Connect with us

Event

Wiranti (Gorontalo) Terhibur oleh Kehadiran Rafly DA di Panggung LIDA 2020

Published

on

Suasana panggung LIDA 2020 tanpa kehadiran penonton, saat Andari mendapat kritik dari Dewan Juri.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Panggung LIDA 2020 telah memasuki babak baru, Top 24, sejak Senin (16/3). Sebanyak 24 Duta Provinsi yang masih bertahan kembali bersaing lebih baik dari penampilan sebelumnya menuju babak selanjutnya.

Mereka dikelompokkan menjadi 6 grup, sehingga masing-masing dihuni oleh 4 Duta Provinsi tampil solo. Grup 1, misalnya, menampilkan Wiranti (Gorontalo), Diyah (Jawa Timur), Gunawan (Maluku Utara), dan Andari (Sulawesi Barat).

Hanya saja, konser Top 24 dan seterusnya berlangsung tanpa kehadiran penonton di studio. Ini sebentuk dukungan Indosiar dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Suasana hampa penonton rupanya tidak menurunkan antusiasme para Duta. Terbukti,  para peserta mampu memamerkan penampilan terbaiknya di depan Dewan juri dan para pendukungnya demi meraih sebanyak mungkin nilai polling SMS.

Pada akhirnya, penggemar dangdut di Tanah Air jua menjadi saksi persaingan ketat para duta di Konser Top 24, yang lebih seru dibanding babak sebelumnya.

Lagu ‘Gula-Gula’ dari Diyah (Jawa Timur) memberi ‘standing ovation’.

Diyah Safira (Jawa Timur) yang ingin beranjak dari zona tidak nyaman di babak sebelumnya, langsung menggebrak panggung dengan lagu Gula-Gula. Semua Dewan Juri dibuatnya terpukau, sehingga mengapresiasi Diyah berupa standing ovation.

“Diyah cengkok kamu sangat bagus dan tidak berlebihan. Terus pertahankan, tetap rendah hati, dan belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Itu saja pesan dari saya,” ujar Nassar.

Penampilan setara Diyah, juga dipersembahkan Gunawan Maharjan (Maluku Utara) saat membawakan lagu Gadis Malaysia.

Gunawan yang merupakan juara grup pada babak Top 33, menyanyi dengan penuh ketulusan yang membuat empat Dewan Juri pun melakukan standing ovation.

Sebenarnya Wiranti Banser Ngau (Gorontalo) sudah memamerkan usaha yang maksimal. Apalagi, kemampuan Wiranti sudah teruji, sebagai juara grup di babak Top 44 dan Top 33.

Wiranti tersenggol hilangkan harapan Gorontalo menjuarai LIDA 2020.

Namun ketika membawakan lagu Si Kecil milik Rita Sugiarto, dinilai Dewan Juri Soimah belum cukup memuaskan.

“Usaha kamu untuk membawakan lagu ini dengan nuansa yang berbeda patut dihargai. Hanya saja, saya rasa masih kurang tepat dan kamu juga kurang maksimal membawakannya”, sesal Soimah.

Meski mendapat kritik, Wiranti merasa terhibur oleh kehadiran idolanya, Rafly DA, di panggung LIDA 2020. Pertemuan ini menjadi yang terakhir bagi Wiranti lantaran harus tersenggol.

Sementara itu, Wulandari (Sulawesi Barat) yang menjadi peserta terakhir. Membawakan lagu Bimbang yang menceritakan rasa rindu yang begitu dalam terhadap kekasih hati.

Dewan juri Lesti DA menilai Andari kurang maksimal membawakan ungkapan rindu, seperti yang diinginkan lagu tersebut.

“Sangat disayangkan, karena kamu memiliki kualitas menyanyi yang baik. Kalau memang sangat rindu, kamu bisa persembahkan penampilan ini untuk keluarga kamu supaya menjadi motivasi,” anjur Lesti DA.

Meski tampil kurang maksimal, Andari, masih beruntung diselamatkan oleh perolehan polling LIDA 2020. Bahkan melebihi perolehan polling bagi Diyah (Jawa Timur) maupun Gunawan (Maluku Utara). Ketiganya berhasil melaju ke babak selanjutnya.

Sementara Wiranti harus menyusul rekannya Usman Sulesman yang tersenggol di babak Top 56. Pupus sudah harapan Gorontalo untuk menjuarai LIDA 2020. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

KDI 2020: Bertabur Bintang di Road To KDI 2020

Published

on

By

Kontes Dangdut Indonesia (KDI) kembali hadir di MNCTV. Sebagai stasiun televisi yang menjadi ‘Rumahnya Dangdut Indonesia’, KDI 2020 akan mulai tayang pada Agustus mendatang menampilkan calon bintang dangdut berbakat Indonesia.

Sebelum memulai kontes KDI 2020, MNCTV mempersembahkan Road to KDI 2020 malam ini bersama Raja Dangdut Rhoma Irama. Tak hanya itu, Iis Dahlia, Ayu Ting Ting, Cita Citata, Ikang Fauzi dan Danang juga turut memeriahkan acara Road to KDI 2020. Tak ketinggalan penyanyi cilik yang viral, Betrand Peto Putra Onsu akan membawakan kurang lebih 3 lagu. Yang istimewa jingle KDI 2020 dibawakan secara khusus oleh Bertrand Peto yang menambah semarak dan megahnya KDI 2020. Selain bintang dangdut di atas, Bintang KDI pun akan mengisi acara ini diantaranya Wulan Alora, Kiki Ameera, Hayati, Putri, Dedi Regar menambah semarak Road to KDI 2020.

Acara kemegahan Road to KDI 2020 akan dipandu oleh host kenamaan Indonesia, Vega Darwanti dan Ruben Onsu. Para pengisi acara malam nanti juga akan berduet satu sama lain. Salah satunya Rhoma Irama akan berduet dengan Ikang Fauzi.

Penasaran bagaimana duet Rhoma Irama dan Ikang Fauzi? Dan juga duet antar pengisi acara?

*Saksikan Road to KDI 2020, live pada Senin, 13 Juli 2020 pukul 21.00 WIB hanya di MNCTV.*

Continue Reading

Event

Film Horor Harus Memiliki Drama dan Melahirkan Rasa Takut dan Ngeri Bagi Penonton

Published

on

By

Sutradara Ubay Fox dan Model Bella Angelique dalam talkshow Jakarta Horror Scceen Fesatival 2020.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Aneka cerita film bergenre horor masih tetap favorit di layar bioskop sampai kapan pun. Tinggal bagaimana para sineas meramu cerita rasa takut penonton, agar sajian film horor menjadi tontonan mampu mengundang sebanyak mungkin penonton ke gedung bioskop.

Pendapat ini disampaikan oleh sutradara muda kenamaan, Ubay Fox, dalam perhelatan live streaming Episode 6, Jakarta Screen Horror Festival 2020, yang tayang dari Kedai Kopi ‘Lali Bojo’, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (9/7).

Sebuah acara talkshow yang diinisiasi Kumpulan Jurnalis Sineas Indonesia (KJSI), kali ini memilih  tema Mengenal Karakter Setan.

Selain menghadirkan Ubay Fox, talkshow yang dipandu oleh wartawan senior Kiky Herlambang ini juga menghadirkan top model dan artis Bella Angelique sebagai narasumber.

“Sampai kapan pun, yang namanya kuntilanak, pocong, sundel bolong, gendoruwo dan sebagainya masih melekat di hati masyarakat, maka tokoh-tokoh tersebut tetap menjadi jualan para produser dan sutradara dimasa mendatang,” ujar Ubay Fox yang menggarap film Valentine, Roh Fasik, Uka-uka, Kembang Kantil dan Rasuk.

“Saking sering menggarap film horor, sampai ada yang menyebut saya sutradara horor, sutradara setan. Ha ha ha,” ujar pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini sambil tertawa.

Terlahir di Pulau Flores NTT, yang masyarakatnya memiliki beragam cerita horor, namun Ubay tidak  begitu saja percaya pada sosok jin atau setan. Maklum, Ubay terlahir dan dibersarkan di keluarga yang didikan agama begitu kuat.

“Makanya, begitu menjadi sutradara film horor, saya selalu dari sudut pandang Al Quran dalam menggambarkan setan,” jelas Bay dengan mimik serius.

Baginya, setan itu sebenarnya diri manusia alias imajinasi, yang bisa menjadi siapa saja dan apa saja,” jelas Ubay yang selanjutnya mempengaruhi karya filmnya.

“Makanya, kalau gue bikin film tidak pernah menggambarkan setan dalam wujud seram, menakutkan. Itu kan, hanya imajinasi kita saja. Siapa sih yang pernah melihat setan. Hanya orang-orang terpilih saja yang mampu melihat secara langsung,” ujar Ubay.

“Bagi gue, film horor enggak perlu pakai setan atau sosok iblis. Yang penting adalah drama dan ceritanya punya kekuatan  melibatkan emosi dan mampu melahirkan rasa takut dan ngeri bagi penontonnya,” tambahnya.

Ubay pun mendasarkan pada pengalamannya mendatangi sebuah lokasi yang tampaknya seram dan konon dihuni oleh sosok jin. Ia ingin melihat jin yang dimaksud dengan membawa kamera mahal dan mengajak paranormal yang meyakinkan lokasi tersebut dihuni sosok jin.

“Selama berjam-jam gue di lokasi tersebut. Ehh, enggak ada jin yang lewat,” kata Ubay selalu mempercayakan tim kreatif untuk berimajinasi sendiri menciptakan sosok setan. “Soalnya, saya belum pernah lihat setan atau jin,” tambahnya.

Terkait masa vakum selama masa pandemi, Ubay seperti para sutradara film horor lainnya, sudah mengumpulkan ide horor terbaru yang akan dieksekusi pada film mendatang.

“Kalau gue, tetap membuat film horor dari sudut pandang agama. Bagi saya, film horor dari sudut pandang agama enggak ada habisnya,” ujar Ubay Fox yang bersiap menggarap film di Bruney Darussalam dan di kawasan Toba, Sumatera Utara.

Top Model dan artis, Bella Angelique meyakini bahwa mahluk astral tersebut ada disekitar kita. Bella mendasarkan pengalaman semasa remaja, dalam liburan bersama keluarga yang merencanakan mengunjungi kawasan air panas di kawasan puncak, Jawa Barat.

“Perjalanan tersebut akhirnya batal sampai tujuan, lantaran sejauh perjalanan, kami merasa mobil kami selalu kembali ke titik yang sebelumnya sudah kami lewati beberapa kali,” kenang Bella yang mengaku dirinya seorang penakut, sehingga kalau nonton film horor selalu beramai-ramai.

“Kalau hantunya sudah keluar, aku pasti tutup mata. Rasa takutnya sampai terbawa ke rumah karena rasanya sosok menakutkan itu masih ada sampai ke rumah,” ujar Bella yang disimpulkan Ubay bahwa sutradara film tersebut sukses membuat penontonnya ketakutan. (Tumpak Sidabutar/KH

Continue Reading

Event

Penyanyi dan Presenter Hiroaki Kato Galang Donasi Bagi Anak Yatim di Jakarta

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Musisi dan presenter kelahiran Jepang, Hiroaki Kato ikut ambil bagian untuk mendukung pemerintah memberantas Covid-19 di Indonesia. Caranya, mengadakan penggalangan dana di Jakarta untuk membantu sesama.

Acara yang melibatkan 85 donatur dari Jepang dan Indonesia, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 42.880.000.

Selanjutnya, Hiroaki Kato bekerja sama dengan lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), seluruh dana disalurkan dalam bentuk makanan dan produk kesehatan, yang diberikan kepada pekerja tidak tetap yang terdampak Covid-19.

Tidak berhenti sampai disitu saja. Hiroaki Kato bersama SuperHiros, julukan fans Hiroaki Kato, mengadakan Halalbihalal Virtual Hiroaki Kato Bersama SuperHiros pada akhir Juni silam.

Dengan merogoh kocek Rp 50 ribu untuk membeli tiket, para fans sudah menjadi donatur sudah berkesempatan melihat langsung penampilan Hiroaki Kato.

Sebagian dari hasil penjualan tiket diberikan kepada anak-anak di Rumah Yatim di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut kembali mendapat dukungan ACT yang memberikan bantuan berupa makanan sehat, masker dan hand sanitizer bagi anak-anak Yatim.

“Penggalangan donasi sebelumnya, saya tujukan kepada teman-teman pekerja tidak tetap yang terdampak Covid-19.  Kali ini saya tujukan bagi generasi penerus Indonesia, yaitu anak-anak. Semoga kalian sehat selalu. Lain kali aku mau nyanyi di tempat kalian, ya,” ujar Hiroaki Kato menjanjikan. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending