Connect with us

Musik

Undang-Undang Belum Sepenuhnya Lindungi Hak Pencipta Lagu

Published

on

Para narasumber dalam acara Temu Dialog dan Silaturahmi Tentang Hak Cipta.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Puluhan pencipta lagu hadir dan berpartisipasi dalam ‘Temu Dialog dan Silaturahmi Tentang Hak Cipta’. Berlangsung di Gelanggang Remaja Jakarta Selatan, Rabu (29/1).

Acara penuh kekeluargaan ini, mempertemukan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dengan tiga Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), yakni WAMI (Wahana Musik Indonesia), RAI (Royalti Anugrah Indonesia) dan KCI (Karya Cipta Indonesia).

Tampak hadir pula Ketua Dewan Pembina KCI, Enteng Tanamal. Pejuang hak cipta ini menyambut baik forum diskusi yang bertujuan memperjuangkan hak-hak para pencipta lagu atau pemberi kuasa.

”Saya menyambut baik acara seperti ini, kita semua hadir disini untuk memperjuangkan dan memuliakan para pencipta lagu atau pemberi kuasa, agar mereka bisa mendapatkan hak-haknya secara baik, terutama hak ekonominya,” jelas Enteng Tanamal.

Diskusi bertemakan “Royalti Performing Right’s dalam Industri Musik Berbasis Digital” menghadirkan narasumber utama, yakni Anggota Komisioner Bidang Teknologi Informasi dan Database Musik, Irfan Aulia, yang juga gitaris band Samson.

Sebagian besar para para pencipta lagu sekaligus pemberi kuasa kepada LMK mengajukan uneg-uneg mereka seputar besaran royalti, sistem pembagian dan perangkat hukumnya.

Irfan Aulia menjawab bahwa sejauh ini perangkat hukum yang memayungi masalah ini masih lemah.

”Kita memang telah memiliki Undang Undang Hak Cipta (UU) Nomor 28 Tahun 2014, namun  UU tersebut masih belum mencakup dan melindungi semuanya, terutama yang menyangkut platform digital,” jelas Irfan.

Irfan menambahkan, masih perlu banyak perubahan atau penambahan dalam pasal pasal UU tersebut, agar mengikuti perkembangan teknologi yang terus berkembang sangat cepat.

“Kini sungguh banyak orang yang meng-cover lagu orang lain dan diunggah ke platform digital,  tanpa seizin penciptanya atau publishernya, misalnya, secara hak cipta banyak yang dilanggar,” jelas Irfan.

Selain belum terakomodir oleh regulasi, ada pula indikasi pelanggaran Hak Moral. Ini sangat disayangkan.

”Seringkali orang mengcover lagu orang lain, lalu diunggah di platform digital, hanya mencantumkan nama si penyanyi yang mempopulerkan lagu, tanpa menulis nama penciptanya. Ini jelas melanggar hak moral,” ujar Irfan.

Pentingnya Sinergitas LKM dan LMKN

Acara yang dipandu oleh Lisa A. Riyanto ini menghadirkan Dharma Oratmangun selaku Ketua Umum KCI, Chico Hindarto selaku Ketua Umum WAMI dan Saipul Uyun selaku Sekjen RAI.

“Pada era digital saat ini, era industri musik sudah berubah, bukan lagi kaset, CD atau DVD. Mau tidak mau kita harus mengikuti. Kita harus ubah mindset sesuai dengan kondisi industry musik secara global,” jelas Chico Hindarto.

Sementara Saipul Uyun selaku Sekjen RAI, menyambut baik acara Temu Dialog ini, karena bisa dijadikan sebagai ajang informasi dan dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan sikap.

”Selain itu, RAI siap bekerja sama dalam bentuk apapun untuk kesejahteraan anggota atau pemberi kuasa,” kata Saipul.

Menjawab tentang cara mendapatkan royalty dari YouTube. Meidi Farialdi dari WAMI mengatakan, ada banyak hal yang harus dipenuhi, sehingga prosesnya tidak mudah.

”Selama ini WAMI telah melakukan kerjasama dengan YouTube soal Performing Rigt. Prosesnya tidak mudah, terutama soal hitungan-hitungannya,” jelas Meidi.

Ia mencontohkan, ketentuan yang harus kita penuhi agar bisa mendapatkan royalti dari YouTube, yaitu monetisasi.

Itupun harus memenuhi ketentuan yang lain misalnya subscriber-nya harus mencapai 1000. Selain harus memenuhi ketentuan minimal ditonton selama  4.000 jam,” jelas Meidi.

Diskusi Berkala

Ketua umum KCI Dharma Oratmangun menekankan pentingnya sinergitas antara LMK dengan  LMKN.  Semua keputusan yang diambil oleh LMKN perlu mendapat persetujuan dari LMK, sebagai penerima kuasa dari para pencipta lagu.

”KCI pada dasarnya sepakat pemungutan royalti melalui satu pintu yaitu LMKN. Hanya saja, kami para LMK ini terlebih dulu diajak diskusi sebelum mengambil segala keputusan, karena LMK-LMK inilah yang mendapat kuasa dari para pencipta lagu,” pinta Dharma.

Dharma pun berharap perlunya diskusi semacam ini dilakukan secara berkala. Baginya, diskusi akan menciptakan transparansi pihak LMKN maupun  LMK yang semakin terang di mata para pemberi kuasa. Tidak lagi menimbulkan kecurigaan antara satu dengan lainnya.

Terbukti, soal mengurus  royalti ini  masih terjadi perbedaan pendapat antara sesama LMK maupun LMK dengan LMKN, namun mereka sepakat bersatu untuk mensejahterakan para pemberi kuasa.

” Kita sering berbeda pendapat, namun kita tetap bersatu untuk memperjuangkan hak-haknya para memberi kuasa. Jadi  biarlah LMK dan LMKN ini yang mengurus soal royaltynya, para pencipta silahkan berkarya sebanyak banyaknya dan sebagus bagusnya,” tutup Dharma. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

NOAH Rilis Kembali ‘Wanitaku’ Pada Hari Perempuan Sedunia

Published

on

By

Bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day, pada 8 Maret mendatang, NOAH merilis kembali lagu Wanitaku, dalam format akustik berjudul Keterkaitan Keterikatan Acoustic Version in 360° (Part 2).

Selain Wanitaku, di album ini terdapat lagu Menemaniku, Jalani Mimpi, Kupeluk Hatimu dan lagu Kau Udara Bagiku.

“Wanitaku menceritakan tentang kekhawatiran seorang pria terhadap wanita yang terlalu bertekad mengejar mimpinya,” terang Ariel NOAH dalam keterangan Musica Studios, Jumat (5/3).

Sebelumnya, lagu Wanitaku berhasil memenangkan penghargaan Anugerah Musik Indonesia 2019 untuk Duo/Grup Pop Terbaik. Di Billboard Indonesia Music Awards 2020, lagu ini memenangkan kategori Top Duo/Grup/Band of the Year.

Lagu Wanitaku dalam Album Keterkaitan Keterikatan Acoustic Version in 360° (Part 2) dari NOAH dirilis pada 5 Maret 2021 di seluruh platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, Joox, Langit Musik, Noice dan Resso.

Untuk official video clip dapat disaksikan di platform Vidio dan YouTube NOAH Official. Untuk video karaoke dapat dinikmati bersama dalam waktu dekat di channel YouTube Musica Karaoke.

Berikut tautan seluruh DSP (Digital Streaming Platform) dari album NOAH – Keterkaitan Keterikatan – Acoustic Version in 360° (Part 2): https://musics.link/Noah360part2 (Tumpak S. Foto: Dok. Musica Studio’s)

Continue Reading

Musik

‘Teruntuk _______’, Lagu Cinta yang Membahagiakan Persembahan Deabdil

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Single perdana Deabdil berjudul Titik Temu sejak dirilis pada Maret 2020 silam, benar-benar mempertemukan ratusan ribu pendengarnya di digital streaming platform.

Sukses tersebut menginspirasi pria asal Subang, Jawa Barat, 24 Juni 1996 tersebut untuk mempersembahkan single kedua, berjudul ‘Teruntuk________’. Sebuah lagu cinta dengan kemasan pop akustik yang membahagiakan sepasang kekasih.

Petikan gitarnya terdengar syahdu mengiringi suara khas Deabdil, membuat penikmat musik akan  mengenal warna baru lainnya dari Deabdil, baik dari segi musik maupun penceritaan.

Lagu ‘Teruntuk _______’  mengisahkan tentang pertanyaan yang diajukan pada pasangan tentang kehidupan yang akan diarungi bersama. Deabdil menggali lebih dalam lagi tentang makna komitmen bersama dalam pertalian suci.

“Kalau punya rasa sama seseorang yang kita udah yakin sama dia, sebaiknya jangan dipendam. Lebih baik ungkapin aja, siapa tau ternyata satu tujuan dan bisa jalanin semuanya bersama-sama,” pinta Deabdil dalam keterangannya, Jumat (5/3).

Deabdil sengaja memberi tanda ‘_______” (underscore) pada judul lagu, maksudnya sebagai ruang bagi pendengar lagu ini untuk menuliskan nama sang kekasihnya.

“Tapi kalau nggak berani ngomong, disini gue bikin lagu ‘Teruntuk _______. Tulis aja nama sang pujaan hati di judul lagu ini, terus minta dia dengerin lagu ini, siapa tau kena,” ujar Deabdil.

Produser Khalishah Isyana dari Arseri Music meyakini lagu ‘Teruntuk _______’ akan menjadi sarana yang tepat untuk ungkapkan cinta bagi penikmat karya Deabdil.

Tunggu apa lagi? Lagu Teruntuk ______’ tersedia di berbagai digital music streaming, seperti Spotify, Apple Music, Joox, Deezer. #semogacepatmenyatu. (Tumpak S. Foto: Dok. Arseri Music)

Continue Reading

Musik

Perjalanan 18 Tahun Bermusik, Merpati Band dan Bening Septari Rilis ‘Saat Jauh Darimu’

Published

on

By

Kabarhiburan.com – Pandemi rupanya memacu hasrat untuk membuat lagu bagi kelompok musik Merpati Band. Kreativitas ini tercermin pada lahirnya sebuah single terbaru berjudul Saat Jauh Darimu.

Lagu ini mengisahkan perasaan rindu sepasang insan yang harus terpisah hanya karena saling gengsi. Namun, kekuatan rindu Saat Jauh Darimu, cinta mereka bisa bertahan dan kembali.

Penciptanya, Andi Merpati, sengaja membuat lirik yang lugas dan sarat makna, dibalut dengan notasi yang gampang diikuti pendengar untuk bernyanyi.

Aransemen musik digarap bersama Rangga Gusman, dibuat mellow dengan alunan instrumen biola yang memberi sentuhan menyayat hati dan dramatis, selaras dengan lirik lagunya.

Menariknya, rilis single Saat Jauh Darimu menandai 18 tahun perjalanan bermusik Merpati Band di industri musik Tanah Air. Mereka berkolaborasi dengan Bening Septari, sang juara pada ajang Bintang Radio Tingkat Nasional 2013. Keduanya, kini bernaung di label Nagaswara.

Bening sempat mengeluarkan single Cinta Yang Terabaikan, Ori, Tak Bisa Jadi Yang Kedua dan Delete You, tentu saja memiliki karakter vokal yang bagus dan menyatu dengan karakter musik Merpati Band.

“Pada saat diajak untuk berkolaborasi di proyek single ini, Bening langsung tertarik dan suka lagunya. Jika sudah suka lagunya, sangat mudah untuk menghayati dan menyampaikan pesan lagunya,” ujar Andi Merpati, dalam keterangannya, Kamis (4/3).

Andi berharap single kolaborasi Bening Septari ini akan mengingatkan pendengarnya kepada masa kejayaan lagu-lagu Merpati band. Sebut saja, lagu hits berjudul Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah, Tak Rela, TSSII2, yang hingga kini disukai penikmat musik Indonesia.

Kehadiran lagu Saat Jauh Darimu, ini sekaligus mengobati kerinduan pendengar, khususnya ‘Sayap Sayap Merpati’, julukan fanbase Merpati Band. (Tumpak S. Foto: Dok. Nagaswara)

Continue Reading
Advertisement

Trending