Connect with us

Film

Yoriko Angeline dan Ari Irham dalam Film ‘After Met You’ Terbeban Ekspektasi Penonton

Published

on

Yoriko Angeline dan Ari Irham, pemeran utama dalam film After Met You.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sudah begitu banyak film Nasional yang diangkat dari cerita novel laris, selalu saja mengkhawatirkan ekspektasi penonton, yang terlebih dulu sudah membaca novelnya.

Situasi yang sama kembali dirasakan oleh dua pendatang baru di blantika perfilman Indonesia, Yoriko Angeline dan Ari Irham. Mereka sama-sama baru kali ini menjadi pemeran utama dalam film After Met You.

Dibalik rasa bangga telah dilibatkan dalam film yang diproduksi oleh RA Pictures dan Megapilar Pictures ini, keduanya juga mengaku terbebani saat memerankan karakter tokoh dalam novel.

“Aku memang terbebani banget untuk tampil dalam film ini, makanya aku berupaya totalitas untuk membayar ekspetasi penonton, terutama juga para penggemar novelnya. Film ini, kan dari novel laris. Novel yang difilmkan,” ujar Yoriko kepada Kabarhiburan.com, Sabtu (5/1).

Sementara Ari Irham mengatakan, bahwa karakter yang dia perankan dalam film sangat bertolak belakang dengan karakternya dalam kehidupan nyata.

“Beda banget ya.  Kalau Ari yang di film tuh extrovert, sementara aku orang yang introvert. Gue tuh orangnya pendiam, pemalu bisa dibilang begitu kalau di kehidupan nyata sehari-hari,” tutur Ari yang berharap After Met You bisa menghibur penontonnya.

Novel karya Ari Irham dan Dwitasari dengan judul yang sama, kemudian diramu kembali oleh sutradara Patrick Effendy dan Haqi Ahmad ke dalam genre  komedi romantis yang terasa lebih dekat dengan kaum milenial.

Sebagian dari pendukung film After Met You

Memilih Ari Irham dan Yoriko Angeline menjadi nilai tambah film ini karena kekuatan fans masing-masing pemain. Mereka juga didaulat untuk menyanyikan soundtrack film yang dikemas secara romantis.

Film berdurasi 95 menit ini juga melibatkan para bintang baru, seperti Naufan Raid Azka, Michelle Wanda, Dede Satria, Chico Kurniawan, Yudha Keling, Anabel.

Selain para bintang senior, seperti Surya Saputra, Wulan Guritno, Joshua Suherman, Teuku Rizky dan Joe P Project.

Menjawab pertanyaan bahwa karakter Ari menyenggol karakter yang pernah ada dalam film lain. Fransen Susanto selaku excecutive producer mengatakan bahwa kita tidak bisa hidup sendiri dan kita inginkan film indonesia menjadi baik lagi untuk ke depan.

“Film ini mengawali tahun 2019 untuk menjadi suatu hiburan tersendiri,” ujar Fransen Susanto.

Ia memastikan film After Met You akan memberi alternatif tontonan segar yang bisa dinikmati penonton di bioskop, mulai Kamis, 10 Januari mendatang. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Film

Pohon Terkenal Angkat Romantika Kehidupan Para Taruna Akpol

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Pohon Terkenal adalah sebutan bagi Taruna maupun Taruni yang gemar membuat ulah selama menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian.

Julukan ini diangkat menjadi  judul film produksi  perdana Divisi Humas Mabes Polri. Film ini sudah tayang di layar bioskop di Tanah Air, sejak Kamis (21/3).

Sebelumnya, Divi Humas menyelenggarakan acara pemutaran perdana  Pohon Terkenal di bioskop Epicentrum, Kuningan, Jakarta. Film berdurasi 96 menit ini dibuat oleh produser Soemarsono bersama sutradara Monty Tiwa dan Annisa Meutia, yang bersama Lina Nurmalina menulis naskahnya.

Mereka memilih Umay Shahab, Laura Theux dan Raim Laode sebagai bintang utama, didampingi Adjis Doa Ibu dan Cok Simbara, serta puluhan taruna-taruni di Akademi Kepolisian, Semarang.

“Film ini mengemas dinamika kehidupan para calon polisi selama menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian. Ada duka dan bahagia, selain romantika juga ada,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, SIK, MH yang ditemui di Bioskop Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (21/3).

“Film ini sangat layak ditonton. Oleh sebab itu, enggak muluk-muluk kalau kami ingin agar film ini mencapai box office,” imbuh Iqbal.

Cerita Pohon Terkenal berpusat pada tiga orang taruna baru bernama Bara Maulana (Umay Shahab), Ayu Sekarwati (Laura Theux), dan Johanes Solossa (Raim Laode). Mereka meninggalkan kehidupan remaja normal, lalu menjalani kehidupan baru sebagai calon perwira.

Sutradara Monty Tiwa mengemas cerita aspek kepolisian, lalu  mencampurnya dengan unsur komedi dan romantika dari ketiga tokoh utama. Jadilah Pohon Terang menjadi tontonan yang menghibur.

“Saya mendapat kebebasan untuk mengungkapkan kehidupan apa adanya para taruna-tarini di Akpol,” ujar Monty Tiwa yang melakukan syuting selama dua minggu di Semarang. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto: Dok. Humas Mabes Polri)

Continue Reading

Event

Sepuluh Film Terlaris Akan Lomba Terbaik Dalam Ajang IBOMA 2019

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sebanyak 10 judul film terlaris, alias jumlah penonton terbanyak, akan bersaing merebut juara dalam ajang penghargaan  Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA) 2019, yang akan digelar di Studio Emtek, Jakarta, Jumat (5/4) mendatang.

Film-film yang dimaksud adalah Dilan 1990, Suzzana: Bernapas Dalam Kubur, Danur 2: Maddah, Si Doel The Movie, Asih, Teman Tapi Menikah, Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, Jailangkung 2, A Man Called Ahok, dan Milly & Mamet.

Semua film ini dinyatakan telah meraup jumlah penonton terbanyak selama kurun waktu 1 Januari  hingga 31 Desember 2018.

David Suwarto selaku Deputy Director Programming SCTV, mengatakan bahwa IBOMA merupakan sedikit kontribusi SCTV terhadap industri film Tanah Air.

“Kami ingin mengapresiasi kerja keras teman-teman produser, sutradara, pemain dan seluruh tim yang telah menghasilkan film-film yang diminati masyarakat,” ujar David dalam jumpa pers di SCTV Tower, Senayan City, Kamis (14/3).

Ia menambahkan bahwa sepanjang 2018 film Indonesia telah mencatat rekor jumlah penonton terbanyak, yakni 51.192.832 tiket. “Ini merupakan pencapaian luar biasa. Tentu kami berharap jumlah penonton terus bertambah di tahun mendatang,” imbuhnya.

Dalam ajang IBOMA 2019, masing-masing film akan memperebutkan 12 kategori penghargaan, sebagai Film Box Office Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Pemeran Pendukung Wanita Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Terbaik, Pendatang Baru Terbaik, Poster Film Terbaik, Trailer Film Terbaik, Original Soundtrack Film Terbaik dan Ensemble Talent Terbaik.

Selain 12 kategori tersebut, tersedia pula tiga kategori lain yang akan dianugerahkan tanpa proses penjurian. Tiga kategori ini didasarkan pada raihan jumlah penonton, yakni Top 10 Film Box Office Tahun Ini, Film Box Office Tahun Ini, dan Produser Film of The Year.

Guna menemukan para pemenangnya, panitia pun telah memilih tujuh juri yang kompeten dari berbagai kalangan. Mereka adalah Reza Rahadian, Monty Tiwa, Hanung Bramantyo,  Ayushita Nugraha, Cesa David Luckmansyah, Prisia Nasution dan Sha Ine Febrianti.

Reza Rahadian mengaku bahagia dengan 10 film Box Office yang masuk dalam nominasi sebab mewakili berbagai macam genre film. Perbedaan filmnya sangat jelas, meliputi berbagai macam genre sehingga tidak ada genre yang mendominasi.

“Kami juri juga senang melihat warna yang ada dari kesepuluh film ini,” ujar Reza Rahadian. (Tumpak Sidabutar/KH).

Continue Reading

Film

‘The Sacred Riana Beginning’: Film Horor Rasa Baru

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sosok The Sacred Riana memang banyak menarik perhatian publik. Dengan penampilan misterius dan rahasia pertemanannya dengan boneka Riani terus menarik perhatian sekaligus pertanyaan publik.

Kemisteriusan inilah yang coba diangkat dalam  The Sacred Riana Beginning. Film ini akan tayang serentak di layar bioskop mulai besok, Kamis (14/3).

Sebelum ke sana, Nant Entertainment terlebih dulu menggelar Gala Premiere di bioskop Plaza Senayan, Jakarta, Senin (11/3).

Film  yang disutradarai oleh Billy Christian  ini bercerita tentang Riana yang sejak kecil merasa terkucil di rumahnya. Ayah (Prabu Revolusi) dan ibunya (Citra Prima) seperti tidak punya waktu untuk berbagai dengan putri tunggal mereka.

Sebuah musibah kebakaran membuat  keluarga ini pindah  ke rumah kakak ayahnya Johan (William Bevers), seorang pedagang dan kolektor  barang antik.  Riana menemu boneka yang diberinya nama Riani.

Dengan bantuan Klara, seorang guru Bimbingan Penyuluhan di sekolahnya, akhirnya menemukan bahwa Riana  berkemampuan indigo (mampu melihat mahluk gaib) sekaligus telekinesis.

Klara berupaya agar Riana bersosialisasi. Caranya, Klara mengajak tiga anak untuk menginap di rumah Riana. Mereka adalah Hendro (Ken Anggrean),  Lusi (Agatha Chelsea) dan Anggi (Clara Nadine), yang  pernah mengidap indigo.

Sebuah kecerobohan menghadapkan mereka pada kemunculan sosok hantu jahat bernama Bava Gogh (Carlos Camelo), seorang psikopat yang hidup di abad ke 19 menjadi pembunuh berantai sejumlah anak perempuan. Salah seorang korbannya  berada  dalam boneka Riani.

Sosok hantu jahat dan keji dengan kostum dan dandananya  mengingatkan pada film horor dan fantasi karya sutradara Amerika Tim Burton yang gemar memakai elemen gotik.  Billy Christian mengakui The Sacred Riana: Beginning   bergenre horor fantasi.

Sosok Bava Gogh mengingatkan pada sosok Joker dalam Batman. Begitu juga dengan suasana rumah tua dengan barang-barang antik, seperti  Dark Shaddows. Oleh Billy dikombinasi dengan sosok hantu suster ngesot dalam berapa adegan. Terciptalah sinematografi yang menawarkan horor baru.

“Saya menawarkan film horor yang belum pernah ada di film horor Indonesia sebelumnya,” ujar Billy Christian. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending