Connect with us

Musik

Triple Yes untuk Waode (Sulawesi Tenggara) dan Juni (Maluku)

Published

on

Penghayatan Waode Weni Andraini membawakan lagu ‘Hurt’ berhadiah Triple Yes dari Tim Juri.

Kabarhiburan.com – Dua puluh talenta muda berbakat memasuki Final Audition Pop Academy Indosiar, Selasa (6/10). Mereka memperebutkan Platinum Card lewat penampilan menyanyi terbaik di depan para Juri yang terdiri dari Bebi Romeo, Melly Goeslaw dan Pinkan Mambo.

Hasilnya, Platinum Card diberikan kepada Waode Weni Andraini (Sulawesi Tenggara) dan Juni Aldri Sara (Maluku) yang berhasil memperoleh triple Yes. Keduanya berhak maju ke babak Top 40 Pop Academy.

Sehari-hari menjual Thai Tea di Bau Bau, Waode Weni Andraini (23) mampu memikat hati Juri untuk memberikan standing ovation usai membawakan Hurt dari Christina Aguilera.

Waode bahkan memenuhi keinginan Juri untuk menyanyi lagu Indonesia. Waode pun  menyanyikan Berharap Tak Berpisah, yang membuat Pinkan Mambo ikut  bergoyang dan melontarkan  pujian, “Good Job!”.

Bebi Romeo menilai Waode memiliki keunikan vokal, dimana semakin tinggi nada yang dikeluarkan semakin nyaman terdengar. “Itu jarang dimiliki oleh penyanyi lain.” tambah Bebi.

Juni Aldri Sara (Maluku) juga mendapat pujian dari Juri usai menyanyikan lagu milik Ariana Grande berjudul My Everything. Bebi Romeo terlihat menganggukkan kepalanya dan bertepuk tangan, sementara Melly Goeslaw terus berkata “Wow” sepanjang penampilannya.

Juni yang mengaku seorang K-popers juga menunjukkan bakat menarinya lewat cover dance Blackpink Forever Young, yang diikuti Pinkan Mambo hingga kehabisan nafas dan mengaku membutuhkan oksigen.

Mengaku belajar vokal dan menari secara otodidak, Juni mampu membuat Juri berdecak kagum. “Kamu itu magis! Lagu apapun yang kamu bawakan bisa dikuti dengan baik dan ini sifatnya anugerah.” puji Bebi.

Duet terbaik kakak beradik, Astuti dan Putra, membawa Putra ke babak Top 40 Pop Academy Indosiar.

Kisah menarik juga dihadirkan Pop Academy melalui kontestan asal Nusa Tenggara Timur bernama Adi Putra Bili Kariam. Ia merupakan adik dari Astuti, Academia yang telah lolos ke Top 40 pada episode Final Audition, Senin (5/10).

Putra mampu menyusul Astuti ke Top 40 lewat tembang lawas dari Dewa 19 berjudul Cinta Kan Membawamu. Mendengar suaranya, Melly Goeslaw berkomentar jika suara Putra unik dan mirip Glenn Fredly sewaktu kecil.

Indosiar juga memberikan kejutan bagi  Putra dengan menghadirkan Astuti. Kakak adik ini  berduet membawakan lagu Kangen. Sempat diragukan oleh Bebi Romeo, namun Astuti membela agar Putra mendapatkan Platinum Card. Sebelumnya, Putra sudah mendapatkan Yes dari Pinkan Mambo dan Melly Goeslaw.

Academia lainnya juga mendapatkan Platinum Card pada episode Final Audition (6/10). Mereka adalah Agatha Jessica Siahaan (Jakarta), Jeremy A Sianipar (Jakarta), Agnes Maria (Banten), Keysilia Dwisulandi (Nusa Tenggara Timur), Fadia Alisya Rizqa (Jawa Tengah) dan Ika Sukmawati (Jawa Timur). (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Yovie Widianto Orbitkan Aminda Lewat Single ‘Dua Centang Biru’

Published

on

By

Foto: Dok. Creathink Publicist

Kabarhiburan.com – Yovie Widianto baru saja menorehkan namanya sebagai Pencipta Lagu Pop Terbaik di ajang AMI Awards 2020.

Prestasi tersebut menyusul sukses Yovie sepanjang tahun ini mengorbitkan banyak lagu pop yang bernuansa cinta. Sebut saja, lagu Adu Rayu yang dinyanyikan Tulus dan Glenn Fredly, serta Terlanjur Mencinta oleh Lyodra, Tiara dan Ziva.

Di penghujung tahun 2020, Yovie Widianto menciptakan single Dua Centang Biru. Karya ini ditulis khusus untuk penyanyi belia Amindana Chinika, yang akrab disapa Aminda.

Pentolan band Kahitna ini, menilai Aminda punya keunikan vokal tersendiri. Aminda bisa mengekspresikan pesan dalam lirik lagu yang dia bawakan.

“Aku lihat Aminda ini sebagai pencerita yang baik orang bisa menggambarkan kata-kata lirik dengan ekspresi yang menyentuh,” jelas Yovie dalam jumpa pers di kawasan Senayan Jakarta, Jumat (27/11).

Sebelum menulis Dua Centang Biru, Yovie terlebih dulu memperhatikan range vokal Aminda, selain lirik lagu juga disesuaikan dengan generasi seusia Aminda.

Hasilnya, pesan lagu pun mengena pada kondisi yang sering dialami anak muda saat ini, yakni  chat tak terbalas dari orang yang disayang. Kejadian yang pernah dirasakan semua orang.

“Lagu ini relate dengan kehidupan Aminda dan seusianya, sehingga begitu nyanyi ekspresinya sama. Itu butuh kecerdasan khusus,” tutur Yovie.

Di tempat yang sama, Aminda mengaku senang dan bangga bisa berkolaborasi dengan Yovie.

“Aku seneng banget. Ini karya pertama aku yang dirilis. Terima kasih buat semua tim yang support aku sama Mas Yovie,” ujar Aminda yang berharap single perdananya disukai oleh pecinta musik Tanah Air.

Single Dua Centang Biru sudah bisa dinikmati di seluruh platform musik digital. Demikian pula video klip serta video lirik single ini  sudah tayang di official Youtube channel Aminda.

Video klip Dua Centang Biru menceritakan Aminda menjalin asmara dengan Verrell Bramasta. Dia begitu mengidolakan Verrell, yang kerap hadir dalam mimpinya. Hanya saja, Verrel tak membalas chat yang dikirimkannya. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Yovie Widianto Berikan ‘Dua Centang Biru’, Aminda Memulai Karir di Industri Musik

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Penyanyi belia asal Jakarta, Aminda, mencurahkan perasaan terdalamnya saat menyanyikan single perdana berjudul Dua Centang Biru, karya komposer Yovie Widianto.

“Aku ingin fokus menyanyi. Ini mimpiku sejak lama. Semoga masyarakat menyukai,” ujar Aminda dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (27/11).

Dara bernama lengkap Amindana Chinika (18) ini telah menyukai musik sejak masih kecil. Ia mengeksplorasi ketertarikannya pada nada dengan mempelajari instrumen musik seperti gitar dan piano.

Tentang lagu perdananya, Aminda pun bercerita tentang efek galau akibat notifikasi Dua Centang Biru yang menandakan pesan sudah terbaca oleh penerimanya, namun tak kunjung terkirim balasan untuk si pengirim.

“Aku benar-benar bisa relate banget sama cerita lagunya, karena aku juga pernah mengalami. Aku yakin banyak orang juga pernah mengalami hal sama,” kata Aminda.

Aminda hanya perlu waktu beberapa hari saja untuk merampungkan lagu ini di bawah supervisi Yovie Widianto, yang telah melahirkan banyak hits untuk penyanyi ternama Indonesia, seperti Rossa, Rio Febrian, Audy, Glenn Fredly dan masih banyak lagi. Aminda mengaku senang dan bangga bisa bekerja sama dengan Yovie.

Di sisi lain, lagu Dua Centang Biru memang dibuat khusus untuk Aminda. Untuk itu, Yovie memperhatikan betul range vokal Aminda sebelum membuat lagu tersebut.

Lirik lagu ini pun amat menyesuaikan pada generasi seusia Aminda, sehingga pesan lagu tersebut bisa nyambung dengan kondisi yang sering dialami anak muda saat ini.

“Lagu ini relate dengan kehidupan Aminda dan seusianya jadi begitu nyanyi ekspresinya sama. Itu butuh kecerdasan khusus,” tutur Yovie.

Baginya, Aminda punya keunikan vokal tersendiri. Aminda termasuk penyanyi yang bisa mengekspresikan pesan dalam lirik lagu yang dia bawakan.

“Aku lihat Aminda ini sebagai pencerita yang baik. Orang yang bisa menggambarkan kata-kata lirik dengan ekspresi yang menyentuh,” ujar Yovie.

Pencipta Lagu Pop Terbaik versi AMI Awards 2020 ini menegaskan tentang perlunya kecerdasan khusus untuk bisa menyanyikan lagu dengan ekspresi yang tepat.

“Aminda merupakan salah satu penyanyi yang bisa melakukan hal tersebut,” jelas Yovie Widianto.

Single Dua Centang Biru resmi rilis pada Jumat (27/11), sudah dapat dinikmati lewat berbagai platform musik digital, seperti Spotify, Apple Music, Joox, Deezer dan YouTube Music.

Sedangkan video klip dan video lirik tersedia di official YouTube channel Aminda. (Tumpak S)

Continue Reading

Musik

Pop Academy Top 12 Sajikan Kolaborasi dengan Bintang D’Academy dan LIDA

Published

on

By

Para academia berkolaborasi dengan bintang D’Academy dan LIDA

Kabarhiburan.com – Ada yang menarik pada Konser Pop Academy 2020 babak Top 12, yang berlangsung di layar Indosiar Rabu (25/11).

12 academia yang masih bertahan ditantang untuk berkolaborasi dengan para bintang dangdut Indosiar jebolan D’Academy dan Liga Dangdut Indonesia (LIDA). Jadilah, sebuah sajian kompetisi yang menghibur masyarakat.

Tiga academia pilihan yang tergabung di Top 12 Grup 1, yakni Maria (Medan), Vien (Papua Barat), dan Waode (Bau Bau), tampil di depan lima Juri Soimah, Nino “RAN”, Ruth Sahanaya, Giring Ganesha, serta Diana Putri sebagai Fashion Guru.

Duet apik dari Vien (Papua Barat) dan Aulia DA membuka kompetisi dengan lagu Sik Asik. Hanya saja, penampilan mereka masih belum maksimal. Soimah yang selalu menjagokan Vien pun memberikan masukan.

“Kamu sudah berhasil menunjukkan sisi lain dari seorang Vien dalam kolaborasi bersama Aulia DA. Hanya saja, saya masih belum merasakan sesuatu yang spektakuler dari penampilan kamu,” ujar Soimah.

Waode (Bau Bau) dan Rara LIDA

Sebaliknya, dari dara asal Bau Bau, Waode, tampil memukau dan penuh penghayatan bersama Rara LIDA, dalam lagu Muara Kasih Bunda. Waode menuai satu standing ovation dari Dewan Juri.

Chemistry diantara kalian sangat terasa, saling mengisi antara satu dan lainnya. Cengkok dangdut yang Waode perlihatkan sudah berhasil,” puji Ruth Sahanaya.

Sebaliknya Maria (Medan) tidak mampu meraih standing ovation. Padahal, Maria tampak anggun saat membawakan lagu Kejora bersama Putri DA.

Giring Ganesha menilai, penampilan Maria masih harus dibenahi. “Suara kamu sangat lembut, tapi terlalu lembut untuk berkolaborasi dengan Putri DA, membuat ada sesuatu yang hilang dalam lagu ini,” jelas Giring.

Dewan juri memberi second chance bagi Vien (Papua Barat) dan Maria (Medan), lantaran perolehan polling menempatkan mereka di posisi dua terendah.

Maria (Medan)

Vien memanfaatkan peluangnya dengan menyanyikan lagu milik Reza Artamevia berjudul Aku Wanita. Sementara Maria memilih lagu milik Ruth Sahanaya berjudul Astaga, sebagai peluru terakhir dirinya untuk tetep bertahan di panggung Pop Academy.

Nino ‘RAN’, Soimah, Ruth Sahanaya, Giring Ganesha dan Diana Putri akhirnya sepakat untuk memberi kesempatan kepada Vien (Papua Barat), sehingga Maria (Medan) tereliminasi dan harus rela meninggalkan panggung Pop Academy.

Sedangkan Waode (Bau Bau) dan Vien (Papua Barat) berhasil  melaju  ke babak Top 9 Pop Academy.

Dukungan Pemirsa

Pop Academy masih berlanjut ke Top 12 Group 2 pada Kamis, 26 November 2020 LIVE dari Studio 6 Emtek City, Daan Mogot pukul 21.00 WIB. Menampilkan Gullit (Medan), Jessy (Manado) dan Shandy (Jambi).

Pemirsa dapat mengirimkan dukungan sebanyak-banyaknya melalui aplikasi Lazada, atau vote melalui SMS ke 97288 dengan format: POPA (spasi) Nama Academia dengan tarif Rp 2,200/sms agar Academia favoritnya terus bertahan di panggung Pop Academy.

Info lebih lanjut dapat dilihat melalui Instagram: @popacademyindosiar, TikTok: @popacademyindosiar, Facebook: Pop Academy Indosiar, Twitter: PopAcademy, Youtube: Pop Academy Indosiar, dan Website: www.indosiar.com. (Tumpak S. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending