Connect with us

Musik

Wali Band Single Terbaru ‘Sakit Tak Berdarah’ Bikin Fitri Carlina Menangis

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Band Wali memasuki tahun 2020 dengan merilis sebuah single terbaru berjudul Sakit Tak Berdarah. Lagu ini dinyanyikan duet dengan pedangdut Fitri Carlina.

Penciptanya, Apoy menjelaskan bahwa lagu ini menceritakan rasa sakit seorang wanita yang telah dibuat luka oleh pasangannya. Memamg rasa sakit yang dirasakan tidak mengeluarkan darah, namun sangatlah menyiksa.

“Yang pasti, semua itu hanya bisa disembuhkan oleh kuasa Tuhan,” jelas Apoy saat ditemui disela-sela syuting video klip Sakit tak Berdarah, di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (12/2).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh pedangdut Fitri Carlina yang akan menyanyikan lagu Sakit Tak Berdarah. Mereka saling selaraskan vokal masing-masing.

“Fitri kalau soal nyanyi, suaranya sudah tidak diragukan lagi. Suara Fitri dengan Faank, chemistry-nya sudah dapat, dipadu dengan musik ciri khas Wali. Inilah yang membedakan dari single-single Wali sebelumnya,” jelas Apoy.

“Proses rekamannya cepat, mungkin karena Fitri sudah berpengalaman jadi lancar. Kalau soal Fitri sampai nangis lantaran teringat masa lalunya,” lanjut Apoy.

Apoy  menambahkan bahwa terciptanya lagu ini atas anjuran CEO Nagaswara yang meminta agar menciptakan lagu untuk Fitri Carlina.

“Begitu saya tahu karakter vokal dan pribadinya, saya sepakat dengan pak Rahayu dan kebetulan idenya meluncur begitu aja, maka jadilah lagu Sakit tak Berdarah.” pungkas Apoy.

Susah Move on

Fitri Carlina membenarkan bahwa lirik lagu menyerupai pengalaman pribadinya. Sementara bagi Apoy, kisah dalam lagu Sakit tak Berdarah merupakan faktor kebetulan.

Terlepas dari emosinya, Fitri mengaku bersyukur saat mengetahui akan berkolaborasi dengan salah satu band favoritnya Wali, sekaligus sama-sama bernaung di label Nagaswara.

“Saya sempat nervous saat dikasih tahu, bakal featuring bareng Wali band. Dulu, saya sempat mimpi bisa nyanyi bareng Wali band. Eh, kesampaian juga akhirnya,” ucap Fitri yang ditemui di lokasi yang sama.

Menurut Fitri, syair (lirik) lagu Sakit tak Berdarah serupa dengan pengalaman pribadinya. Kenangan itu pula yang membuatnya masih susah move on hingga sekarang.

“Liriknya mirip dengan pengalaman pribadiku, nangislah waktu take vokal. Masih teringat masa lalu. Yang jelas, lagu Sakit tak Berdarah ini bikin aku makin susah move on,” ujar pedangdut asal Banyuwangi ini. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Duet Romantis Fildan dan Rana (Sumatera Barat) Mengakhiri Babak Top 56

Published

on

By

Duet Fildan dan Rana membawakan lagu ‘Cinta Karena Cinta’

Kabarhiburan.com, Jakarta – Grup 7 Tim Putih menghadirkan Agung (Bengkulu), Rana (Sumatera Barat), Adilla (Kalimantan Selatan) dan Keket (Nusa Tenggara Timur), menjadi ‘gerbong terakhir’ babak Top 56 LIDA 2020.

Keempat duta ini sepakat ingin melaju ke babak Top 44 yang sudah di depan mata, telah menginspirasi agar tampil lebih baik lagi dibandingkan babak Top 70.

Mereka berusaha meraih apresiasi tertinggi dari Dewan Juri  dan penonton demi merebut tiga kursi terakhir, dalam Konser Top 56 Grup 7 Tim Putih, yang berlangsung Kamis (20/2).

Agung Putra R (Bengkulu) membuka kompetisi dengan suara merdu saat menyanyikan lagu Doa Suci, bahkan membuat Lesti DA terpesona.

Pada babak Top 70, Agung nyaris tersenggol. Kini menikmati standing ovation dari keempat Dewan Juri, yang terdiri dari Lesti DA, Reza DA, Fildan DA dan Maya Ratih.

“Terima kasih, kamu sudah bawakan lagu ini dan mampu membuatku tersentuh. Penyampaiannya pun sudah tepat. Saya suka penampilan kamu,” ujar Lesti DA memuji.

‘Tangis Bahagia’ Adilla berakhir di panggung Top 56 LIDA 2020.

Setelah kepada Agung, Dewan Juri kembali memberikan standing ovation untuk penampilan Rana Safira (Sumatera Barat) yang menyanyikan lagu Bagai Ranting Kering.

“Kamu keren banget. Dari awal kompetisi hingga kini masih tetap konsisten. Bahkan, kamu bisa menutupi kondisi kamu yang kurang sehat dengan suara merdumu,” tutur Fildan DA, lalu mengajak Rana berduet romantis dalam lagu Cinta Karena Cinta.

Pada babak 70 Rana bercokol di posisi kedua, kini menikmati puncak tertinggi perolehan polling, sebesar 40, 42.

Sayangnya, sukses Agung dan Rana tidak diikuti oleh Septi Adilla. Duta dari Kalimantan Selatan ini justru mendapat kritik dan saran dari Reza DA, usai membawakan lagu Tangis Bahagia.

“Sebenarnya lagu ini memerlukan penekanan di bagian-bagian tertentu. Kamu terlihat grogi dan kurang percaya diri. Kamu perlu banyak berlatih pada setiap materi lagu yang kamu dapatkan,” ungkap Reza DA.

Saran dan kritik juga Dewan Juri berikan kepada Ketherine Wetangbubung alias Keket (Nusa Tenggara Timur), usai menyanyikan lagu Dusta.

Polling sebesar 20,85 sudah cukup bagi Keket untuk melaju ke Babak Top 44.

Hanya saja keberuntungan lebih memihak Keket karena meraih polling LIDA 2020 sebesar 20,85. Angka ini sudah cukup bagi Keket untuk melaju ke babak Top 44. Sebaliknya, Adilla (Kalimantan Selatan) harus tersenggol.

Pada akhir konser ditetapkan bahwa Rana (Sumatera Barat), Agung (Bengkulu) dan Keket (Nusa Tenggara Timur) melaju ke babak Top 44 LIDA 2020.

Top 44 memulai kompetisi  dengan enghadirkan Angga (Kalimantan Barat), Fiki (Papua), Nia (Sulawesi Selatan) dan Vania (Sulawesi Tengah) pada Grup 1, pada Jumat (21/2).

Bisa dipastikan persaingan akan semakin seru. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Kalimantan Tengah Kehilangan Seluruh Dutanya di LIDA 2020

Published

on

By

Waldi Mahendra tersenggol, sekaligus memupus harapan Kalimantan Utara meraih tangga juara LIDA 2020.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Provinsi Kalimantan Tengah menambah panjang deretan provinsi yang tidak mungkin lagi menjuarai LIDA 2020, lantaran sudah kehilangan seluruh dutanya di ajang kompetisi dangdut terbesar tersebut.

Seperti diketahui, beberapa provinsi lain telah kehilangan seluruh perwakilannya. Sebut saja, Kalimantan Utara, Maluku, Kalimantan Timur, Bali dan Kepulauan Riau.

Kalimantan Tengah yang sebelumnya sudah kehilangan Siti Puspa Bulan Saripah pada babak Top 70, resmi mengakhiri partisipasinya di panggung LIDA 2020, setelah Waldi Mahendra tersenggol pada Konser Top 56 Grup 7 pada Rabu (19/2).

Waldi yang menyanyikan lagu Resesi Dunia, dinilai Inul Daratista kurang penekanan saat bernyanyi. Benar saja, Waldi mendapatkan nilai terendah dan Dewan Juri sepakat untuk menyelamatkan Dini (Sumatera Utara).

Penampilan Waldi sempat diwarnai kejutan oleh kehadiran ibunda tercintanya di panggung LIDA 2020. Waldi yang rindu sempat meneteskan air mata bahagia langsung memeluk sang ibunda.

Dewi Pancar Langit

Kebahagiaan setara juga dirasakan Eva Yolanda (Nusa Tenggara Barat) yang didukung langsung sang Ayah, saat membawakan lagu Cintai Aku Karena Allah.

Kehadiran sang ayah sudah tentu memberi energi positif bagi Eva. Terbukti, Eva meraup pujian dan membuat seluruh Dewan Juri memberikan standing ovation.

Tak ketinggalan Nassar, menyebut Eva sebagai Dewi Pancar Langit karena kecantikan dan suara merdunya.

Ayah Eva mengaku selalu memperhatikan komentar Dewan Juri sejak penyelenggaraan D’Academy sesi 1, kali ini didapuk sebagai Dewan Juri. Ia mengomentari duet Nassar dan Zaskia Gotik, yang menurutnya fals. Adegan ini membuat penonton tertawa.

Lagu ‘Sebening Embun’ membuat Zahra meraih pujian.

Inul Daratista memuji Zahra (Riau) yang dinilai sangat berani membawakan lagu Sebening Embun. Lagu tersebut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga jarang dinyanyikan di ajang kompetisi.

Sementara Zaskia Gotik memberikan masukan kepada Dini Fransiska Marpaung (Sumatera Utara) usai menyanyikan lagu Sejuta Luka. Zaskia mengatakan Dini masih harus mengatur pernapasan agar lebih baik lagi.

Dini mendapat kesempatan menunjukkan potensi lain dalam dirinya, yakni bermain bola. Atraksi ini telah menggugah Inul untuk memberikan sepatu bola, jika Dini lolos ke babak selanjutnya. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Grand Final Indonesia Idol X, Ini Harapan Para Juri

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Masyarakat Indonesia sudah tidak sabar menanti hadirnya bintang dan idola baru pada ajang Grand Final Indonesian Idol X.

Ajang bergengsi ini akan digelar di Studio RCTI+, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (24/2) pukul 21.00 WIB dan disiarkan secara langsung di layar RCTI.

Masyarakat ingin menyaksikan persaingan ketat antara Tiara Anugrah dan Lyodra Ginting untuk merebut sebanyak mungkin vote menuju idola baru Indonesia.

Maia Estianty, salah seorang juri pada ajang pencarian bakat tersebut telah memasikan persaingan di antara kedua kontestan, yang memiliki karakter suara yang khas.

Situasi ini membuat para juri akan bekerja keras mengantarkan sang juara kepada masyarakat Indonesia.

“Keduanya selalu tampil bagus, tidak mengecewakan. Sama-sama punya kemampuan untuk menjadi seorang penyanyi yang berkualitas. Tinggal nanti penyesuaian aja, bagaimana bisa bersaing di industri musik kita,” jelas Maia Estianty, dalam jumpa pers di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (19/2).

Ajang Indonesian Idol X menjanjikan hadiah menggiurkan bagi sang juara, diantaranya satu unit mobil dan berbagai hadiah menarik lainnya.

Hanya saja, Maia memilih agar kedua kontestan tidak hanya melihat hadiah utama tersebut. Yang lebih penting adalah masa depan para kontestan ini diharapkan tetap eksis dan berkarya meramaikan industri musik Indonesia.

“Yang paling penting, menurut saya, keduanya bisa menginspirasi para generasi muda untuk terus berkarya. Artinya, semangat untuk menghasilkan karya itu tidak boleh berhenti,” anjur Maia yang memastikan Tiara dan Lyodra akan terkenal dan terjun langsung ke industri musik Indonesia.

“Kalau ditanya, apakah mereka bisa mewakili pasar musik Indonesia, ya, mereka mewakili,” imbuhnya.

Juri Indonesian Idol X lainnya, Judika juga membenarkan pendapat Maia. Bahkan, Judika meramalkan bahwa momen ini akan menjadi Grand Final yang berdarah-darah.

“Tahun ini banyak pesertanya yang bagus. Wanitanya kuat-kuat. Mereka berdua layak berada di Grand Final. Ini bakal jadi Grand Final yang berdarah-darah. Keduanya punya keunggulan masing-masing,”ucap Judika.

Sementara Ari Lasso menaruh harapan agar kedua grand finalis dapat menginspirasi calon kontestan Indonesian Idol di masa mendatang.

“Semoga mereka bisa semakin meneguhkan bahwa Indonesian Idol ini bukan hanya kompetisi menyanyi, tapi melahirkan bintang dan idola di Indonesia,” pungkas Ari Lasso. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending