Connect with us

Event

Yuk, Nonton Film Horor di Layar Raksasa Teater Imax Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah

Published

on

Kabarhiburan.com, Jakarta – Sedikitnya lima sosok orang berkostum panjang serba putih dengan wajah menyeramkan. Ada yang hilir mudik, selain ada yang bersimpuh di bawah banner bertuliskan Screen Fest 2018 di lobi Imax Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Di bagian lain, tampak sosok berkostum serba hitam dengan jemari berkuku panjang. Sementara di pintu masuk, sudah ditunggu oleh sosok yang mengenakan kain kafan layaknya pocong berkubang darah.

Belum lagi  tata lampu yang redup, ikut menambah daya menakutkan suasana  Scream Fest 2018, yang mulai digelar mulai 16 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 mendatang.

Terselenggaranya festival ini merupakan kolaborasi Media 8 selaku EO Scream Fest dan Teater Imax Keong Emas. Keduanya melakukan berbagai inovasi bertema Scream Fest 2019.

“Dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2019, Teater Imax Keong Emas menampilkan beragam hiburan seru bagi keluarga,” jelas Amirullah selaku CEO Media 8 kepada wartawan di TMII, Minggu (16/12).

Amirullah selaku CEO Media 8 yang merupakan EO Scream Fest di Teater Imax Keong Emas, TMII.

Sesuai temanya, penyelenggara sengaja memilih film-film horor terbaik untuk ditayangkan layar raksasa  untuk dinikmati penonton. Film horor tersebut akan disajikan saban hari, mulai jam 17.00 WIB, 19.00 dan 20.30 WIB.

Penyelenggaraan Scream Festival 2018 di Teater Keong Emas ditandai oleh pemutaran film Danur pada Minggu (16/12). Selanjutnya, menyusul berbegai judul film horor, seperti  Nini Thowok, Keluarga Tak Kasat Mata, Ghost Diary, Ular Tangga, dan masih banyak lagi.

Sambil menunggu  jadwal pemutaran film, para penonton akan dimanjakan dengan aneka kuliner yang tersaji di halaman teater. Uniknya, masing-masing kuliner tersebut diberi nama yang membuat bulu kuduk merinding.

Sebut saja, Mie Gendoruwo, Lontong Pocong, Sosis Jaelangkung, Seblak Mak Lampir, Bakso Jenglot, Ceker Setan dan masih banyak lagi. Tapi jangan kuatir, soal rasa dan dan harga, tidak seseram namanya.

Masih di arena Keong Emas juga dibangun wahana yang disebut Panic Room Mussimulator. Sebuah wahana uji nyali dalam perjalanan menggunakan mobil yang seru sekaligus menghibur. Arena ini dilengkapi dengan live music, horor character competition dan foto booth competition berhadiah menarik.

Menjelang berakhirnya Scream Fest 2018, Teater IMAX sudah menyiapkan acara puncak, berupa pesta kembang api dan Midnight Show di malam tahun baru 2019.

Amirullah mendampingi Ery Subada Manager Teater Imax Keong Emas.

Scream Fest 2018 merupakan rangkaian dari berbagai terobosan yang tengah berlangsung di Teater Imax Keong Emas dalam rangka menyambut era industri 4.0 dan perkembangan dunia digital.

“Scream Fest salah satu rebranding dan terobosan kami untuk menghidupkan Teater Imax pada malam hari. Kami bekerjasama dengan Media 8 sebagai EO,” ujar Ery Subada.

Terkait terobosoan ini, TMII secara khusus menghadirkan aplikasi Reborn Keong Emas TMII Digital Ecosistem yang dapat diunduh.

“Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mendapat berbagai informasi, promo, pembelian tiket secara online dan berbagai fitur menarik lainnya, pungkas Ery. (Tumpak Sidabutar/KH. Foto-foto: Indrawan Iboenk)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

TVRI Raih Opini Prestisius di Bidang Keuangan

Published

on

By

Direktur Utama LPP TVRI menerima penghargaan opini WTP dari anggota III BPK, Achsanul Qosasi di Gedung TVRI, Senayan, Senin (17/6).

Kabarhiburan.com, Jakarta – Semangat dan kerja keras yang dilakukan Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk mengembalikan kejayaan yang sempat hilang di era digitalisasi, kini mulai berbuah manis.

Sebut saja di antaranya, TVRI kembali menayangkan siaran olah raga bulu tangkis dan sepak bola dunia, memilihkan siaran yang ramah bagi anak-anak. Pendeknya, TVRI menghadirkan tayangan yang diharapkan merangsang persatuan bangsa menjadi semakin erat.

Selain memperbaiki mutu siaran, TVRI juga membenahi tata kelola keuangan, khususnya pertanggungjawaban dan laporan keuangan.

Hasilnya, TVRI meraih opini yang prestisius, yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), berdasarkan laporan keuangan tahun 2018.

Prestasi di bidang keuangan ini disampaikan oleh Achsanul Qosasi selaku Anggota III BPK, dalam acara sykuran dan halalbihalal yang berlangsung di Lobi TVRI, kawasan Senayan, Jakarta (17/6).

Direktur Utama LPP TVRI, Helmy Yahya, mengatakan perolehan WTP merupakan prestasi tertinggi yang didapatkan TVRI pada tahun 2019. Sebelumnya, TVRI menjadi langganan opini Disclaimer alias Tidak Memberikan Pendapat (TMP) dan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK.

“Sebuah perjuangan yang dilakukan Dewan Pengawas, Direksi dan seluruh karyawan baik di pusat, maupun daerah dalam memperbaiki tata kelola keuangan, khususnya penataan aset dan pertanggung jawaban, serta laporan keuangan,” kata Helmy Yahya.

Helmy berharap prestasi WTP dapat menjadi tolok ukur terjadinya transformasi di lingkungan TVRI, terutama di sektor keuangan dan pengelolaan anggaran yang akuntabel.

“Catatan dari BPK juga akan kami tindaklanjuti,” janji Helmy yang menjadikan predikat WTP sebagai modal untuk membangkitkan kepercayaan terhadap mitra dan pihak-pihak lain yang ingin bekerjasama dengan TVRI.

“Saya yakin mitra kerja TVRI akan semakin progresif dalam meningkatkan serta membantu menghadirkan tayangan yang berkualitas,” ujar Helmy Yahya optimis. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Budaya

Trans 1000 Jakarta dan PIGIJO Dukung Gebyar Festival Budaya Betawi Cipedak

Published

on

By

Tari Kinang Kilaras turut meramaikan Gebyar Festival Betawi Cipeda, Minggu (16/6).

Kabarhiburan.com, Jakarta – Tari Kinang Kilaras yang menggambarkan betapa bahagianya wanita Betawi dibawakan oleh lima penari elok, ikut memberi suasana gembira pada perhelatan Gebyar Festival Budaya Betawi, Cipedak, Jakarta Selatan, Minggu (16/6).

Suasana gembira ini terlihat di wajah segenap warga RW 09 Kelurahan Cipedak, Jakarta Selatan. Mereka menyambut penobatan wilayah ini sebagai Kampung Alpukat oleh Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali.

Gebyar festival kali ini berlangsung selama dua hari, sejak Sabtu (15/6) hingga Minggu (16/6). Selama itu pula, warga antusias memamerkan kekayaan budaya Betawi yang sudah terkenal itu. Mulai dari aneka pantun jenaka, musik Gambang Kromong hingga parade andong.

Mereka juga memamerkan aneka kuliner Betawi seperti bir pletok, kerak telor, kembang goyang dan kuliner lainnya yang digelar di sepanjang Jalan Srengseng Sawah.

Perhelatan ini didukung oleh Trans 1000 Jakarta bersama PIGIJO. Keduanya bahkan tengah giat mengangkat potensi pariwisata Kepulauan Seribu.

Claudia Ingkriwang  (tengah)

Claudia Ingkriwang selaku Direktur Pengembangan Pariwisata Trans 1000 Jakarta, menegaskan bahwa Gebyar Festival Budaya Betawi Cipedak menjadi salah satu kegiatan untuk melestarikan kecintaan terhadap budaya Betawi.

Seperti diketahui, budaya Betawi merupakan salah satu daya tarik pariwisata di Jakarta telah menginspirasi Trans 1000 Jakarta dan PIGIJO dan menyatakan siap mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta mewujudkan Kepulauan Seribu sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Trans 1000 Jakarta dan PIGIJO, bahkan sudah merencanakan penyelenggaraan Gebyar Festival Budaya Betawi yang akan berlangsung di Kepulauan Seribu.

“Kami sedang menyiapkan tranportasi berupa kapal penyeberangan modern, nyaman dan terjangkau yang akan meluncur pada Juli mendatang,” ujar Claudia di sela-sela acara Gebyar Festival Budaya Betawi, Cipedak, Minggu (16/6).

Sebanyak tiga unit kapal Trans 1000 berkapasitas 130 -150 penumpang yang siap mengantar wisatawan mengunjungi enam pulau di Kepulauan Seribu, yakni Pulau Untung Jawa, Pramuka, Pari, Tidung, Harapan, Kelapa dan Pulau Sembilan,” ujar Claudia.

“Dalam waktu dekat kami segera merealisasikan,” janji Claudia Ingkriwang, didampingi Nasdi (investor), Nana Suryana (Direktur Trans 1000 Jakarta) dan Aga (Direktur Bisnis Development). (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading

Event

Kecewa dan Bahagia Prilly Latuconsina Sambut Lebaran

Published

on

By

Kabarhiburan.com, Tangerang – Prilly Latuconsina  bersukacita menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah. Berbagai persiapan telah Prilly persiapkan guna menyambut Lebaran, seperti pakaian dan mukena yang akan dikenakan pada momen ‎salat Idul Fitri.

Mengenai baju dan mikena ini, Prilly mengaku sempat geregetan karena sampai dua hari menjelang Lebaran, kedua benda itu belum sempat dibelinya karena kesibukan kuliah dan syuting yang menyita waktu.

Sudah begitu, Prilly Latuconsina terpaksa absen melaksanakan salat Idul Fitri, karena mendadak kedatangan tamu bulanan. Ini di luar rencananya,  padahal selama dua tahun belakangan bintang film Danur ini selalu hadir untuk salat Idul Fitri bersama kedua orang tua dan adiknya.

“‎Kecewa banget. Aku sudah mandi, sudah siap-siap. Eh, tiba-tiba dapet. Ya sudah, mau gimana lagi ya,” cerita Prilly Latuconsina saat open house di rumahnya di kota Tangerang, Rabu, (5/6).

Mukena yang seyogianya digunakan untuk salat Idul Fitri tidak bisa digunakan, harus disimpan. Ia berencana akan memakainya saat Lebaran tahun depan.

“Jadi ya sudah mukena dipakai tahun depan aja,” ujar Prilly Latuconsina.

Meski membatalkan ikut  salat Idul Fitri, Prilly Latuconsina tetap merasa bahagia. Ia bisa berkumpul dengan keluarga, menikmati kebersamaan.

“Yang penting kumpul keluarga dan sangat kekeluargaan,” simpul Prilly. (Tumpak Sidabutar/KH)

Continue Reading
Advertisement

Musik

Terbaru

Trending