengan konsep one stop solution.

Disampaikan oleh Muhamad Ibra Abdi selaku Public Relation SeOn Indonesia di Bandung pada Senin 11 januari 2020 menjelaskan, SeOn versi terbaru ini mengusung konsep one stop solution yang menghadirkan lebih banyak fitur. Menggabungkan Sistem Manajemen Sekolah, Sistem Informasi Sekolah dan Sistem Manajemen Pembelajaran dalam satu platform.

Nama fitur dan fungsi dibuat sama dengan sistem manajemen di sekolah pada umumnya, seperti ‘Ruang Kelas’, ‘Ruang TU’, ‘Ruang Guru’ dan lainnya. Sehingga lebih mudah digunakan oleh guru, siswa maupun orangtua.

Ibra menambahkan, guna mendukung kegiatan belajar mengajar, SeOn versi 2 sudah dilengkapi dengan fitur live video, bank soal, ujian online, rekap penilaian, PR, grup diskusi dan lainnya. Hingga semua bisa dilakukan dalam satu platform.

“Kami juga buat tampilannya seperti sosial media agar suasana belajar lebih menyenangkan. Harapannya bisa meningkatkan minat dan semangat belajar siswa” terang Ibra.

Untuk dapat mengakses platform SeOn secara gratis, pihak se kolah dapat langsung berkunjung ke website resmi seonindonesia  dan mendaftarkan sekolahnya di halaman registrasi. Customer service SeOn akan menghubungi pihak sekolah untuk menjelaskan prosesnya lebih lanjut.

Kebijakan pemerintah untuk yang menghentikan sementara kegiatan belajar di sekolahbkarena pandemi Covid-19 yang belum usai mengakibatkan proses pembelajaran terpaksa dilakukan secara daring atau online.

Penggunaan platform untuk menunjang kegiatan belajar antara siswa dan guru menjadi kebutuhan pihak sekolah agar proses pendidikan bisabtetap berlangsung.

Seon Indonesia sebuah startup edutech di Bandung berusaha menghadirkan suasana sekolah yang mudah dan menyenangkan dengan Platform SeOn. Nama SeOn diambil dari akronim Sekolahan Online.

“Misi kami adalah ingin berkontribusi dengan membantu para stake holder sekolah mencapai tujuan Pendidikan” tegas Ibra. (KH/S Gembur)

Continue Reading

Uncategorized

Lagu religi Islam, Sesal Vocal: Imam M.Nizar Becking: Helda Sanira

Published

on

By

Continue Reading
Advertisement

Trending