Connect with us

Event

Ucie Sucita: “Alhamdulillah, Jadilah Aku Pembunuh Bayaran Berdarah Dingin.”

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Mata Ucie Sucita berbinar saat menerima ucapan selamat dari penonton dan sesama pemain, usai menuntaskan gladi resik Pementasan Teater Mahakarya WS Rendra: Panembahan Reso yang berlangsung di Teater Ciputra Artpreneur, Jakarta, Jumat (24/1) malam.

Di panggung yang sama, Ucie dan seluruh pendukung Pementasan Teater Mahakarya WS Rendra: Panembahan Reso, akan kembali tampil pada Sabtu (25/1) malam.

Ucie memang tengah menikmati serunya berakting di pentas teater, sebagai sebuah pencapaian baru dalam karirnya sebagai artis.

“Bagiku main teater merupakan sebuah pengalaman baru yang harus aku lakukan, sekaligus kebanggaan bagiku sebagai penyanyi dangdut. Tahu, kan, idealisnya teater, seperti apa? Beda banget dari main sinetron atau FTV,” ujar Ucie membandingkan.

Di teater, maka setiap dialog harus benar-benar hafal hingga ke titik dan koma. Enggak boleh improve. Sudah begitu suara dan intonasi pun harus stabil.

“Karenanya, aku deg-degan sih, sebenarnya. Apalagi pementasan ini bukan teater biasa. Ini karya sang maestro, WS Rendra,” ujar Ucie yang mendapat lawan main Sha Ine Febriyanti dan Whani Darmawan.

Biasanya Cekikikan

Pada pementasan teater perdananya, Ucie memerankan tokoh Siti Asasin, si pembunuh bayaran berdarah dingin. Ucie juga menjadi kekasih gelap Ratu Dara yang diperankan oleh Sha Ine Febriyanti. Peran ini dipilihkan oleh sutradara Hanindawan bagi Ucie.

“Katanya, aku lebih cocok jadi pembunuh bayaran. Alhamdulillah, jadilah aku pembunuh bayaran berdarah dingin yang berpengalaman selama 10 tahun. Ha ha ha.”

Ucie mengaku tidak pernah membayangkan akan memerankan sosok antagonis nan sadis.

“Aku yang biasanya cekikikan, tiba-tiba harus menjadi sosok yang dingin terhadap semua orang dan menyandang sebutan pembunuh bayaran. Disinilah tantangannya, gimana caranya aku tetap cool meski orang pada tertawa. Aku harus menahan diri agar tidak ikut tertawa,” jelas Ucie.

Meski demikian, pelantun lagu Digenjot Cinta ini mengaku senang mendapat tantangan tersebut. Apalagi perannya sebagai pembunuh bayaran, penting sekali dalam tubuh cerita Panembahan Reso.

“Hanya saja, ceritanya sudah banyak dipotong dari durasi 7 jam menjadi kurang dari 3 jam saja. Pemotongan tersebut membuat banyak adegan Siti Asasin yang tidak muncul. Inilah yang bikin aku kurang puas, karena kurang lama berada di panggung,” ujar Ucie setengah protes.

“Tapi, bisa dimaklumi sih. Zaman sekarang sudah tidak banyak orang yang betah duduk selama 7 jam. Belum lagi, orang-orang sekarang lebih suka sosmed,” imbuh Ucie, yang tengah menggarap single terbarunya. Sayangnya, Ucie masih merahasiakan judul single yang dimaksud.

“Pokoknya, tunggu kejutannya pada tahun ini,” ujar Ucie berpromosi. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Shaggydog dan Once Mekel Tampil di Konser Virtual Sumpah Pemuda

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta- PT Angkasa Pura I (Persero) gelar Konser Virtual Sumpah Pemuda 2020 di Bandara Internasional Yogyakarta. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bangkitnya pariwisata dan perekonomian Indonesia, sekaligus peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-92.

“Konser Virtual Sumpah Pemuda di Bandara Internasional Yogyakarta yang bertajuk ‘Dari Yogyakarta untuk Indonesia’ ini merupakan konser virtual pertama di Indonesia yang diadakan di bandara. Konser ini diselenggarakan guna membangkitkan semangat persatuan Indonesia, serta menjadi momen kebangkitan pariwisata dan perekonomian Indonesia yang terpukul akibat pandemi Covid-19,” ujar Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji.

Konser virtual ini menghadirkan Once Mekel dan band asal Yogyakarta, Shaggydog. Untuk mengangkat unsur kesenian Yogyakarta, acara ini juga menampilkan pertunjukkan tari tradisional dan kontemporer, yang bercerita tentang kebangkitan dan keberanian menghadapi kondisi saat ini.

Di sela-sela penampilan dari para pengisi acara juga akan terdapat kuis berhadiah bagi para penonton virtual dengan hadiah utama satu buah motor. Tarian “Satu Indonesia” akan menjadi penutup konser virtual tersebut di mana tarian ini merepresentasikan persatuan Indonesia dengan tajuk “To embrace the glorious”.

Meski pandemi Covid-19 belum usai, penyelenggaraan konser virtual ini sangat memperhatikan penerapan protokol kesehatan bagi seluruh pihak yang terlibat, seperti para pengisi acara, para tamu undangan, dan pihak penyelenggara. Untuk dapat mengikuti acara ini, seluruh pihak yang terlibat diwajibkan melakukan rapid test dengan hasil non-reaktif.

Konser Virtual Sumpah Pemuda 2020 ini terbuka untuk umum yang dapat disaksikan secara langsung pada akun Youtube https://www.youtube.com/angkasapuraairports dan akun media sosial para sponsor pada Rabu 28 Oktober 2020 pukul 19.00 WIB. (KH/Mas Gembur)

Continue Reading

Event

Kegembiraan 100 Wartawan pada Lomba Mancing Galatama Bersama Trio Macan

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Memancing ikan menjadi salah satu sarana hiburan, sukses mengurangi kejenuhan di rumah saja selama masa pandemi Covid-19.

Manfaat ini yang menginspirasi PWI Jaya Sie Musik Film dan Lifestyle dan IBR Relation, menggelar Lomba Mancing Galatama berlangsung di Telaga Mina, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (25/10).

Kesanalah, 100 wartawan dari berbagai media di Jakarta, artis dan pengusaha hadir memancing, sekaligus bersilaturahmi, sambil memperebutkan aneka hadiah menarik, diantaranya 1 unit TV flat 42 inci, sebuah sepeda lipat, sebuah sepeda gunung, 3 telepon genggam, 5 kompor gas dan sejumlah uang.

Kegiatan ini juga menarik minat para penyanyi, Vira, Elok dan Nanda dari grup vokal Trio Macan untuk ikut memancing. Sambil menunggu joran, mereka juga tampil menghibur peserta dengan lagu-lagu hits, diantaranya Iwak Peyek.

Ketiganya sontak kegirangan saat mata kail Nanda dilahap seekor ikan mas merah. Itu artinya, Nanda berhak atas hadiah uang tunai.

Journalist Fishing Club

Acara Mancing Galatama yang digelar oleh PWI Jaya Sie Musik Film dan Lifestyle dan IBR Relation ini mendapat apresiasi dari Sayid Iskandarsyah selaku Ketua PWI Jaya bersama jajarannya.

Ketua PWI Jaya, Sayid Iskandarsyah serahkan hadiah berupa sepeda lipat kepada Mikhail, dari media Voicemagz.com yang memenangkan kategori ikan terbanyak

“Sekian lama pandemi berlangsung telah membuat kita bingung mau berbuat apa. Kali ini saya bersyukur, acara Lomba Mancing Galatama untuk Media, Artis dan Pengusaha ini bisa digelar,” ujar Sayid Iskandarsyah dalam sambutannya.

”Kebersamaan seperti ini tentu merupakan momen yang baik buat para wartawan, artis dan para pengusaha. Kita bisa saling berkumpul dan bersilaturahmi,” imbuh Sayid.

Pada akhirnya, Sayid berharap kegiatan serupa bisa berlanjut dan pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Ini awal yang bagus buat JFC (Journalist Fishing Club). Semoga kedepannya bisa sukses,” pinta Sayid didamping Irish Rismoyo, selaku Ketua PWI Jaya Sie Musik dan Film.

Irish membenarkan, acara memancing perdana ini dijadikan momentum berdirinya ‘Journalist Fishing Club’, sebuah wadah bagi wartawan yang memiliki hobi mancing.

”Saya hanya menambahkan sedikit saja, bahwa pada hari ini  secara resmi telah beriri Jurnalis Fishing Club (JFC),” ujar Irish Riswoyo.

JFC kelak akan bekerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta maupun lembaga lainnya untuk melakukan berbagai kegiatan-kegiatan positif melalui acara mancing.

“Bukan tidak mungkin kegiatan ini menjadi sarana untuk mempromosikan destinasi wisata di berbagai daerah yang memiliki spot-spot pemancingan”. tambah Irish.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Dedhy Haryadi menyatakan kegembiraannya kepada para peserta Lomba Mancing Galatama.

“Peminatnya luar biasa banyak, namun kami harus membatasi 100 peserta saja, sehingga masih banyak peserta yang terpaksa kami tolak karena kuotanya sudah pas. Insya Allah, pada HUT TMII pada April mendatang kami berkesempatan lagi menggelar acara yang sama, dilengkapi panggung hiburan yang lebih meriah,” ujar Dedhy.

selain menjadi peserta, personil Trio Macan mengajak peserta untuk bergoyang bersama.

CEO IBR Relations Iqbal Ibrahim menegaskan bahwa  kolaborasi antara IBR Relations dan PWI Jaya dalam masa PSBB Transisi ini sangat di tunggu oleh teman-teman dalam upaya menjalin silahturahmi.

“Kolaborasi ini awal yang sangat baik, semoga kedepan tetap terjaga  dan bisa lahir even menarik lainnya,” tegas Iqbal.

Ikan Segar 2 Kilogram

Lomba memancing berdurasi 150 menit sejak pukul 9.00 WIB tersebut, pada akhirnya memilih Muhammad Zul Fikri dari media online Suaraheadline.com meraih juara pertama untuk Kategori Ikan Terberat, 11.38 kg. Ia berhak atas hadiah utama TV 42 inci.

Juara ke 2 Ikan Terberat diraih oleh Dauz dari Trans7,  mendapat hadiah berupa sepeda gunung.

Pada kategori ikan terbanyak dimenangkan oleh Mikael AR dari media Voicemagz.com, yang berhasil mengail 13 ekor ikan mas berbagai ukuran.

Bagi peserta yang tidak beruntung, tidak perlu kecewa. Panitia telah menyediakan ikan mas segar seberat 2 Kg untuk bawa pulang.

Lomba Mancing Galatama mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti Label Proaktif, Askrindo Insurance, Pacific Bike, PT. Solid Gold Berjangka, Mayora Indah Tbk, Prim Comm, MS Glow Jakarta, PStore, serta Eric Martoyo & Rustam (Montecristo).

Selain dihadiri Ketua PWI Jaya dan Trio Macan, Tampak hadir pula Iqbal Ibrahim (CEO IBR), Kesit B Handoyo selaku Sekretaris PWI Jaya, TB Adhi selaku Wakit Ketua Bidang Kesra PWI Jaya, Iqbal Irsyad  selaku Sekretaris 1 PWI Jaya, Naek Pangaribuan selaku Sekretaris 2 PWI Jaya dan masih banyak lagi. (Tumpak S)

Continue Reading

Event

Daftar Lengkap 16 Semi Finalis Ajang Byarr Indonesia 2020

Published

on

By

David Suawrto, selaku Direktur SCM (Foto: Dok. SCTV)

Kabarhiburan.com – Panitia Byarr Indonesia, Byarrkan Dirimu Bersinar telah mengumumkan nama para semifinalis yang lolos seleksi virtual. Ajang pencarian bakat menyanyi dan gerak tari ini diinisiasi oleh Ibu Yanti Airlangga, selaku Ketua Umum IIPG (Ikatan Istri Partai Golkar).

Harapannya agar Byarr Indonesia dapat melahirkan bakat-bakat baru yang bisa mewarnai industri seni dan entertainment di Indonesia serta dapat merupakan salah satu sumbangan agar masyarakat tetap optimis serta sehat jiwa dan raga di tengah masa pandemi ini.

Sebanyak 16 Provinsi telah mengirimkan duta terbaiknya ke Jakarta. Mereka adalah  yaitu 1. Banten – Nariah; 2. Bangka Belitung – Agness Oktafirina; 3. DKI Jakarta – Juni Isnaini; 4. Jawa Barat – Putri Efandari, Yusuf Hamdani; 5. Jawa Tengah – Lorencia Winda; 6. Jawa Timur – Rizaldy Rizki Nanda; 7. Kalimantan Barat – Christina Wulandari, The Ranger; 8. Kalimantan Timur – Intan Dewi Karina; 9. Lampung – Hi-5; 10. Maluku – Risman Alileurina, Laipose; 11. NTT – Krensensianus, Maria; 12. Papua – Sonya Margaretha; 13. Sulawesi Selatan – Nifsu Syahrini; 14. Sulawesi Tengah – Nurul Fadilah Faradiba; 15. Sumatera Selatan – INA Dance; 16. Sumatera Utara – Yudi Setiawan.

Keenambelas semi finalis telah berada di Jakarta dari tanggal 21 Oktober untuk mengikuti seleksi babak Final. Rencananya, Malam Puncak Byarr Indonesia akan tayang di SCTV pada 31 Oktober pukul 15.00 WIB mendatang.

Sebelum sampai ke sana, para semi finalis ini akan mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan telah dipersiapkan oleh para juri seperti Titi DJ, Marini Ss, dan Aming.

Sedangkan untuk acara Grand Final, juri yang akan terlibat selain Titi DJ dan Aming adalah Rossa, Yovie Widianto dan Nino RAN. Selain akan dimeriahkan oleh Raffi Ahmad dan Yukikato sebagai host acara.

Dengan terlaksananya acara Byarr Indonesia tahun ini, diharapkan mudah-mudahan dapat menjadi acara tahunan dalam rangka HUT Partai Golkar. (Tumpak S)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending