Connect with us

Musik

Yovie Widianto dan David Foster Meriahkan Batik Musik Festival di Candi Prambanan

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Menikmati alunan musik Nasional dan Internasional di pelataran Candi Prambanan dengan mengenakan batik. Tentu akan menjanjikan sensasi dan kebanggaan yang berbeda.

Sensasi yang demikian istimewa ini akan disajikan oleh promotor Rajawali Indonesia dalam Batik Music Festival 2019 di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta pada 5 Oktober mendatang. Sekaligus untuk merayakan mahakarya batik telah dipatenkan sebagai Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober.

Promotor Rajawali Indonesia bekerja sama dengan Garuda Indonesia dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.

“Kita akan merayakan bersama Hari Batik Nasional dengan menikmati sajian musik berkelas dari Yovie and Friends, dan musisi dunia David Foster and Friends. Semua penonton, kru, promotor, semua harus pakai batik,” jelas Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (6/9).

Dalam pelaksanaan Batik Music Festival akan ditampilkan di dua panggung berbeda, yakni Festival Show dan Spesial Show.

Salah satu panggung akan diisi oleh musisi Yovie Widianto bersama Raisa, Kahitna, Arsy Widianto, Bunga Citra Lestari, Marcell, Rio Febrian, dan 5 Romeo. Sementara panggung lainnya diisi oleh David Foster bersama Katherine McPhee dan musisi internasional yang masih dirahasiakan.

Pagelaran ini merupakan salah satu upaya menggaungkan wisata batik dan wisata situs candi sebagai warisan budaya Indonesia. Festival ini juga menghadirkan UMKM batik dari seluruh Nusantara.

Tiket dibagi dalam enam kelas dimulai dari Festival Show Rp 300 ribu, Silver Rp 1,25 juta, Gold Rp 1,5 juta, Platinum Rp 2,5 juta, Diamond Rp 3 juta, Super VVIP Rp 5 juta.

Tiket dapat diperoleh melalui tiketapasaja.com mulai Senin (9/9) pukul 11.59 WIB. Sementara penjualan tiket offline melalui Silol Kopi & Eatery di Jalan Suroto, Kotabaru, Yogyakarta. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

‘Gelora Asmara’ dari Pasangan BIANCADIMAS

Published

on

By

Pasangan suami istri Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan, yang lebih dikenal dengan grup duo BIANCADIMAS, kembali merilis single terbaru, berjudul Gelora Asmara.

Lewat single yang dirilis pada 27 Maret 2020 ini, mereka mengekspresikan sebuah kebersamaan dengan nuansa asmara yang begitu kental. Lirik tulusnya cinta dipadu dengan aransemen yang segar.

Gelora Asmara masih didominasi petikan gitar elektrik Dimas. Hanya saja, bebunyian drum elektrik elektrik synthesizer 90-an, membuat single ini berbeda dari single BIANCADIMAS sebelumnya. Sebut saja, single Cerita Kita dan Samudra Arjuna.

Gelora Asmara bernuansa santai dan lirik yang manis, menceritakan upaya meyakinkan orang yang dicinta bahwa cintanya tulus.

Untuk proses rekaman, Bianca dan Dimas dibantu oleh musisi Dimas Pradipta, selaku mixing dan mastering engineer dan dilakukan di rumah mereka.

Sebelum menggarap single Gelora Asmara, BIANCADIMAS telah menggarap sejumlah proyek musik bagi musisi kenamaan Tanah Air, seperti Fiersa Besari, Ghaitsa Kenang, Hanggini, Luthfi Aulia, Rahmania Astrini, Reza Rahadian, Trisouls, serta Ungu dan Citra Scholastika.

Dimas menjadi penata musik dan produser untuk soundtrack film Imperfect, menulis lagu Aku Tanpamu yang dibawakan Maizura untuk tema film Bebas.

Single Gelora Asmara sudah dapat Anda dinikmati dalam format audio, melalui beragam layanan musik streaming dan video musik dalam kanal YouTube BIANCADIMAS. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Musik

‘Tamu Malam Minggu’ Bawa Nia (Sulawesi Selatan) Melambung Tertinggi

Published

on

By

Dewi Perssik menilai Nia (Sulawesi Selatan) sudah punya aura bintang.

Kabarhiburan.com, Jakarta – Situasi tidak menggembirakan harus diterima Sulawesi Selatan. Duo dutanya, Andi Nailah dan Rusnia harus saling mengalahkan, selain masih bersaing dengan Hamid Haan (Nusa Tenggara Timur), pada Konser Top 18 Grup 4 yang berlangsung Rabu (25/3).

Persaingan pun akhirnya dimenangkan oleh Nia (Sulawesi Selatan). Ia mendapat nilai polling tertinggi, disusul Hamid (Nusa Tenggara Timur) yang diselamatkan Dewan Juri juga berhasil lolos ke babak selanjutnya. Sementara Ila (Sumatera Selatan) yang berada di posisi kedua harus rela tersenggol.

Nia pantas mendapatkan beragam pujian dari Dewan Juri dan nilai tertinggi, berkat penampilannya yang memukau, saat menyanyikan lagu Tamu Malam Minggu yang dipopulerkan oleh Endang Triswati.

Dewi Perssik mengungkapkan bahwa Nia sudah mempunyai aura bintang. Ditambah lagi body language dipadu tarian indah sambil bernyanyi, membuat Nia tampak ekspresif saat menyampaikan lagu.

Pujian senanda dan empat standing ovation Dewan juri berikan bagi Hamid (Nusa Tenggara Timur), usai membawakan lagu Azza milik Rhoma Irama.

Sempat lupa lirik, Dewan Juri selamatkan Hamid (Nusa Tenggara Timur).

Hamid pun sukses membuat Reza DA yang mengaku ingin berteriak histeris sejak awal penampilan.

Hamid memang sempat lupa lirik lagu, tapi Nassar tetap berdiri untuk Hamid lantaran merasa lebih banyak nilai plus untuk Hamid daripada minusnya. Sudah vokal Hamid sangat bagus, tune dan improvisasi juga sangat bagus.

Sama dengan Hamid, Ila (Sulawesi Selatan) juga membawakan lagu yang dipopulerkan Rhoma Irama, berjudul Anak yang Malang, justru menjadi antiklimaks dalam konser Top 18 Grup 4.

Ila (Sulawesi Selatan) harus rela tersenggol.

Ila (Sulawesi Selatan) belum mampu mendapatkan pujian dari Dewan Juri, lantaran dinilai belum mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Fildan DA mengatakan, Ila selalu membawakan lagu dangdut klasik di setiap penampilannya, sehingga belum ada perbedaan. Ini bisa membuat bosan pendengarnya.

Dewan Juri lainnya, Dewi Perssik menilai ekspresi wajah Ila terlihat tidak tulus dan natural, padahal lagu menuntut pembawaan yang mengesankan kesedihan bagi yang melihat penampilannya. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Dok. Indosiar)

Continue Reading

Musik

Para Dokter dan Perawat Pasien Corona, Cut Mila: Mereka Pahlawan

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Jakarta – Artis penyanyi dangdut, Cut Mila, ikut merasakan dampak wabah penyakit virus corona yang tengah melanda Tanah Air.

Sebagian jadwal manggung Cut Mila di beberapa kota yang telah masuk agendanya terpaksa batal, menyusul seruan hindari kerumunan.

Cut Mila membenarkan, meski tidak semua batal. Ada beberapa agenda lainnya yang tetap lanjut, kebetulan masih aman dari wabah virus corona.

Rupanya Cut Mila sudah memperhitungkan sebelumnya kalau wabah mematikan tersebut akan berpengaruh pada pekerjaannya.

Iya. Ini kan bisa kita sebut bencana, ya. Bahkan pemerintah telah membuat seruan untuk stay at home dan work from home. Nah, aku rasa ini demi kebaikan kita semua. Jadi kalau berdampak pada pekerjaanku sebagai penyanyi, ya harus diterima,” ujar pelantun Loh Bang.

“Kasus positif corona setiap hari bertambah, vaksin belum ditemukan. Semua ahli kedokteran di banyak negara sedang melakukan pekerjaannya untuk segera menemukan vaksin corona, termasuk di Indonesia,” katanya.

Begitu juga dengan para dokter dan perawat medis yang mulai bertumbangan karena terdampak wabah corona, saat menangani pasien di rumah sakit.

“Mereka itu pahlawan. Mari doakan mereka tetap sehat, dijaga Allahu ta’alla. Mereka kerja tanpa pamrih, mereka juga ingin kita sehat dan wabah ini segera lenyap. Kita beri semangat untuk mereka dengan diam di rumah dan jaga jarak antar manusia,” pinta Cut Mila. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending